Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
252. Luna kaget


__ADS_3

Luna sendiri sedang shalat isya sehingga tidak mengetahui kedatangan orang tua angkatnya. Selesai shalat Luna keluar kamar ingin mengambil minum. Luna pun langsung turun ke bawah tapi saat akan mendekati dapur Luna menatap bingung. Karena Luna ingat sekali sudah mematikan lampu dapur tapi Luna melihat lampu dapur menyala.


Deg...


" Kenapa lampunya nyala." gumam Luna.


" Eh tapi kok ada suara orang, apa mas Bagas atau mas Zafran pulang ya.Tapi kalau mas Bagas atau mas Zafran yang pulang kalau nggak. Coba aku intip dulu deh." ujar Luna dalam hati.


Luna pun berjalan perlahan mendekati dapur saat sudah di dekat dapur mata Luna langsung membulat sempurna melihat keberadaan kedua orang tua angkatnya.


" Mommy...Deddy kapan sampai? Kok Luna nggak dengar." ucap Luna yang berjalan menghampiri kedua orang tua angkatnya dan mencium tangan mereka.


" Belum lama sayang Mommy tadi sudah panggil-panggil kamu tapi nggak dengar baru nanti setelah Mommy menata makanan Mommy bakal samperin kamu di atas." ucap Khayra.


" Luna juga kaget tiba-tiba lampu dapur nyala. Mommy sama Deddy dari bandara Langsung ke sini." tanya Luna.


" Tadi ke rumah sakit dulu baru ke sini. Udah yuk kita makan kamu sudah makan. "


" Udah Mom, tapi kaya enak jadi nggak apa-apa kalau makan lagi hehehe." jawab Luna.


Akhirnya mereka pun makan malam bertiga dengan di selingi obrolan tentang kuliahnya Luna.


Selesai makan malam ustad Gibran lebih dulu pamit untuk ke kamar. Sedangkan Khayra dan Luna membereskan bekas makan mereka.


Setelah rapi Luna pamit pergi ke kamarnya begitu juga Khayra pamit menyusul sang suami.


Ceklek...


Khayra masuk ke dalam kamar tapi tak menemukan keberadaan suaminya. Tapi khayra mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Dan sudah di pastikan suaminya sedang mandi. Khayra pun langsung menyiapkan baju untuk suaminya

__ADS_1


Tak lama ustad Gibran keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang.


" Yang aku mandi dulu baju gantinya sudah aku siapkan." ucap Khayra sambil menuju pakaian yang ada di atas kasur.


" Terima kasih sayang."


" Sama-sama." khayra bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Setengah jam waktu yang di habiskan Khayra di dalam kamar mandi. Dan Khayra keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidur.


Khayra pun langsung naik keatas ranjang dan ikut duduk di samping sang suami yang bersandar di headboard tempat tidur.


" Yang kamu kenapa emang nggak capek kan kemarin kamu sudah seharian kerja di kantor. pulang dari kantor terus ke bandara dan terbang ke sini. Harusnya tidur aja jangan nungguin aku." Ucap Khayra yang tahu suaminya sangat lelah.


" Tapi ada yang mau aku omongin ke kamu."


" Kamu perhatiin nggak sikap Bagas ke putri kita." Tanya ustad Gibran.


" Maksudnya?."


" Sikap Bagas ke princess kita beda sayang nanti kamu lihat sikap Bagas ke Fira dengan sikap Bagas ke Luna." ujar ustad Gibran.


" Masa sih yang."


" Nanti kamu bukti saja omongan mas sayang."


" Baiklah nanti coba aku lebih memperhatikan mereka. Sekarang lebih baik kita tidur aja kamu pasti sudah sangat lelah."


****

__ADS_1


Selesai shalat subuh Khayra langsung menuju ke dapur untuk membuat sarapan karena di kulkas nggak ada bahan makanan. Hanya ada telur dan sosis akhirnya khayra pun membuat nasi goreng. Dan juga membuatkan bubur untuk princess nya.


Selesai sarapan Khayra dan ustad Gibran langsung menuju ke rumah sakit.


Ceklek...


" Assalamualaikum..." Khayra dan ustad Gibran langsung masuk.


Di dalam ruangan mereka melihat Bagas dan Zafran yang tertidur di sofa bed. Sedangkan Zafira tidur di brankar nya.


khayra dan ustad Gibran memang datang masih pagi jadi mereka masih tidur.


" Mommy..." Panggil Zafira yang begitu membuka mata dan melihat keberadaan mommy dan Deddy nya.


" Iya sayang sudah bangun." khayra dan ustad Gibran langsung mendekat ke putrinya.


" Tadi habis shalat subuh tidur lagi. Fira mau ke kamar mandi dulu Mom."


" Ayo Mommy bantu."


Khayra pun membantu putrinya ke kamar mandi.


Bagas dan Zafran terbangun dari tidurnya setelah samar-samar mendengar orang berbicara.


" Deddy." Kata Zafran dan Bagas serempak melihat Deddy nya sedang duduk.


" Deddy kapan sampai." Tanya Zafran


" Belum lama ya sudah kalian bersih-bersih gih sana terus sarapan Mommy kamu bawa sarapan." Ucap ustad Gibran menyuruh kedua anaknya bersih-bersih begitu melihat Zafira sudah keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2