
" mas yakin nih nggak mau. kalau mas nggak mau biar di makan bibi yang punya mas sayang kalau nggak di makan mubasir." ucap Khayra.
" ya jangan dong yang mas juga kan lapar." ucap ustad Gibran saat khayra akan mengangkat sate dan juga SOP iga punya ustad Gibran.
" ya kalau lapar di makanlah jangan di lihatin aja." ucap Khayra.
" mas mau di suapin sama kamu." ucap ustad Gibran manja
" makan sendiri."
" ih kamu tuh orang suaminya ngambek bukannya di bujuk juga."
" males, Kai malah senang kalau mas ngambek jadi malam ini Kai aman soalnya badan Kai capek banget. kalau Kai membujuk mas biar nggak ngambek ujung-ujungnya Kai yang susah." ucap Khayra.
" kenapa begitu?." tanya ustad Gibran.
" ya iya lah mas tuh mesum pasti kalau Kai baikin mas pasti mas bakal minta jatah. jadi Kai mending nggak membujuk mas dari pada badan Kai makin remuk " ucap Khayra.
" yang nyenengin suami itu dapat pahala tau apalagi nyenengin suami yang satu itu pahalanya besar tahu. ingat nolak suami dosa tahu." ucap ustad Gibran
" ya karena Kai tahu dosa makanya Kai nggak mau bujuk mas karena kalau mas minta yang satu itu otomatis Kai nggak bisa nolak. kalau mas ngambek kan Kai aman mas nggak mungkin minta karena lagi ngambek " ucap Khayra.
" ya udah mas nggak akan minta jatah mas tapi kamu suapin mas "
" janji loh "
khayra pun menyuapi ustad Gibran sambil menyuapi dirinya sendiri.
" sayang susunya di minum?." ucap ustad Gibran.
" nanti aja mas, Kai kenyang banget sebentar lagi Kai minum." ucap Khayra.
" ya udah mas taruh piring kotor dulu ke dapur." ucap ustad Gibran sambil mengangkat piring kotor bekas makan tadi.
*********
Keesokan harinya khayra memilih tetap tinggal di rumah walaupun ke dua mertuanya kini pergi karena ada urusan dia nggak mau kaya kemarin menunggui suaminya kerja seharian.
" non, nanti mau di masakin apa?." tanya bibi.
" bi nggak usah kai lagi pengen makan nasi Padang jadi nanti Kai pesan online aja." jawab Khayra yang saat ini sedang menonton tv di ruang tv.
Setelah bibi pergi khayra pun menulis pesan ke ustad Gibran. khayra akan menanyakan apakah ustad Gibran makan siang di rumah atau di kantor.
my husband : assalamualaikum mas, mas nanti makan siang dimana?
tak lama ustad Gibran menelpon khayra.
" assalamualaikum sayang."
" walaikum salam mas."
" ada apa sayang? ada yang kamu pingin."
" Alhamdulillah nggak ada mas, Kai cuma mau tanya mas makan siang di rumah atau di kantor."
" kenapa emangnya?."
" Kai lagi mau makan nasi Padang."
" ya udah nanti mas beliin sebelum mas pergi meeting."
" ih orang belum selesai ngomong udah di potong, Kai tuh bukan nyuruh mas beliin nasi Padang. Kai cuma tanya mas makan dimana soalnya bibi nggak masak kalau mas makan di rumah sekalian Kai pesan nasi Padang buat mas."
" oh kirain kamu lagi ngidam."
" Kai emang lagi ngidam tapi Kai tau mas pasti sibuk jadi Kai mau pesan online aja."
" terima kasih sayang udah ngertiin mas, mas makan di kantor sayang soalnya mas ada meeting di luar jadi sekalian makan siang."
__ADS_1
" ya udah kalau gitu, assalamualaikum I love you."
" walaikum salam, love you too."
khayra pun melanjutkan menonton tv nya.
sore hari kedua mertuanya pulang saat khayra sedang memakan buah di meja makan.
" assalamualaikum."
" walaikum salam." jawab khayra sambil mencium tangan kedua mertuanya.
" gimana sayang bosen nggak seharian di rumah?" tanya mama.
" Alhamdulillah nggak mah."
" syukurlah kalau begitu, oh iya mama beliin pesanan kamu nih. martabak manis sama telur untung mereka udah buka jadi mama nggak nunggu lama." ucap mama sambil mengelus kepala khayra.
" makasih ya mah, maaf ngerepotin." ucap Khayra.
" nggak apa-apa. kita malah senang nurutin permintaan cucu kita." ucap papa.
" ya udah kamu makan martabatnya, mama sama papa mau ke kamar dulu ya."
" iya mah."
Khayra yang dari tadi sangat menginginkan martabak dengan senang hati Khayra langsung melahapnya.
" mbak Kai ini minumannya." ucap bibi memberikan segelas air putih kepada khayra.
" makasih ya bi, bibi mau ambil aja." ucap Khayra.
" nggak usah mbak Kai, bibi lihat mbak Kai makan dengan lahap saja udah senang banget mbak, semoga mbak dan baby nya sehat terus sampai lahiran nanti." ucap bibi.
" amin, makasih ya bi."
" emang bibi mau masak apa?."
" mau masak cah kangkung, udang saus Padang, cumi tepung sama tahu goreng."
" nggak usah bi, Kai makan itu aja. kalau bisa ada sambalnya bi biar maknyus."
" siap nanti bibi bikin sambal.
bibi pun kembali ke dapur untuk masak makan malam dan khayra lanjut menikmati martabaknya.
" assalamualaikum sayang." ucap ustad Gibran sambil mencium pipi Khayra.
" astaghfirullahaladzim , mas ngagetin Kai aja." ucap Khayra yang kaget tiba-tiba suaminya mencium pipinya soalnya khayra tak mendengar suaminya pulang.
" jawab dulu sayang salamnya."
" walaikum salam. kok Kai nggak dengar suara mobil mas.'
" gimana kamu mau dengar suara mobil mas kamu lagi asik makan martabak sampai nggak nengok kanan kiri gitu."
" emang Kai mau nyebrang jalan apa, pakai nengok kanan kiri."
" buktinya mas pulang kamu nggak tahu."
" udah ah, mas mau Kai bikinin kopi atau teh."
" teh hangat aja sayang pakai madu."
Khayra pun langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk ustad Gibran.
" nih mas tehnya." ucap khayra sambil memberikan secangkir teh hangat.
" makasih sayang, mas minta martabak telurnya ya."
__ADS_1
" iya mas ambil aja."
mereka berdua menikmati makan martabak dan mereka baru berhenti makan saat melihat jam ternyata sebentar lagi akan adzan Maghrib.
" yang ayo kita ke kamar, sebentar lagi magrib." ajak ustad Gibran.
" tapi martabatnya belum abis."
" di simpan dulu untuk nanti malam pasti kamu nanti malam lapar lagi."
" ya udah deh." khayra pun mengikuti apa yang di bilang oleh suaminya.
Khayra dan ustad Gibran pun masuk kedalam kamar, ustad Gibran langsung masuk ke dalam kamar mandi. sedangkan Ara memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Setelah ustad Gibran selesai mandi kini giliran khayra yang masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih aja karena khayra sudah mandi tadi.
Ustad Gibran dan khayra pun langsung melaksanakan shalat magrib berjamaah. selesai melaksanakan shalat magrib ustad Gibran mengajak Khayra untuk ngaji bersama sambil menunggu adzan isya.
Selesai shalat isya ustad Gibran dan khayra turun ke bawah untuk makan malam karena mama dan papa sudah menunggu mereka berdua.
Dan seperti biasa khayra akan mengambilkan ustad Gibran makanannya dulu baru Khayra mengambil makanan untuk dirinya sendiri. khayra yang tadi minta sambal langsung mengambil sambal yang banyak ke dalam piringnya.
Ustad Gibran yang melihat khayra menaruh sambal yang cukup banyak ke dalam piringnya tanpa bertanya lagi ke khayra ustad Gibran langsung menaruh kembali sambal yang ada di piring khayra ke wadah tempat sambal.
" mas kok di taruh lagi sih sambelnya." ucap khayra kesal
" sayang kamu tuh nggak boleh makan sambel banyak-banyak."
" tapi Kai mau makan sambel mas."
" itu udah ada di piring kamu sambel."
" mana cukup makan sambel segini sekali suap juga udah habis."
" mau segitu atau nggak sama sekali." ucap tegas ustad Gibran.
Khayra tak menjawab lagi iya pun makan dengan malas-malasan. baru dua suap yang masuk ke dalam mulutnya dan setelah itu dia hanya mengaduk-aduk makanan saja.
Kedua mertuanya sebenarnya kasihan melihat khayra yang tidak semangat makan padahal tadi dia cukup semangat makan saat melihat sambal. tapi saat ustad Gibran tak mengizinkan makan sambel banyak-banyak nafsu makan khayra hilang.
" di makan sayang jangan di aduk-aduk." ucap ustad Gibran dingin yang melihat khayra hanya mengaduk-aduk makanan saja.
Khayra yang dari tadi sudah menahan tangisnya agar tak keluar. karena khayra tak sanggup lagi menahan air matanya khayra pun beranjak dari duduknya naik ke atas dan masuk kedalam kamarnya.
" mah, pah Kai duluan." ucap Khayra bangun dari duduknya.
" sayang makanan kamu belum habis." ucap ustad Gibran saat melihat khayra pergi dari meja makan.
" bran kamu tuh yah, bisa nggak sih biarin khayra makan apa yang dia mau ingat istri kamu itu lagi hamil terkadang bukan mau dia tapi emang ngidamnya di mungkin ingin makan sambal. kamu tuh beruntung selama hamil ini Kai tak pernah ngalamin ngidam yang parah. kamu ingat kakak kamu dulu saat hamil dari bulan pertama sampai bulan kelima dia setiap pagi muntah-muntah, belum lagi di nggak bisa lihat matahari dan masih banyak lagi. jadi biarkan Kai makan apa yang dia mau." jelas mama panjang lebar.
ustad Gibran hanya diam aja, dia juga punya alasan melarang khayra untuk tidak makan sambal.
Selesai makan malam ustad Gibran membuatkan susu hamil baru dia naik ke atas masuk ke kamarnya. sampai kamar ustad Gibran mendapati khayra sudah tidur sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
" sayang susunya di minum dulu " ucap ustad Gibran lembut sambil mengelus rambut Khayra.
Khayra bangun mengambil gelas susu dalam genggaman tangan ustad Gibran. Khayra langsung meminum susu hingga habis dan menaruh gelas bekas susu ke nakas samping tempat tidur. lalu khayra kembali tidur lagi sambil menutupi wajahnya dengan guling.
Sedangkan ustad gibran memilih masuk ke kamar mandi dulu baru dia naik ke atas tempat tidur menyusul sang istri. Ustad Gibran langsung memeluk Khayra dari belakang.
" bisa nggak jangan meluk nggak tahu apa orang gerah." ucap Khayra sewot.
" mas nggak meluk kamu mas meluk anak mas."
" tapi khayra nggak mau di peluk kaya gini." ucap Khayra mencoba melepas pelukan ustad Gibran.
" tapi anaknya minta Abi untuk meluknya."
khayra yang malas berdebat dengan ustad Gibran pun hanya bisa pasrah karena mau gimana pun dirinya nggak akan pernah bisa menang debat dari ustad Gibran. Ustad Gibran tersenyum senang saat istrinya sudah tidak lagi memberontak saat ini.
__ADS_1