Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
110. di panggil camer


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu kini ustad Alif sudah masuk kembali mengajar. Begitu masuk Banyak rekan dan juga para santri memberi support ke ustad Alif.


Zafra yang sang pujaan hati sudah kembali mengajar sangat senang.


Dan Jam istirahat pertama ustad Alif menemui Abi di ruangannya.


tok...tok ...


" Assalamualaikum bi."


" Walaikum salam, Ayo masuk lif.'


" Makasih bi "


" Silahkan duduk "


" Iya bi."


" Gimana keadaan kamu? "


" Sudah lebih baik bi."


" Bagus lah. Kita langsung ke rumah Abah aja ya Lif ada yang kami ingin bicarakan."


" Iya bi."


Ustad Alif dan Abi berjalan menuju ke rumah kyai Ibrahim. Begitu juga dengan umi juga langsung menuju rumah mertuanya setelah suaminya memberitahukan kalau dirinya harus ke rumah mertuanya.


Sedangkan ustad Alif selama perjalanan ke rumah kyai Ibrahim terus berpikir apa yang akan di bicarakan. Walaupun saat ini sang calon mertuanya mengajaknya bicara sambil jalan tapi pikirannya terus memikirkan apa yang akan di bicarakan.


" Assalamualaikum." ucap Abi dan ustad Alif saat mereka masuk rumah Kyai Ibrahim.


" Walaikum salam."


" Ayo silahkan duduk."


Ustad Alif pun duduk di depannya sudah ada kyai Ibrahim, ummah yai, Abi dan umi.


" Kamu pasti binggung ya Lif kenapa di panggil?." tanya kyai Ibrahim.


" Iya, Abah yai."


" Panggil kakek aja Lif."

__ADS_1


" Iya kek."


" Jadi begini kami memanggil kamu mau menyampaikan mengenai kelanjutan antara kamu dan Zafra." jeda kyai Ibrahim.


" Ya Allah ada apa ini, jangan sampai mereka ingin membatalkan lamaran aku ke Zafra karena kejadian kemari. Tapi kan itu bukan salah saya ya Allah, saya hanya korban karena di jebak." gumam ustad Alif dalam hati.


Kyai Ibrahim yang melihat ketegangan di wajah ustad Alif hanya tersenyum. Karena Kyai Ibrahim tahu kalau dia berpikir akan membatalkan lamarannya pada Zafra karena kejadian kemarin.


" Nggak usah tegang lif."


" Ah..iya ..maaf ."


" Kami menyuruh kamu ke sini ingin membicarakan soal hubungan kamu dengan Zafra."


Deg...


" Ya Allah benar kan." gumam. ustad Alif lagi


" Jujur kejadian kemarin membuat kami syok terutama Zafra. Kami sudah membahasnya bersama keluarga besar Zafra juga dengan ke dua kakaknya Zafra yang saat ini berada di Jepang. Kami sepakat kamu dan Zafra untuk menikah siri terlebih dahulu. Karena umur Zafra belum cukup untuk menikah KUA. Menurut kamu gimana Lif?" tanya kyai Ibrahim.


Wajah ustad Alif langsung sumringah saat mendengar kalau dia dan Zafra untuk segera menikah. Ustad Alif nggak tahu mau berkata apa lagi karena yang sudah dia tunggu akan terlaksana dalam waktu dekat.


" Kalau kamu binggung kamu bicara dulu Lif dengan ibu dan adik-adik kamu. Nanti beritahu kami lagi kapan kamu siap menikahi Zafra." ucap Kyai Ibrahim lagi


" Ya sudah, Kamu bisa kembali ke pesantren. Kamu masih ada jadwal mengajar kan."


" Iya kalau gitu Alif pamit dulu. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Selama perjalanan kembali ke pesantren ustad Alif terus saja mengembangkan senyumnya. Bahkan sampai di ruangan ustad dan ustadzah senyum ustad Alif terus menghiasi wajah tampannya.


Di dalam kelas Zafra terus saja di ledekin oleh Zahra, Nadifa dan berapa temannya. Karena habis istirahat adalah pelajaran ustad Alif.


" Aduh Zahra ada yang tegang tuh." seru Nadifa.


" Siapa-siapa?." timpal Novi.


" Pasti kalau jantungnya bisa lari sudah pasti lari." ledek Ajeng.


" Iya bener jeng. Aduh detak nya sampai kedengaran ke sini." ucap Zahra sambil tertawa.


Zafra hanya diam saja saat saudara kembar, sepupu dan temannya meledeknya

__ADS_1


Posisi duduk mereka Zahra duduk bersama Ajeng, dibelakangnya ada Zafra dan Novi, dibelakangnya lagi ada Nadifa dan Suri. Tapi saat ini Suri tidak masuk karena sakit jadi Nadifa duduk sendiri.


" Assalamualaikum." Masuklah ustad Alif ke dalam kelas.


" Walaikum salam."


Semua santri sangat senang ustad idolanya sudah kembali beraktivitas. Tapi tidak dengan seorang gadis yang saat ini mencoba mengendalikan detak jantung dan kegugupannya.


Pelajaran pun di mulai ustad Alif terus saja mengembangkan senyumnya selama pelajaran berlangsung sekali-kali melirik sang kekasih hati.


Habis Ashar ustad Alif Sampai ke rumah, dan rencananya ustad Alif akan bicara ke ibu dan adiknya setelah sholat isya. Dan ustad Alif pun memutuskan untuk shalat Magrib dan isya di musholla dekat rumahnya.


" Assalamualaikum." ucap ustad Alif dan Athar.


" Walaikum salam. Ayo kita makan dulu." Ajak ibu.


Kami pun makan malam dengan lesehan, karena di rumah tidak punya ruang makan. Jadi kami lebih suka makan di ruang tv.


" Bu habis ini ada yang mau Alif bicarakan dengan kalian.' ucap Alif.


Dan semua hanya mengangguk.


Selesai makan dan ibu juga shema sudah membereskan bekas makan mereka. Ustad Alif pun memulai bicara saat semua sudah duduk tenang.


" Ada apa nak?." tanya ibu.


" Bu tadi Alif di panggil sama Kyai Ibrahim dan Gus Azam juga ummah yai serta umi yai."


" Ada apa nak? apa karena kemarin." potong ibu.


" Iya Bu."


" Tapi kan itu bukan kesalahan kamu nak. Masa mereka mau membatalkannya nak." ucap ibu sedih.


" Iya mas, Nggak bisa begitu." ucap shema.


" Jangan bilang mereka mau mas menerima wanita ular itu." kesal Athar.


" Bukan karena itu, Jadi mereka manggil Alif karena mereka meminta Alif untuk nikah sirih aja lebih dahulu karena kan belum bisa di daftar ke KUA karena umur Zafra belum cukup. Menurut ibu gimana?."


" Alhamdulillah." Jawab mereka serempak.


" Kalau menurut ibu lebih cepat lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2