
Berapa bulan berlalu kini Dania, Zafran dan Zafira bersiap akan menghadapi ujian kelulusan. Dan Minggu ini Dania yang akan menghadapi ujian kelulusan.
Sudah satu bulan ini Khalid selalu cerewet dengan Dania. Satu bulan ini Dania di larang Khalid untuk mengerjakan perkerjaan rumah. Khalid hanya meminta Dania fokus untuk ujian. Karena Khalid nggak mau Dania kelelahan dan jatuh sakit saat ujian tiba.
Hari ini hari pertama Dania ujian, Khalid sudah membuatkan sandwich dan juga susu.
" Abang bikin apa?." Tanya Dania begitu sampai meja makan.
" Ini Abang bikinin kamu sandwich kan kamu bilang nggak mau makan yang berat jadi Abang bikinin sandwich aja." Jawab Khalid sambil memberikan sepiring sandwich ke Dania.
" Terima kasih, Harusnya Dania tahu yang nyiapin sarapan buat Abang. Tapi ini malah Abang yang siapin." Ucap Dania sedih.
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi Dania.
" Nggak apa-apa sayang nanti setelah ujian kamu bisa mengerjakan semuanya." Ucap Khalid menenangkan Dania agar tidak sedih.
" Ayo di makan." Ucap Khalid lagi.
Mereka berdua menikmati sarapan yang khalid buat.
" Sayang, Mas Rayyan jadi pulang ke rumah." Tanya Khalid
" Iya kemarin pagi di jemput sama supir. " Jawab Dania.
" Pantas tiba-tiba kulkas penuh bahan makanan." Ucap Khalid.
" Iya Mommy yang ngirim "
" Oh iya sayang bengkel dan cucian mobil dua Minggu lagi sudah bisa beroperasi. Abang pengen buat acara syukuran sekali Gus pembukaan. Nanti selesai kamu ujian kita ke rumah Mommy sama Deddy yuk."
" Emang sudah jadi bang."
" Sudah sekarang tinggal finishing aja "
" Semoga berkah ya bang usaha kamu."
" Amin..."
****
Seperti biasa Khayra menyiapkan sarapan untuk suami, anak dan mertuanya.
__ADS_1
Kini semua sudah berkumpul di meja makan.
" Princess opa kenapa cemberut?." Tanya papa.
" Mas Rayyan enak banget libur masa adik masuk." jawab Zafira dengan muka di tekuk.
" Ya kan kelas ada yang lagi ujian biar nggak berisik ganggu yang ujian makanya di liburkan." ucap mama
" Yak udah kalau kamu mau libur berarti kamu nggak mau masuk SMP ." Ucap Rayyan datar.
" Ya nggak mau ah, Fira kan mau jadi anak SMP kaya mas Rayyan."
" Ya udah sekolah."
" Iya mas Rayyan mah nggak bisa di ajakin becanda."
" Sudah princess di makan sarapannya terus berangkat ke sekolah."
" Iya Ded."
" Rayyan nanti kamu jadi ikut Daddy ke kantor?." tanya Papa.
" Iya opa, Rayyan mau belajar opa biar nanti Rayyan bisa bantu Deddy. "
" Karena Rayyan kan anak pertama Mom, Walaupun ada mas Sakti. Tapi Rayyan anak kandung pertama Mommy dan Deddy cucu laki-laki pertama keluarga Al Fatir. Sudah kewajiban Rayyan nanti yang meneruskan usaha keluarga yang sudah di bangun dari nol sampai sekarang."
" Sedangkan Miko kan sudah pasti akan memegang perusahan om Radit. Jadi bukannya anak-anak Deddy lah yang harus meneruskan semua ini." Ujar Rayyan.
" Tapi opa nggak mau cucu-cucu opa terbebani dengan semua ini. Kalau kalian punya cita-cita yang lain maka kejarlah. Jangan jadikan perusahaan sebagai penghalang kalian." ucap opa
" Nggak opa ini juga Rayyan yang minta di ajak Deddy ke kantor untuk belajar."
" Ya sudah kalau itu memang keinginan kamu.'
Setelah sarapan Zafran dan Zafira diantar supir ke sekolah. Ustad Gibran, papa dan Rayyan juga berangkat ke kantor.
Di rumah tinggal Khayra dan mama saja.
" Kamu nggak ke resto atau supermarket nak." tanya mama
" Nggak mah, kenapa?."
" Karena kamu nggak kemana-mana gimana kalau kita ke panti asuhan aja yuk. Kebetulan bulan ini mama belum ke sana." ajak mama
__ADS_1
" Boleh mah, Mau jalan jam berapa?." Tanya Khayra.
" Jam sembilan aja gimana soalnya kan kita mesti beli kan mereka jajanan dan juga buku-buku buat mereka." ucap mama.
" Ya udah mah Kai ke kamar dulu ya, sekalian nanti minta izin ke mas Gibran kalau mau pergi sama mama.".
" Iya mama juga mau lihat tanaman mama dulu baru siap-siap."
Khayra pun pergi ke kamarnya sedangkan mama pergi ke kebun mini di belakang rumah.
****
Pukul sembilan pagi mama dan khayra pun pergi ke panti asuhan. Tapi sebelum itu mereka berdua mampir untuk membeli sesuatu yang akan di bawa ke panti asuhan.
Selesai membeli kebutuhan untuk di bawa ke panti asuhan. Mereka pun langsung pergi ke panti asuhan cahaya kasih. Sampai panti asuhan cahaya kasih mereka meminta berapa pengurus panti untuk membawakan barang yang mereka bawa.
" Assalamualaikum...." mama dan khayra memberi salam begitu sampai di pintu masuk.
" Walaikum salam Bu Khairul dan mbak Kai. mari silahkan masuk. " Bu Yuni kepala panti asuhan cahaya kasih menyuruh kami masuk.
" Terima kasih Bu Yuni, Bu Yuni gimana sehat?.' Tanya mama.
" Alhamdulillah sehat Bu, ibu, mbak Kai dan juga keluarga bagaimana sehat juga."
" Alhamdulillah kami sehat."
" Bagaimana mbak Kai sudah ada tanda-tanda bakal dapat cucu."
" Belum Bu, Tapi biar saja toh dania nya juga masih sekolah. Nanti aja begitu kelar ujian baru saya suruh mereka program kehamilan." jawab Khayra.
" Mudah-mudahan secepatnya ya di kasih momongan "
" Amin."
" Bu Yuni boleh ketemu dengan anak-anak." Tanya Khayra.
" Hanya beberapa soalnya yang lainnya sekolah."
" Iya nggak apa-apa."
Bu Yuni pun mengajak kami ke halaman belakang. Begitu sampai di halaman belakang ada berapa anak yang sedang bermain.
Khayra senang memerhatikan anak-anak itu bermain. Sampai pandangan Khayra menangkap tiga anak yang sedang duduk diam di salah satu bangku di taman belakang.
__ADS_1
" Bu Yuni siapa mereka?." Tanya Khayra sambil menunjuk ketiga anak itu.