
Seminggu kemudian Khayra menjalankan rencananya untuk membuat ustadzah Susan menyesal karena telah berurusan dengannya.
Khayra yang sudah mempunyai bukti kejahatan ustadzah Susan selama ini. Khayra juga sudah melaporkan ke pihak berwajib dan juga khayra sudah menemui suami ustadzah Susan.
Suami ustadzah Susan marah besar dan sama seperti Khayra dirinya langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Dan dirinya juga akan langsung menceraikan ustadzah Susan beruntung dari pernikahan mereka tidak mempunyai anak jadi tidak ada yang di beratkan oleh suami ustadzah Susan.
Dan Rencananya hari ini pihak kepolisian akan menangkap ustadzah Susan.
Sebelum khayra melaporkan ustadzah Susan ke pihak kepolisian dan juga ke suaminya.
Khayra juga sudah berbicara dengan suami, kedua mertuanya dan juga keluarganya. Dan ternyata papa dan ayahnya Jihan pun akan melakukan hal yang sama hari ini. Mereka juga sudah melaporkan hena dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Hari ini entah mengapa ustadzah Susan berbuat ulah dan mengharuskan Khayra pergi ke pesantren.
Sampai pesantren Khayra Langsung menuju kantor pesantren karena Abi dan umi menginformasikan Khayra langsung ke sana.
" Ustadzah boleh tahu lihat Abi ." Tanya Khayra kepada ustadzah yang kebetulan bertemu dengannya.
" Mari silahkan Ning." khayra pun diantar oleh ustadzah.
" Assalamualaikum." Salam Khayra dan ustadzah yang mengantar Khayra.
" Walaikum salam. " Semua mata Langsung menengok saat khayra memberi salam.
Khayra melihat Luna yang seperti ketakutan di pelukan umi nya.
Khayra mencium tangan kedua orang tuanya sebelum menghampiri anak angkatnya. Khalid juga melakukan hal yang sama mencium tangan Khayra. Begitu juga Dania yang ternyata ada di sana juga.
" Sayang ini Mommy nak." Khayra mendekati Luna.
" Mommy takut hiks... hiks..." Luna langsung memeluk Mommy nya.
__ADS_1
" Ada yang bisa menjelaskan." Tanya Khayra dingin.
Umi yang mendengar Khayra berbicara dengan nada yang sangat dingin langsung mengelus lengan sang putri untuk tidak emosi.
Sedangkan Abi hanya bisa berdoa dalam hati agar anaknya tidak terpancing emosi.
" Ma...maaf Ning sebelumnya, Sayang juga tak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi menurut santri sekelasnya Luna tidak mengumpulkan tugasnya karena kelupaan membawa buku tugas." ucap ustadzah Jasmine yang sedikit takut melihat aura Khayra yang sangat menakutkan.
" Akibat tidak membawa tugasnya ustadzah Susan me... menampar Luna." lanjut ustadzah Jasmine.
" Abi Kai mau lihat CCTV kelas Luna." Ucap Khayra.
Abi pun meminta ustad yang memang Abi percaya untuk memegang control CCTV untuk memberikan rekaman itu.
Khayra pun melihat rekaman CCTV kelas Luna berapa saat yang lalu.
Semua orang yang ada di ruangan itu mendadak tegang.
Khayra bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri ustadzah Susan lalu berdiri tepat di hadapan ustadzah Susan.
" Bangun." ucap Khayra dingin menyuruh ustadzah Susan untuk bangun dari duduknya.
Ustadzah Susan tetap duduk dan tak mau menuruti Khayra
" Anda dengar saya bisa anda berdiri ustadzah Susan yang terhormat atau anda saya paksa."
Akhirnya ustadzah Susan pun berdiri dan kini mereka berhadapan. Khayra melihat ustadzah Susan sama sekali tidak merasa bersalah. Dan Khayra pun langsung menatap tajam ustadzah Susan.
Plak...
" Harusnya ini yang dulu saya lakukan saat anda membiarkan anak saya terluka dan tidak mengizinkan anak saya di bawa ke klinik."
__ADS_1
Plak...
" Kak.." Abi kaget melihat anaknya menampar ustadzah Susan dua kali.
" Kurang ajar." Teriak ustadzah Susan yang ingin menampar Khayra tapi tangannya langsung di tahan oleh Khayra..
" Lepasin tangan gue " Teriak ustadzah Susan.
Plak...
Lagi-lagi semua orang yang ada di ruangan tersebut kaget Khayra kembali menampar ustadzah Susan.
" Ini untuk yang tadi." ucap Khayra yang masih menatap tajam ustadzah Susan.
" Assalamualaikum...permisi " Semua mata menengok ke arah pintu
" walaikum salam." jawab mereka semua
Ternyata yang datang adalah pihak kepolisian.
" Silakan pak." Ucap Khayra yang mempersilahkan para polisi itu masuk
" Saudara Susan Anda kami tangkap " Ucap salah satu polisi.
" Hai apa-apaan ini salah saya apa." Ucap ustadzah Susan panik.
" Silahkan ikut kami dan ada bisa jelaskan di kantor polisi." ucap salah satu polwan yang memborgol ustadzah Susan.
" Anda saya tahan atas tuduhan penipuan dan juga percobaan pembunuhan terhadap saudara Hj. Rosidah istri pertama H. Muhidin." ucap polisi
" Ada nggak bisa menangkap saya anda nggak punya bukti." Teriak ustadzah Susan.
__ADS_1
" Kami punya bukti dan saya akan perlihatkan di kantor polisi."