Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
226. curiga


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan Abinya kini dirinya melangkah ke kantor para ustad dan ustadzah.


" Assalamualaikum..." salam Khayra begitu sampai di depan ruang ustad dan ustadzah.


" Walaikum salam," jawab mereka semua.


" Mari masuk Ning khayra." Ucap ustadzah Jasmine.


" Terima kasih ustadzah." Khayra pun masuk kedalam dan di persilakan duduk.


Khayra pun duduk di salah satu kursi matanya memandang para ustad dan ustadzah yang ada di sana. Ada beberapa ustad dan ustadzah baru tapi Khayra sudah tahu hanya ada lima orang yang Khayra baru melihatnya. Dua orang ustad dan tiga orang ustadzah.


Dua orang ustazah tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya. Dan satu orang lagi terlihat angkuh dan sombong. Dan Khayra bisa menebak kalau orang tersebut adalah ustadzah Susan.


" Maaf Ning ada yang bisa di bantu ?." tanya ustad Agung.


Belum Khayra menjawab pertanyaan ustad Agung terjadi Khalid yang baru datang langsung menghampiri mertuanya.


" Mommy, Ada apa?." Tanya Khalid sambil mencium tangan Khayra.


" Nggak ada apa-apa kok." jawab Khayra menenangkan menantunya.


Sepertinya Khalid tahu maksud kedatangan mertuanya apalagi kalau bukan kejadian kemarin.


" Oh iya ustad Agung saya cuma mau tanya wali kelas untuk Rayyan, Bagas dan Luna siapa ya?." Tanya Khayra.


Sontak para ustad langsung panik apalagi para ustad dan ustadzah yang lama sudah pasti kejadian kemarin akan tambah panjang.

__ADS_1


" Oh Kalau untuk Gus Rayyan kebetulan wali kelasnya saya sendiri Ning." Jawab ustad Agung.


" Kalau saya wali kelas Ning Luna, Ning." ucap ustadzah Mutia


" Saya wali kelas Gus Bagas, Ning." ucap ustadzah Ninda.


" Oh iya untuk ustadzah Mutia dan ustad Agung sebagai wali kelas dari Rayyan dan Bagas saya boleh minta tolong untuk materi dan juga tugas selama mereka di skorsing Tolong di kirim ke mereka supaya mereka tidak ketinggalan pelajarannya." Jelas Khayra.


" Iya Ning, Saya sudah bilang ke Rayyan dan juga Bagas materi dan tugas akan di kirim ke mereka lewat email untuk Rayyan dan untuk Bagas pak kyai sendiri yang memberikannya." ucap ustad Agung


" Ribet banget sih orang lagi diskorsing juga pakai segala minta di kirim Materi dan tugas segala." Gumam ustadzah Susan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Khayra.


Khayra yang mendengar gumaman ustadzah Susan hanya tersenyum kecil.


" Untuk ustadzah Ninda sama seperti ustad Agung dan Ustadzah Mutia untuk mengirim tugas dan materi untuk Luna. Dan saya juga meminta izin untuk Luna belum bisa masuk untuk seminggu ke depan karena Luna mengalami trauma atas kejadian kemarin."


" Astaghfirullahaladzim..." Ucap ustad dan ustadzah yang kaget Luna mengalami trauma.


Semua orang yang di sana kaget dengan omongan ustadzah Susan.


Khayra berusaha untuk menahan emosinya dia cukup geregetan tapi dia nggak boleh gegabah walaupun pesantren ini milik keluarganya. Tapi Khayra tidak ingin menjatuhkan nama orang tuanya.


" Maaf ustadzah siapa? " tanya Khayra.


" Saya ustadzah Susan." jawab ustadzah Susan angkuh.


" Ustadzah Susan baru yan mengajar di sini." Tanya Khayra lagi sopan.

__ADS_1


" Iya saya baru mengajar di sini sebulan setengah, Tapi agama saya sangat tinggi jadi anda nggak usah khawatir." ucap ustadzah Susan sombong.


Dalam hati Khayra hanya bisa beristighfar, dan berkata bisa-bisanya Abi nya menerima ustadzah model seperti ini.


" Maaf ustadzah Susan memangnya kenapa saya nggak boleh mengangkat mereka menjadi anak saya." ucap Khayra sopan.


" Ya nggak pantas lah mereka di angkat anak mereka itu sampah." ucap ustadzah Susan sewot.


" Ustadzah Susan sepertinya begitu mengenal mereka ? "


" Nggak..Nggak saya nggak kenal mereka." jawab ustadzah Susan gelagapan.


" Tapi kok Ustadzah Susan bisa dengan gampang menyebut mereka sampah." Tanya Khayra lagi.


Khayra bisa melihat perubahan wajah ustadzah Susan.


" Ng...nggak sa..saya cuma lihat dari wajah mereka saja." Kata Ustadzah Susan gugup


" Maaf ya ustadzah Susan saya mengangkat Jihan, Bagas, Aji dan Luna bukan semerta-merta saya mengangkat mereka jadi anak. Tapi saya mengangkat mereka jadi anak karena saya mempunyai feeling, Chemistry dan sesuatu yang memang harus mengangkat mereka untuk menjadi anak saya. Karena saya melihat mereka sangat terdzolimin. Dan Allah mengirim saya untuk membantu mereka."


Khayra melihat ustadzah Susan sedikit gugup dan salah tingkah.


" Tapi kan nggak harus di istimewa kan." ucap ustadzah Susan yang seakan tak mau kalah.


" Harus itu semua anak angkat saya begitu negara mengesahkan bahwa mereka resmi menjadi anak saya. Maka mereka akan mendapatkan semua fasilitas yang sama dengan anak kandung saya sendiri."


" Kenapa begitu ? Keenakan mereka dong?."

__ADS_1


" Memangnya salah kalau anak angkat mendapatkan fasilitas yang sama dengan anak kandungnya sendiri. Kan bukan anak angkatnya yang meminta tapi orang tua angkatnya lah yang memang memberikan fasilitas itu sendiri. Jadi jangan salahkan anak angkat nya dong." Bukan Khayra yang menjawab tapi Khalid yang menjawab karena dia cukup tersinggung dengan omongan ustadzah Susan.


" Kenapa jadi ustad Khalid Yang marah? saya nggak lagi ngomong dengan ustad Khalid." Tanya ustadzah Susan bingung.


__ADS_2