
Selesai makan Khayra dan ustad Gibran juga Jihan mengajak pak Rudi untuk pergi ke rumah anak-anaknya di pesantren Al hikmah.
Sedangkan papa memutuskan untuk pulang ke rumah.
Khayra dan Ustad Gibran satu mobil dengan di supirin oleh Ramon.
Sedangkan Jihan satu mobil dengan ayahnya. Mobil Jihan sendiri di bawa oleh jeni.
" Han maafin ayah ya sudah membuat kalian hidup jauh dari ayah dan juga maafin semua perkataan dan perilaku ayah ke kalian." ucap Rudi Anggoro.
" Ayah nggak usah merasa bersalah kita semua tahu kok semua bukan keinginan ayah."
" Terima kasih ya nak, Oh iya Gimana kuliah kamu?." Tanya Rudi Anggoro.
" Alhamdulillah yah semua berjalan baik, Cuma biasanya Jihan kalau kuliah bareng sama Dania sekarang sendirian."
" Siapa Dania?." tanya Rudi Anggoro.
" Dania itu anak angkatnya Mommy juga , dia diangkat dari kecil sama Mommy dan Deddy waktu tinggal di Jepang. Orang tua Dania dan Mas sakti itu meninggal akibat kecelakaan Karena mereka berdua tak punya keluarga lagi jadilah mereka di angkat anak oleh Deddy dan Mommy." jelas Jihan.
" Terus memang kemana Dania nya?."
" Dania baru saja melahirkan jadi cuti kuliah dulu."
" Sudah menikah." Tanya Rudi Anggoro.
" Iya yah mereka menikah muda, Bukan karena mereka kecelakaan harus menikah. Tapi karena dalam keluarga mereka kalau sudah ada yang melamar dan mempunyai akhlak yang baik laki-lakinya. Mereka pasti lebih baik langsung menikah agar terhindar dosa."
" Mommy dan Deddy juga menikah muda, Deddy menikahi Mommy pas Mommy masih SMA. Dan Deddy saat itu jadi gurunya Mommy." lanjut Jihan.
" pak Gibran dan Bu Khayra punya anak berapa?." Tanya Rudi Anggoro.
__ADS_1
" Anak kandungnya ada tiga yang pertama Rayyan sepantaran dengan Aji, yang ke dua kembar Zafran dan Zafira sepantaran dengan Luna. Kalau Rayyan sekolah di pesantren sedangkan si kembar sekolah di sekolah internasional."
" Sedangkan anak angkatnya ada Dania dan kakaknya Sakti yang saat ini sedang kuliah di Amerika." ucap Jihan.
" Di kuliahin di Amerika?." Tanya Rudi Anggoro kaget.
" Iya karena Mommy dan Deddy tak pernah membedakan anak angkat dengan anak kandung semua sama."
" Luar biasa baiknya." Rudi sangat bangga dan kagum dengan Khayra dan ustad Gibran.
Mereka pun sampai di pesantren Al hikmah dan langsung menuju rumah yang Jihan dan adik-adiknya tempati.
Mereka semua pun turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah Jihan dan adik-adiknya tempati.
" Assalamualaikum..." Jihan membuka pintu rumahnya.
" Walaikum salam." Ternyata Bagas, aji dan Luna sedang duduk di depan tv.
"Kakak punya kejutan buat kalian." Ucap Jihan.
" Apa kak." Jawab mereka.
Tak lama Rudi Anggoro masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Bagas, aji dan Luna langsung menengok kearah pintu masuk. Betapa terkejutnya mereka melihat orang yang begitu mereka cintai dan mereka Rindui.
" Ayah..." teriak mereka bertiga sambil berlari dan memeluk ayahnya.
__ADS_1
Rudi tak bisa lagi membendung air matanya, Dirinya sungguh tak menyangka anak-anaknya sama sekali tak membenci dirinya.
" Maafin ayah..." Lirih Rudi.
" Ayah nggak usah minta maaf kami semua mengerti kok, Ayah melakukan semua ini untuk melindungi kami. Memang awalnya kami marah sama ayah tapi setelah tahu tujuan ayah kami cuma bisa berdoa semoga kita bisa bersama lagi. Dan Hari ini Allah SWT benar-benar mengabulkan doa kami yah ." ujar Bagas
" Iya yah, Ayah jangan pernah bersalah karena itu bukan kesalahan ayah " tambah Aji.
" Ayah Luna kangen pengen peluk ayah." Ucap Luna sambil menangis.
" Gadis kecil ayah yang kini sudah SMP yakin masih mau di peluk ayah." Goda Rudi.
Luna mengangguk.
Setelah berpelukan mereka pun mengobrol Tak lama Abi dan umi Khayra datang.
" Assalamualaikum." salam Abi dan umi.
" Walaikum salam."
" Oh iya pak Rudi perkenalkan ini mertua saya orang tua Khayra. Beliau pemimpin dan pemilik pesantren ini. Abi umi kenalin ini ayah dari Jihan dan adik-adiknya." Jelas ustad Gibran
" Salam kenal, Saya Azzam dan ini istri saya Khadijah kami orang tua Khayra. " Ucap Abi memperkenalkan diri.
" Saya Rudi."
" Selamat ya akhirnya bisa berkumpul lagi dengan anak-anak. " ucap umi.
" Iya akhirnya saya bisa memeluk mereka lagi."
" Semoga kalian akan terus bersama dan tak ada lagi peristiwa yang seperti kemarin." Ucap umi.
__ADS_1
" Terima kasih."