Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
63. meluluhkan khayra


__ADS_3

ustad Gibran yang melihat khayra seperti itu hanya tersenyum. lalu mencium singkat bibir khayra.


" ngambeknya nanti di lanjutin lagi ya sekarang makan dulu." ucap ustad Gibran sambil mengacak-acak rambut Khayra.


" mana bisa gitu."


" ya bisa lah, sudah ya debatnya kalau anak kamu bisa ngomong dia pasti udah protes karena kelaparan."


" ya udah tapi gendong." ucap Khayra manja.


ustad Gibran langsung mengendong khayra tapi saat akan turun tangga Khayra minta di turunin.


" mas turunin Kai."


" kenapa sayang kan belum sampai dapur." tanya ustad Gibran heran


" takut jatuh kalau turun tangga sambil di gendong. "


" nggak, nggak akan jatuh percaya sama mas."


" tapi mas."


ustad Gibran yang tak mendengarkan permintaan Khayra ustad Gibran lanjut turun ke bawah menuju dapur. ustad Gibran mendudukkan khayra di bangku meja makan.


" kamu duduk disini dulu kamu mau makan apa?." tanya ustad Gibran.


" mas kemarin pas belanja di supermarket Kai beli lele yang sudah di bumbui ada di dalam kulkas kita goreng itu aja jadi mas nggak usah repot." ucap Khayra beruntung kemarin dia beli lele yang sudah di bumbui jadi sekarang ustad gibran gak perlu repot-repot karena Kai tahu suaminya pasti capek.


" ada lagi gak yang selain lele."


" udah itu aja mas."


" tunggu ya mas goreng lelenya dulu."

__ADS_1


ustad Gibran pun mulai berkutat di dapur tak memerlukan waktu lama makanan pun siap tersaji


" mas, mas Gibran juga ikut makan kan." tanya Khayra saat melihat ustad Gibran selesai menggoreng lele.


" iya sayang mas juga lapar."


" mas makannya satu piring aja. Kai mau di suapin sama mas."


ustad Gibran pun membawa sepiring nasi dan juga sepiring lele tak lupa ustad Gibran membawakan dua gelas air mineral.


" ayo sayang kita makan."


" suapin."


" mas bakal suapin tapi mas harus dapat imbalan."


" ih pamrih, imbalan apa?." tanya Khayra.


" imbalannya kamu, mas mau minta jatah Mas sama kamu." bisik ustad Gibran,


ustad Gibran pun menyuapi khayra secara bergantian dengan dirinya. mereka makan sambil bercerita khayra meminta ustad Gibran bercerita tentang kegiatannya hari ini. Dan dengan senang hati ustad Gibran menceritakannya.


" Sayang mas tadi pulang beli cheese cake."


" Serius mas." ucap Khayra senang


" kamu mau biar mas ambilkan."


" boleh mas sepotong aja."


ustad Gibran pun langsung mengambilkan khayra sepotong cheese cake.


" nih sayang." ucap ustad Gibran sambil memberikan piring berisikan sepotong cheese cake.

__ADS_1


" makasih mas." ucap Khayra bahagia.


khayra pun memakan cheesecake dengan semangat karena dia dari kemarin menginginkannya.


" makannya pelan-pelan sayang, kalau kurang bisa nambah lagi." yang melihat khayra makan dengan buru-buru.


" he...he... Kai udah ngantuk jadi pengen buru-buru tidur."


" yang kok tidur sih kan tadi udah janji." protes ustad Gibran


" udah Kai udah selesai makannya." ucap Khayra sambil bangun dari duduknya dan berjalan menaiki tangga.


Saat mau menaiki anak tangga Khayra sadar bahwa sang suami tak mengikuti. Khayra pun menengok ke arah meja makan benar sang suami masih duduk berdiam diri di sana.


Sedangkan ustad gibran langsung lemas mendengar Khayra bilang kalau dia sudah ngantuk dan sudah di pastikan dia nggak akan dapat jatah malam ini. Karena ustad Gibran nggak mungkin memaksa untuk melayaninya.


" Mas kenapa masih di situ." tanya Khayra.


" mas nggak apa-apa sayang, katanya kamu udah ngantuk ya udah kamu tidur duluan aja." ucap ustad Gibran lesu.


Khayra yang tahu keinginan suaminya langsung menghampiri ustad Gibran.


" susul Kai ke atas baby nya mau di jenguk sama abi nya." bisik khayra setelah itu dia langsung pergi naik ke kamarnya sambil terus tersenyum.


Ustad Gibran hanya diam terpaku mendengar bisikan sang istri, ustad Gibran belum sadar apa yang istrinya bisikan. Setelah berapa saat ustad gibran baru sadar apa yang di bisikan oleh istrinya. Ustad Gibran langsung tersenyum dan bergegas naik ke atas menuju kamarnya.


ceklek


Ustad Gibran masuk kedalam kamar mendapati istrinya sudah menutupi tubuhnya dengan selimut. Ustad Gibran langsung naik ke tempat tidur dam memeluk istrinya.


" kirain nggak tertarik " ucap Khayra.


" he..he .."

__ADS_1


ustad Gibran pun langsung melancarkan aksinya, khayra yang memang juga menginginkannya menerima setiap sentuhan-sentuhan ustad Gibran berikan. sepasang suami istri ini larut dalam kegiatan olahraga malamnya.


__ADS_2