Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
171. Khalid


__ADS_3

Keesokan harinya Khalid diajak Abi nya untuk kembali mengunjungi pesantren Al hikmah. Tentu saja Khalid menyambutnya dengan senang hati . Karena dia bisa bertemu dengan perempuan yang sudah mencuri hatinya.


Sampai di pesantren Khalid dan Abi nya di sambut oleh Gus Azzam. Kini Mereka sedang berkeliling pesantren melihat keadaannya pesantren.


Setelah melihat asrama putra mereka pun berlanjut untuk melihat sekolah yang di miliki oleh pesantren. Khalid dan Rasyid begitu terpukau melihat betapa besar dan lengkapnya sekolah yang di miliki oleh pesantren Al hikmah.


Khalid melihat sekeliling mencari seseorang tapi tak juga menemukan yang dia cari. Khalid masih berpikir mungkin dia berada di dalam salah satu ruangan di sana.


Sampai Khalid dan Abinya pamitan untuk pulang , Khalid juga tak melihat keberadaannya. Padahal besok dirinya akan kembali ke Kairo dan Dua Minggu lagi baru kembali ke Indonesia dan bergabung di pesantren.


" Ya udah mas, Aku pamit dulu.." Pamit Rasyid.


" Iya hati-hati semoga selamat sampai ke Kairo. dan kamu Khalid jangan lupa kembali lagi ke sini dan bergabung di pesantren ini." Ucap Abi


" Siap om, Khalid nggak lupa kok."


" Nanti mau bilang aja berangkatnya kapan dan jam berapa biar di jemput."


" Iya om."


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Khalid membuang napas begitu mobil yang dia tumpangi bersama Abinya berjalan keluar gerbang pesantren. Khalid benar-benar kesal dan kecewa karena dia tidak menemukan yang dia cari.


*********


Hari ini Khalid akan terbang kembali ke Indonesia setelah dua Minggu dia mengurus berkas keperluan dia nanti di Indonesia.


Khalid pun diantar umi dan Abinya ke bandara. Entah kenapa biasanya orang akan berat meninggalkan tanah kelahirannya. Tapi tidak dengan Khalid, dirinya sangat semangat dan tidak sabaran untuk sampai di Indonesia.


" Di sana kamu harus jaga kesehatan kamu, Jangan telat makan dan juga sering-sering telpon umi." Ucap Abibah memeluk putranya.


" Iya umi Khalid akan sering-sering telpon umi. Umi juga di sini jaga kesehatan, Jangan cepek-cepek." Ucap Khalid melepas pelukan uminya dan beralih memeluk Abi nya.


" Di sana kalau ada apa-apa kamu bisa langsung minta tolong om Azzam. Dan manfaatkan ilmu yang kamu dapatkan di sini. Agar ilmu itu bisa bermanfaat untuk para santri di sana."


" Dan ingat boy jaga pandangan kamu, Kalau Kamu menyukai dia shalat istikharah Nak. Kalau Sudah mendapatkan jawabannya langsung bilang ke Abi Biar Abi melamarnya untuk kamu. Jadi Jangan cuma suka mencuri pandang kalau memang sudah yakin. Segera lah halalkan dia, Jangan malah menumpuk dosa karena tak menjaga pandangan mata."


Khalid sungguh kaget dengan ucapan Abi nya bagaimana Abi mengetahuinya.

__ADS_1


" Abi tahu." Tanya Khalid.


" Insyaallah kalau kamu memang berniat menghalalkan dia Abi dan umi Merestui."


" Serius umi, Abi. Tapi dia masih sekolah bi. Khalid harus nunggu."


" Tenang aja Mommy nya dulu juga di Khitbah saat masih sekolah SMA kelas Tiga dan tetap bisa menyelesaikan sekolahnya. Tantenya juga malah kelas dua SMA di khitbah nya. Jadi nggak menutup kemungkinan mereka juga tidak mempermasalahkan itu." Ucap Abi nya.


Khalid pun langsung tersenyum lebar.


" Ya sudah sana berangkat nanti ketinggalan pesawat." Ucap Uminya.


" Iya , Abi...umi Khalid berangkat ya. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


*******


Pagi ini Sakti terus saja memperhatikan adiknya yang terlihat tak bersemangat. Sampai parkiran sekolah Sakti menahan adiknya untuk tidak keluar dari mobil .


" Kenapa?." Tanya Sakti.


Dania menggeleng.


Dania pun membuang napas


" Dania cepek mas melihat Tatapan orang-orang ke Dania. Belum lagi mereka suka bisik-bisik di belakang Dania mas. Jujur Dania risih dan nggak nyaman mas." Ujar Dania.


" Tenang Nia tahan sebentar lagi, Tinggal menunggu Mas sakti ujian kelulusan Minggu depan. setelah itu Kamu ujian kenaikan kelas." ucap Sakti menenangkan sang adik.


" Iya mas, Dania ke kelas dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Dania.


" Walaikum salam."


Sakti sebenarnya juga geram melihat para siswi yang masih saja terus membicarakan Dania. Memang kejadian itu sudah lama berlalu Tapi para siswa terus membicarakan Dania.


Memang ada sebabnya mereka membicarakan Dania, Karena laki-laki yang mencium sang adik Masih suka ada di sebrang sekolah.


Sebenarnya Sakti ingin kembali menghajar orang tersebut. Tapi om Roman selalu memperingatkan Untuk dirinya fokus ke ujian saja.


Menurut om Roman selama laki-laki itu tidak mendekati Dania. Om Roman menyuruhnya untuk tetap diam. Dan om Roman juga memperlihatkan untuk tidak mengecewakan orang tua angkatnya.

__ADS_1


Makanya Sakti selalu giat belajar dan selalu berprestasi. Dirinya tidak ingin Mommy dan Deddy nya malu.


******


Khalid sudah tiba di Indonesia dan di jemput oleh supir pesantren. Khalid pun sangat senang dan ingin cepat sampai ke pesantren.


Begitu sampai di pesantren Khalid langsung di sambut Abi dan umi.


" Assalamualaikum om...Tante." Ucap Khalid mencium tangan teman orang tuanya.


" Walaikum salam, "


" Ayo masuk dulu lid, nanti baru di antar ke tempat tinggal kamu." Ucap Abi


Khalid pun mencoba mempersiapkan diri, Khalid nervous begitu memasuki rumah om Azzam.


" Kamu sudah shalat Dzuhur kan Khalid."


" Alhamdulillah sudah om, Tadi di jalan mampir dulu ke masjid."


" Ya sudah kita langsung makan saja "


Mereka pun langsung pergi menuju meja makan, Khalid makin nervous dan jantungnya berdetak kencang.


" Hai Khalid apa kabar?." Tanya ustad Alif.


" Alhamdulillah baik mas."


" Ayo duduk lif." Ucap ustad Alif menyuruh Khalid duduk.


Khalid pun duduk


" Ayo Khalid silahkan di nikmati jangan sungkan, Sekarang om di sini sebagai pengganti orang tua kamu. Dan kamu sudah om Anggap sebagai anak om jadi jangan sungkan."


" Iya om."


Khalid pun mengambil makanannya sambil dia mencari keberadaan gadis yang telah mencuri hatinya


" Kok nggak ada ya?. Padahal ini hari Minggu, Kemana ya?." Gumam Khalid dalam hati.


" Apa mungkin sedang pergi dengan keluarganya ya? Atau dia tidak tinggal di sini?." Gumam Khalid lagi sambil menikmati makan siangnya.

__ADS_1


Selesai makan Khalid pun di antar menuju Rumah khusus untuk para ustad.


__ADS_2