
" Oh iya kamu di sini nganterin anak kamu juga." Tanya Khayra.
" Mana sanggup aku sekolahkan anak aku di sini."
" Terus."
" Aku di sini kerja Ning jadi petugas kebersihan." ucap Gina tertunduk malu.
" Kamu kerja jadi petugas kebersihan bukannya kamu itu."
" Ceritanya panjang Ning, Lain waktu aku ceritakan. Maaf sebelumnya Ning aku harus kembali kerja soalnya para murid sudah keluar semua."
" Oke janji loh bakal cerita, dan seminggu ini aku bakal nungguin anak aku di sini. Jadi kalau ada waktu kamu cari aku aja. Dan ini nomor telepon aku, kamu bisa telpon aku kapan aja."
" Iya Ning, kalau gitu aku permisi dulu. Assalamualaikum."
" Iya Gin, aku juga mau jemput anak aku yang SD. Walaikum salam."
Khayra pun langsung pergi menjemput Sakti dan Dania. Setelah menjemput sakti dan Dania mereka pun pulang ke rumah. Sampai rumah Khayra menyuruh semua anaknya untuk bersih-bersih dan ganti baju.
Khayra sendiri pun sama dia masuk kamar dan segera bersih-bersih. Dia masih kepikiran dengan Gina sebenarnya apa yang terjadi. Khayra pun langsung mengirim pesan di Group WhatsApp yang hanya berisikan tiga orang, dirinya, Nada dan Sarah.
Khayra : Assalamualaikum, Aku tadi ketemu sama Gina. Kalian masih ingat kan.
Sarah : Dimana?.
Nada : Iya dimana kamu ketemu Gina Ning.
Khayra : Di sekolah anak aku, dia kerja di sana.
Nada : Gina jadi guru.
Khayra : Bukan dia jadi petugas kebersihan.
Sarah : Kok bisa
Nada : Ajak ketemuan Ning
Khayra : Rencananya begitu, tapi aku liat dia lagi ada Masalah deh.
Nada : Kalau gitu kita ketemuan siapa tahu bisa kita bantu.
Khayra : Nanti aku sampaikan ke Gina. dan nanti aku kabarin
******
Hari ini Khayra Nungguin anaknya di sekolah. Dan berencana akan mengatakan ke Gina kalau Sarah dan Nada ingin ketemu.
Tapi sampai anaknya pulang sekolah tidak juga bertemu dengan Gina.
Keesokan harinya lagi-lagi Khayra tak melihat keberadaan Gina.
Dan hari ini Khayra memberanikan diri untuk bertanya ke gurunya si kembar.
__ADS_1
" Maaf Miss Nela saya mau tanya boleh."
" Oh iya silahkan."
" Miss Nela kenal dengan perempuan yang suka bersih-bersih di sini"
" Maksud Mommy zafira itu Bu Gina."
" Iya betul."
" Kenal memang kenapa Mom."
" Dia teman saya waktu sekolah dulu."
" Bu Gina lagi di rumah sakit Nemani anak keduanya yang lagi sakit."
" Anaknya sakit apa Miss."
" Anaknya Kena tumor otak katanya padahal masih bayi baru delapan bulan ."
" Sekarang di rawat dimana?." Tanya Khayra.
" Kemarin sih masih di puskesmas tapi pihak puskesmas menyuruh dibawa ke rumah sakit. Kalau nggak mom bisa ke rumahnya, di sana ada anak tirinya."
" Baiklah Miss, saya kesana dulu."
" Iya mom."
" Assalamualaikum, permisi."
Muncullah wanita sepertinya seumuran dengan Zahra dan Zafra.
" Walaikum salam, Mau beli apa Bu."
" Maaf sebelumnya saya mau tanya apa betul ini rumahnya Gina."
" Iya betul Bu, Gina itu ibu tiri saya. Ada apa ya mencari ibu saya."
" Gina punya anak sebesar ini." Gumam Khayra dalam hati.
" Oh iya kenalkan nama saya Khayra saya sahabat Gina waktu sekolah dulu. Kami ketemu pas saya sedang menunggu anak saya sekolah di sini. Tapi dua hari ini saya cari-cari nggak ada. Saya tanya sama guru di sini disuruh tanya ke sini."
Tak lama ada bocah laki-laki kecil menangis mungkin usianya sekitar tiga tahun.
" Mau ke ibu." seru bocah itu.
" Iya nanti ibu akan pulang sekarang ibu Nemani Ade dulu. Kamu makan ini dulu ya." Bocah itu diam Setelah di beri Chiki.
" Maaf itu anaknya Gina."
" Iya anaknya ibu sama bapak yang pertama."
" Terus Gina nya kemana?."
__ADS_1
" Ibu masih di puskesmas Nungguin si kecil."
" Kalau boleh tahu dimana puskesmas nya. terus nama anaknya Gina yang sakit siapa namanya."
" Nggak jauh kok di jalan Raya sana. Namanya Ninda."
" Baiklah terimakasih."
Khayra pun meninggalkan rumah Gina dan kembali menunggu anak-anaknya pulang sekolah. Begitu anak-anaknya pulang Khayra meminta mereka pulang dengan pengasuhnya. Dan Sebelumnya Khayra sudah menghubungi suaminya dan juga mama mertuanya mau menjenguk Anaknya Gina. Khayra juga sudah meminta supir dari rumah untuk mengantarnya.
Sebelum ke puskesmas Khayra mampir membeli buah dan roti.
" Permisi saya mau tanya pasien rawat inap Yang bernama Ninda dimana ya." Tanya Khayra ke petugas puskesmas.
" Oh ya bayi yang menderita tumor otak itu ya Bu."
" Iya betul."
" Ibu naik aja ke atas nanti ke kanan kamar pertama sebelah kiri."
" Terima kasih "
Khayra pun berjalan menuju Kamar rawat anaknya Gina. Depan kamar tersebut Khayra melihat Gina sedang berdiri menggendong bayi nya dan di dekatnya ada seorang pria berumur kira-kira sekitar lima puluh tahunan.
" Assalamualaikum." Khayra pun masuk ke dalam ruangan rawat anaknya Gina.
" Walaikum salam."
" Ya Allah Ning Khayra kok tahu aku ada di sini." Ucap Gina yang air matanya langsung menetes.
" Iya aku nyari kamu nggak ada terus aku nanya sama Miss nya anak-anak. Katanya anak kamu sakit dan harus di rawat di sini."
" Iya Ning, terimakasih udah mau jenguk, Oh iya kenalin ini suami aku namanya Hendra." ucap Gina memperkenalkan suaminya.
" Oh iya salam kenal saya Khayra temannya Gina." ucap Khayra sambil menyatukan kedua tangannya di dada.
" Saya Hendra suaminya Gina."
" Pak, Ning Khayra ini cucu pemilik pesantren tempat aku dulu sekolah." Suaminya Gina hanya mengangguk.
" Oh iya Gina anak kamu sakit apa?." Tanya Khayra.
" Anak aku terkena tumor otak Ning dan harus di operasi."
" Terus kapan di operasi nya."
" Aku nggak punya biayanya Ning." Jawab Gina sambil menggeleng lemah.
" Sebenarnya Aku udah tahu, aku ke sini mau nawarin untuk bawa putri kamu ke rumah sakit."
" Tapi Ning Aku nggak punya biayanya."
" Nggak usah mikirin biayanya yang terpenting kesembuhan anak kamu yang utama."
__ADS_1