
Setelah memakan waktu berjam-jam akhirnya mereka sampai di Kairo. Dari bandara mereka langsung menuju rumah orang tua Khalid.
" Khalid kamu ajak Dania ke kamar kamu biar Dania istirahat." ucap umi Abibah.
Khalid pun mengajak Dania ke kamarnya. Dan Dania pun masuk ke dalam kamar suaminya.
" Maaf ya kamarnya nggak sebesar kamar kamu Sayang."
" Apaan sih bang, Kamar Abang nyaman Dania suka."
" Kamu mau mandi dulu atau istirahat dulu." tanya Khalid.
" Mandi dulu bang udah lengket Badan Dania."
" Ya udah abang keluar dulu ya."
Khalid pun keluar kamar dan Dania pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Begitu Dania keluar kamar mandi ternyata sudah ada Khalid sedang duduk menunggu dania. Sudah memakai baju Koko dan juga sarung.
" Abang mandi dimana?." Tanya Dania.
" Di kamar mandi luar, habis kamu nggak ngajakin Abang mandi bareng." Ucapan Khalid membuat muka Dania memerah karena malu.
" Sudah ayo kita shalat subuh dulu setelah itu kita tidur, Baru nanti siang atau sore jenguk nenek." ucap Khalid.
Mereka pun shalat berjamaah setelah itu memutuskan untuk tidur karena badan mereka benar-benar lelah.
Jam 10 pagi baru mereka berdua bangun dan ternyata penghuni rumah sudah pada pergi ke rumah sakit.
" Ayo sayang kita sarapan dulu baru berangkat ke rumah sakit." ajak Khalid.
Dania menuruti Khalid untuk sarapan, dan kebetulan dirinya memang lapar.
Setelah sarapan yang kesiangan Khalid pun mengajak Dania untuk ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Dania di perkenalkan oleh Khalid ke saudara-saudaranya. Dan mereka menyambut hangat kehadiran Dania.
Setelah itu Khalid dan Dania pun masuk ke dalam ruang ICU menjenguk sang nenek.
" Assalamualaikum nek, ini Khalid."
Neneknya Khalid pun membuka matanya.
" Khalid." suara nenek lemah.
" Iya nek ini Khalid, Khalid datang bawa istri Khalid nek." ucap Khalid.
" Assalamualaikum nek, Saya Dania istrinya bang Khalid." Sapa Dania.
" Walaikum salam, Cantiknya. Jangan pernah tinggalin cucu nenek ya."
__ADS_1
" Insyaallah nggak nek, nenek cepat sembuh ya."
" Doain nenek ya cantik."
" Iya nek, Dania bakal doain nenek."
" Kalian lama di sini."
" Sampai nanti Dania masuk sekolah nek, Makanya nenek cepat sembuh." jawab Khalid.
Mereka berdua nggak lama di dalam setelah itu keluar dan mengobrol dengan yang lainnya.
Sore harinya Khalid mengajak Dania jalan -jalan menikmati kota Kairo.
" bang maaf dania mau tanya nenek sakit apa?." Tanya Dania.
" Komplikasi sayang, maklum sudah tua."
" oh.'
*****
Sakti sudah kembali ke Amerika, hari ini dia ada jadwal kuliah pagi. Sakti pun mengendarai mobilnya menuju kampus. Sampai kampus Sakti langsung memarkirkan mobilnya dan pergi ke kelasnya
Sampai kelas ternyata sudah ada Monica, haris, dan Fernando.
" Akhirnya masuk juga , kemana aja?." Tanya Haris.
" Balik ke Indonesia."
" Oh, bawa oleh-oleh nggak." Ucap haris.
" Ada, Masih di mobil."
" Oh iya, Sakti nanti Lo datang kan ke pesta ulang tahun gue." ucap Fernando
" Kapan?."
" Besok malam."
" Sip gue bakal datang."
Tak lama dosen pun datang.
Dan hari ini jadwal kuliahnya full makanya sore hari mereka baru selesai. Dan sakti langsung pulang ke apartemennya.
Sakti lebih sering menghabiskan waktu di apartemennya atau di rumah opa Hiro. Atau juga di rumah sepupunya dari pada nongkrong bersama temannya.
***
__ADS_1
Jujur kalau bukan Fernando yang ulang tahun. Sakti nggak akan datang ke pasta.
Sampai sana suasana sudah ramai, musik juga sudah menggema,
Sakti Langsung mencari keberadaan Fernando, Setelah mengucapkan selamat. Rencananya sakti akan diam-diam pulang.
Akhirnya Sakti melihat keberadaan Fernando dan Haris. Sakti pun langsung menghampiri mereka berdua.
" Fernando selamat ulang tahun ya."
" Thanks ya sak, udah mau datang ke sini."
" Pastilah kan Lo sahabat gue.'
" Gue tinggal dulu ya, gue mau nyamperin sepupu gue dulu." Pamit Fernando.
Dan tinggallah Sakti dan Haris saja.
" Lo nggak ngambil minum."
" Oh iya gue ngambil minum dulu ya "
" Nggak usah sak, Nih gue bawain orange jus buat Lo " Monica datang sambil membawa segelas jus jeruk.
" Terima kasih ya Mon."
Sakti pun meminum orange jus pemberian Monica tanpa curiga.
Tapi nggak berapa lama sakti merasakan tubuh terasa panas. Sakti pun pergi ke toilet di dalam toilet Sakti merasakan tubuhnya kian panas.
Sakti pun memutuskan untuk keluar dari toilet dan akan berpamitan dengan Fernando.
Tapi begitu keluar dari toilet ternyata sudah ada Monica yang menunggu.
" Sak, kamu nggak apa-apa."
" Nggak tau badan aku nggak enak banget, Aku mau pamit sama Fernando dulu. Aku mau pulang aja."
" Kalau kamu sakit langsung pulang aja nggak usah pamit dengan Fernando nanti biar aku aja yang bilang. Ayo aku antar pulang."
" Nggak usah Mon, Aku bisa pulang sendiri.'
" Kondisi kamu kaya gini gimana kamu bisa nyetir mobil "
Monica pun memaksa untuk mengantarkan pulang Sakti. Sakti akhirnya membiarkan Monica mengantarnya pulang.
Monica pun langsung memapah Sakti ke mobil dan langsung melajukan mobilnya ke apartemen sakti
Sampai apartemen sakti, Monica memaksa mengantar sampai depan pintu unit apartemennya. Bahkan Monica memaksa masuk kedalam apartemennya.
__ADS_1