Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
26. bilang ke sahabat


__ADS_3

" assalamualaikum."


" walaikum salam, eh Ning khayra." ucap mbak maysaroh membukakan pintu untuk khayra.


" mbak may masak gak." tanya khayra.


" nggak mbak, kata umi masaknya nanti sore aja. siang suruh makan di rumah Bu nyai."


" oh iya lupa Abi lagi pergi sama kakek."


" iya Ning, memangnya ada apa Ning."


" oh ya udah mbak, aku ngajakin nada, gina dan Sarah ke sini. nanti aku pesan online aja kalau gitu kai ke atas dulu ya mbak." ucap Kai.


tak lama pintu rumah di ketuk.


tok...tok ...


" assalamualaikum."


" walaikum salam." mbak maysaroh membukakan pintu.


" mbak may Ning khayra nya ada."


" ada di kamarnya, kalian duduk aja dulu nanti mbak panggil dulu Ning khayra nya."


" iya mbak.' mereka pun duduk di teras rumah Ning khayra.


tok...tok....


ceklek


mendengar ada yang mengetuk pintu kamar Kai langsung membuka pintu.

__ADS_1


' maaf Ning, nada, gina sama Sarah sudah datang.'


" oh iya mbak makasih ya. mbak may boleh minta tolong buatkan es sirup taruh di teko bisa mbak."


" bisa Ning nanti saya buatin.'


" maaf mbak ngerepotin."


" nggak Ning nggak merasa di repotin kok. kalau begitu saya permisi ke dapur."


" iya mbak."


sepeninggal mbak may Kai pun langsung mengambil laptop dan ponselnya lalu turun menemui sahabatnya.


" maaf ya lama." ucap Khayra saat keluar pintu rumah.


" nggak kok Ning."


" kalian mau makan apa?." tanya Khayra


" terserah Ning khayra aja."


" fast food aja ya, soalnya aku lagi mau makan fast food."


" kita ikut Ning khayra aja." ucap nada.


akhirnya khayra pun memesan fast food lewat aplikasi ojek online.


" Ning ayo dong cerita siapa calon istrinya ustad Gibran, Sarah udah nggak sabaran." ucap Sarah.


" sabar dong sar." ucap nada.


" iya aku juga kepo Ning hehe." ucap gina.

__ADS_1


" aku cerita tapi janji ini rahasia." ucap khayra sambil memandang ke tiga temannya.


" insyaallah kita janji Ning." ucap Sarah dan dianggukin oleh nada dan gina.


" kalian ingat soal orang tua ustad Gibran yang kecelakaan." mereka mengangguk." kan aku sama Tante Ais yang bawa ke rumah sakit. nah orang tua ustad Gibran ternyata habis dari ndalem kakek habis ngutarin niatnya mengkhitbah dan aku baru tahu saat pulang dari rumah sakit ternyata ustad Gibran mengkhitbah aku."


" serius Ning." teriak mereka.


" ih kenapa peke teriak sih tuh liat santri di sana nengok ke sini semua." tunjuk Kai ke santri yang sedang tugas menyapu halaman pesantren.


" maaf Ning refleks." ucap nada.


" tapi benar Ning dilamar ustad Gibran, terus Ning khayra jawabnya apa?." Sarah mulai dengan kekepoannya.


" iya Ning." ucap gina.


" ustad Gibran lelaki yang baik, Soleh dan aku rasa bertanggungjawab dan kedua orang tua aku juga setuju, aku menerima lamarannya ustad Gibran."


" wah Ning selamat ya." ucap Sarah.


" iya Ning selamat ya." ucap gina.


" selamat ya Ning, semoga memang ustad Gibran jodoh yang di kirim Allah SWT buat Ning khayra."


"terima kasih ya."


" rasanya gimana Ning di lamar ustad Gibran secara ustad paling tampan." ucap gina.


" nggak gimana-gimana?."


" emang pas awal Ning masuk nggak tertarik sama ustad Gibran." tanya Sarah.


" nggak malah aku kesel banget. soalnya ustad Gibran kaku, dingin, nyeremin. aku selalu berusaha menghindari dia."

__ADS_1


__ADS_2