
Setelah apa yang terjadi dengan Sakti tadi malam. Sakti dan Haris memilih diam saat berada di kampus. Selesai sarapan Haris pamit pulang, Dan tinggal Sakti sendiri di apartemen.
*****
Di Indonesia Khayra sedang di ribet kan dengan packing barang karena mendadak mereka akan ke Amerika. Beruntung anak-anak sedang liburan sekolah jadi tidak menganggu kegiatan mereka.
Mama dan papa mertua mengajak mereka karena akan mengunjungi sahabat papa mertua yang sakit. Mama dan papa mertua Khayra sengaja mengajak anak, menantu dan cucu biar sekalian liburan.
Dan kini mereka sudah di berada di dalam pesawat pribadi al-Fatir.
" Fira kamu bawa apa itu banyak banget." Tanya kak Radit suaminya kak Gita.
Begitu melihat Zafira membuka koper kecil miliknya yang berisikan jajanan.
" Kan perjalanannya jauh om nanti kalau Fira mau jajan nggak mungkin dong nyuruh pilotnya berhenti." Jawab Zafira.
" Nanti om boleh minta."
" Tenang aja om." Jawab Zafira mengambil Chiki setelah itu dia tutup kembali kopernya dan duduk di samping Deddy nya.
" Bran anak kamu baru aja masuk pesawat udah ngemil aja." Ucap kak Gita.
" Biarin kak biar nggak cerewet."
" Astaga Deddy jadi Fira harus makan terus biar nggak usah ngomong. Sungguh tega." Ucap Zafira sambil menggelengkan kepalanya.
Semua orang yang berada di pesawat tertawa.
Sepanjang perjalanan Zafira terus a
saja menempel dengan Deddy nya. Karena Rayyan, Zafran dan Miko anak bungsunya kak Gita, Mereka sedang sibuk main game tanpa mengajak Zafira.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya mereka sampai dan langsung di jemput oleh orang suruhannya opa Hiro. Karena selama mereka di Amerika akan menginap di rumahnya opa Hiro.
Sampai rumah opa Hiro mereka langsung beristirahat karena sudah larut malam mereka sampai.
*****
Pagi ini Sakti mengendari mobilnya menuju kampus dan langsung menuju kelas. Ternyata sudah ada Haris dan Fernando duduk manis di dalam kelas.
Sakti pun langsung duduk dan ikut mengobrol dengan Haris dan Fernando. Tak lama Monica datang menghampiri mereka.
__ADS_1
" Pagi semua." Sapanya.
" Pagi."
Sakti dan Haris saling tatap melihat Monica bersikap biasa saja.
Beruntung Dosen datang jadi Sakti dan Haris nggak harus ngobrol dengan Monica.
Pelajaran selesai mereka pun langsung menuju Taman kampus sambil menunggu kelas selanjutnya.
Di taman kampus mereka pun kembali mengobrol. Baik Haris maupun Sakti memilih membiarkan Monica. Tapi mereka berdua mencoba sedikit menjaga jarak.
Gelagat Sakti dan Haris yang sedikit menjaga jarak dengan Monica. Ternyata di perhatikan oleh Fernando dan membuat Fernando curiga.
" Pulang kampus kita makan di la Vida cafe yuk." Ajak Fernando.
" Boleh..." Jawab mereka.
" Tapi bayar sendiri-sendiri ya, Gue lagi bokek." Ucap Fernando.
" Masa sih Lo nggak punya uang Do, Baru bikin pesta besar juga." ucap Monica
" Gue minta bayarin Sakti aja deh."
" Sorry Mon, Sekarang kartu gue di ganti sama bokap dan juga sama kaya Fernando Hampir limit."
" Masa sih Sak, Kok bisa."
" Iya lagi kemarin pulang ke indo gue bikin bokap marah besar dan kartu gue yang lainnya di ambil. Tinggal satu kartu yang limitnya sudah sekarat."
" Ya gue nggak bisa ikut dong, Makan di tempat yang lain aja kenapa?."
" Gue lagi pengen makan di sana." ucap Fernando.
" Haris lo juga ikut mereka." Tanya Haris.
" Iya..."
" Emang Lo punya duit makan di sana."
" Gue baru dapat bonus dari tempat kerja part time gue."
__ADS_1
" Gue bayarin dong ria,"
" Habis bayarin Lo gue harus puasa sampai bayaran part time gue lagi. Makasih deh Mon bisa mati gue nggak makan. Sorry gue nggak bisa bayarin Lo."
" Pada jahat kalian semua."
Sampai kelas selesai Monica masih aja berusaha agar bisa ikut dan di bayarin oleh salah satu dari mereka.
Namun sayangnya sampai ketiga cowok itu masuk ke mobil nggak ada dari mereka yang mau membayari Monica.
Sampai di La Vida cafe mereka langsung memesan makanan.
" Cerita sama gue ada apa Antara Lo berdua sama Monica." Tanya Fernando sambil menunggu makanan mereka datang.
" Maksudnya." Ucap Haris.
" Udah nggak usah pada pura-pura nggak ada apa-apa deh, Gue udah bisa lihat lo berdua memasang tembok dengan Monica kan." desak Fernando.
Akhirnya Haris dan sakti menceritakan kejadian saat pesta ulang tahunnya Fernando sampai apa yang di lakukan oleh Monica terhadap Sakti.
" Sumpah Lo, gue nggak nyangka kalau Monica bakal melakukan hal semenjijikan itu." Ucap Fernando.
" Kita berdua juga nggak habis pikir Monica bisa kaya gitu." jawab Haris.
" kenapa kalian nggak tegur Monica aja, Kenapa kalian membiarkan Monica."
" Kita lagi cari tahu kenapa Monica melakukan itu." Jawab Sakti
" Pantas kata berapa anak gue tanya dimana keberadaan kalian. Mereka bilang kalau kalian sudah pulang dan yang gue bingung nggak ada dari kalian yang pamit."
" Gue tadinya ngobrol sama Sakti Tapi karena gue ngelihat ada teman lama gue. gue tinggal nyapa sebentar tahu-tahunya udah nggak ada Saktinya. Pas gue cari-cari nggak tahunya di bawa Monica pergi tapi gue ngelihat gelagat mencurigakan karena Monica memaksa. Makanya gue ikuti dia." Ucap Haris yang menyembunyikan kalau dia memang di tugasin untuk menjaga Sakti.
" Sumpah gue jadi geregetan deh, Kayanya kita harus waspada deh sama dia." ucap Fernando.
" Iyu betul." timpal Sakti.
" Tapi Kalian jangan terang-terangan biar dia menjauh dengan sendirinya." ucap Sakti.
" Gimana kalau mulai sekarang semanimal mungkin kita kumpul bersama dengan Monica. Seperti sekarang ini bikin Monica nggak selalu mengikuti kita.' ucap Fernando.
" Setuju."
__ADS_1