Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
109. keluar rumah sakit


__ADS_3

Habis Dzuhur ustad Alif sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


" Gimana rasanya bisa pulang Lif?." tanya umi saat visit pasien.


" Senang umi."


" Maaf, umi yai Shema permisi dulu mau mengurus administrasi kepulangan kak Alif." ucap Shema.


" Nggak usah Shem, nggak lagi yang di urus. Cuma tinggal lepas infus aja sama nunggu obat dan vitamin aja. "


" Jadi maksud umi Alif nggak perlu bayar apa-apa umi." ujar ustad Alif.


" Iya... sudah tinggal pulang aja. kamu juga di suruh Abi istirahat tiga hari di rumah dan nanti pas masuk di suruh menemui Abi. Oh iya nanti kalian pulang di antar pak Parjo."


" Makasih banyak umi." ucap ustad Alif, Bu Nuri dan shema.


" Untuk kamu Zafra langsung pulang setelah mengantar ustad Alif pulang."


" Iya umi."


" Ya udah umi masih harus periksa pasien, assalamualaikum.'


" Walaikum salam."


" Akhirnya kamu pulang juga nak." ujar Bu Nuri.


" Iya Bu."


Tak lama seorang perawat datang melepas jarum infus ustad Alif. Dan mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit.


Habis shalat ashar Abi dan kyai Ibrahim mencoba menelpon Iqbal dan Khayra tentang rencana mereka.


Mereka lebih dahulu menelpon Iqbal.


" Assalamualaikum Abi."


" Walaikum salam nak, Abi ganggu nak."


" Nggak kok bi, Iqbal baru pulang kok."


" Ada yang Abi ingin bicarakan sama kamu. di sini juga ada kakek kamu nak."


" Assalamualaikum kek, kakek sehat kan."


" walaikum salam, Alhamdulillah kakek sehat."


" Abi sama kakek mau bicara apa?."


Abi dan kakek menceritakan kejadian menimpah ustad Alif kemarin.

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim, Tapi ustad Alif nggak apa-apa kan bi, terus Zafra." Iqbal cukup kaget mendengar ceritanya.


" Ustad Alif nggak apa-apa sudah pulang dari rumah sakit. Nak Kamu tahu kan ustad Alif sudah mengkhitbah Zafra dan nunggu Zafra lulus baru mereka menikah."


" Iya Abi."


" Jadi Kami sudah sepakat untuk mempercepat untuk menikahkan ustad Alif dan Zafra secepatnya walaupun baru hanya nikah sirih terlebih dahulu kerena kalau untuk nikah resmi sekarang ini umur Zafra belum cukup."


" Apa nggak apa-apa buat Zafra bi, Nggak takut kejadian dulu yang menimpah Kai terjadi ke Zafra."


" Alhamdulillah sepertinya tidak karena kejadian kemarin banyak yang meminta Abi dan kakek untuk mempercepat pernikahan mereka. Toh mereka juga sudah tahu lama kalau Zafra sudah di khitbah oleh ustad Alif."


" Kalau mereka sudah tahu Iqbal sih setuju aja bi."


" Tapi kamu di langkah dua kali nak."


" Abi jodoh, maut, rezeki sudah di atur sama Allah bi. Jangan jadikan Iqbal menghalang jodoh adik Iqbal bi."


" Nak kalau sepupunya Gibran gimana ?" tanya Abi


" Maksud Abi?"


" Kamu tertarik dengan Sepupunya Gibran nak, kalau kamu tertarik bilang ke Abi nak biar Abi yang meminta kepada orang tuannya. Jangan kaya kemarin seperti nggak punya orang tua mengajak ta'aruf anak orang tanpa sepengetahuan kami."


" Maaf Abi."


" Kalau kamu tertarik dengan seorang wanita minta lah pendapat orang tua kamu bal. Jangan menganggap bahwa pilihan kamu itu sudah tepat. Tapi kakek setuju kamu dengan sepupunya Gibran."


" Oh iya nak, kalau nanti bisa pulang saat adikmu menikah pulanglah bersama adikmu."


" Iya Abi, insyaallah."


" Ya sudah kamu istirahat, Assalamualaikum."


" Walaikum salam, salam buat umi dan yang lainnya."


Setelah menelpon Iqbal lanjut Abi menelpon Khayra.


" Assalamualaikum nak."


" Walaikum salam bi."


" Lagi apa nak? Gibran sudah pulang."


" Alhamdulillah mas Gibran sudah pulang. ini lagi main sama Rayyan, Kai udah video call aja ya bi. Biar Abi bisa lihat cucunya."


Khayra pun langsung mengubah menjadi Videocall.


" Assalamualaikum Abi, kakek." sapa ustad Gibran.

__ADS_1


" Walaikum salam nak. Aduh cucu Abi sudah gede aja jadi kangen."


" Kalau liburan pada kesini aja bi nanti Gibran urus."


" Iya nak, oh iya ada yang mau Abi dan kakek omongin."


" Apa bi " Tanya Khayra.


Abi pun menceritakan semuanya yang menimpah ustad Alif dan juga menceritakan rencana mereka.


" Kalau Kai setuju aja abi toh itu juga buat kebaikan Zafra dan ustad Alif."


" Oh iya Gibran, Abi boleh minta tolong."


" Apa Abi?. Abi mau minta tolong apa?."


" Kamu bisa nanti pas saat Zafra menikah kamu bisa bawa Khayra dan Rayuan pulang ke indonesia.'


" Insyaallah bisa bi. Nanti kasih tahu aja tanggalnya jauh-jauh hari."


" makasih ya nak."


" Sama-sama bi."


" Oh iya Kai, Gibran Abi mau tanya soal perempuan yang kemarin waktu kalian pergi bareng mas mu."


" Oh Michiko bi, dia sepupunya Gibran bi. Kenapa Abi mau menjodohkan Mas Iqbal sama Michi?. Nanti Gibran bantu bi, Gibran setuju banget kalau Michi sama mas Iqbal bi."


" Makasih kalau kamu mau bantu, Abi kasihan sama dia bakal di langkah lagi sama adiknya."


" Abi tenang aja, Gibran sangat tahu om dan Tante Gibran pasti setuju Michi dengan mas Iqbal. Kemarin Gibran sama Kai juga membahas ini. Gibran juga bilang ke mama dan papa dan mereka malah mendukung."


" Baiklah, terimakasih kalian masih memikirkan kakak kalian."


" sama-sama bi."


" Sudah dulu ya."


"Iya bi, Salam buat umi dan juga yang lainnya. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Sekarang kita tinggal bicarakan ini ke ustad Alif."


" Iya bah, Tadi juga Azam sudah titip pesan ke Khodijah kalau ustad Alif. Azam kasih libur tiga hari dan Nanti ketika masuk suruh menemui Azam bah."


" Ya sudah, ayo kita pulang." Ajak kakek karena mereka sedang berada di ruangan Abi.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Hari ini Akan Triple up ya....


__ADS_2