Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
98. Osaka 1


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan dua belas menit dari stasiun Osaka. Kami pun sampai di Kuromon Ichiba market untuk makan siang.


Kuromon Ichiba adalah pasar tertutup yang ramai yang membentang sepanjang 580 meter di Chuo Ward Osaka. Dijuluki "Dapur Osaka" karena pemilik rumah lokal dan koki restoran mendapatkan persediaan mereka di sini, pasar ini terkenal dengan makanan lautnya yang segar dan baru-baru ini menjadi lokasi wisata yang populer. Akibatnya bisa cukup ramai. Pada tahun 2015 pasar dikunjungi oleh rata-rata 23.000 orang per hari, tetapi angka itu kemungkinan besar sekarang lebih tinggi. Salah satu alasan popularitas pasar ini adalah karena banyak kios akan menyiapkan, memasak, dan menyajikan makanan mereka untuk Anda langsung di tempat. Ini menjadikannya tempat yang sangat baik untuk berjalan-jalan, mencicipi, dan mengemil berbagai makanan pasar segar yang lezat.


Meskipun pedagang ikan segar mulai muncul di daerah ini sejak awal abad ke-19, baru pada tahun 1902 sebuah pasar didirikan di sini. Awalnya pasar itu disebut Enmyoji Ichiba setelah kuil terdekat bernama Enmyoji. Kuil ini terkenal dengan gerbangnya yang dicat hitam, sehingga tidak lama kemudian pasar tersebut mendapat julukan “Kuromon Ichiba” atau “Pasar Gerbang Hitam”. Sayangnya kuil dan gerbangnya hancur total oleh kebakaran besar pada tahun 1912, dan hari ini pasar tersebut hanya dikenal sebagai Kuromon Ichiba.


( osakastation.com )


Khayra yang melihat banyak toko yang menjual aneka seafood yang jarang dia lihat. Khayra pun langsung meminta sang suami untuk mencoba beraneka seafood yang di jual.


" Mas aku mau makan scallops sana crab stik." ucap Khayra.


Ustad Gibran pun memesan Scallops, crab stik, beef dan lobster untuk kita makan ramai-ramai. Setelah itu di lanjutkan makan siang di salah satu restoran yang berada di sana.


Sebelum pulang menuju hotel Khayra membeli ice cream, ubi bakar dan takoyaki. Maklum busui jadi bawaannya lapar terus apalagi setelah selesai memberikan asi ke Rayyan pasti Khayra akan mencari makanan karena lapar.


Sampai hotel semua langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat.


" Sayang biar mas aja yang mandiin Rayyan kamu siapin bajunya aja." ucap ustad Gibran saat menghampiri Khayra yang sedang membuka baju Rayyan.


" Alhamdulillah kalau begitu, Air hangatnya sudah aku siapin."


Ustad Gibran pun langsung mengangkat Rayyan untuk dimandikan.


" Ayo boy's mandi sama Daddy"

__ADS_1


Terkadang Khayra bersyukur mendapatkan suami seperti ustad Gibran. Seperti saat ini ustad Gibran selalu membantu Khayra untuk mengurus Rayyan. Apalagi kalau ustad Gibran libur kerja sudah pasti dialah yang mengerjakan semuanya. Mulai dari mandi, memakaikan baju, makan dll.


" Sayang kamu mandi dulu sana terus istirahat biar mas yang pakaikan baju Rayyan." ucap ustad Gibran keluar dari dalam kamar mandi.


Akhirnya khayra pun mengikuti kata suaminya, dia pun segera masuk ke kamar mandi untuk beristirahat.


Selesai mandi Khayra pun langsung menyusui Rayyan tak lama Rayyan pun tertidur. Ternyata Khayra pun ikut tertidur sampai sebuah tangan yang memeluk pinggangnya membangunkan Khayra. Khayra sempat kaget tapi karena tahu tangan siapa yang memeluk pinggangnya..


" Lanjut tidur lagi sayang, nanti malam kita lanjut lagi jalan." bisik ustad Gibran yang tahu kalau khayra terbangun saat dia peluk.


Khayra yang mendengar bisikan ustad Gibran langsung berbalik menghadap ke ustad Gibran. Memeluk ustad Gibran dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang ustad Gibran.


Habis sholat magrib kami kumpul di lobby hotel setelah itu berangkat menuju dotonburi. Dotonburi adalah pusat perbelanjaan yang juga cukup terkenal di Osaka.


" Dek kamu berapa lama bakal tinggal di Jepang?." tanya mas Iqbal ketika mereka sedang menunggu makanan datang.


" Belum tahu mas, nunggu perusahaan di sini stabil baru pulang. Mungkin setahun atau dua tahun." ucap Khayra.


Mas Iqbal hanya manggut-manggut saja.


" Oh iya kata Abi kamu ke Jepang awalnya menghindari seorang. emang siapa? " tanya mas Iqbal.


" Panjang ceritanya."


" Ceritain lah ."

__ADS_1


Akhirnya Khayra pun menceritakan tentang Syifa yang minta di nikahi oleh ustad Gibran. Dan nyuruh menceraikan Khayra kalau nggak mau di madu.


" Mas Iqbal yang cuma dengar dari kamu aja gregetan apalagi Gibran sama kamu. Udah gitu Kyai Salman juga bilang ke anaknya mau menjodohkan anaknya dengan anak Abi tapi nggak bilang dulu sama Abi. Kok anak kyai kaya gitu ya." ucap Mas Iqbal kesel.


Khayra hanya tersenyum melihat kakaknya kesal setelah mendengar cerita dari khayra.


" eh... Tapi entar dulu deh, kalau Kyai salman itu berniat menjodohkan anaknya dengan anak Abi. Berarti Kyai Salman berniat menjodohkan perempuan itu ke mas Iqbal dong."


Khayra dan ustad Gibran tertawa melihat mas Iqbal baru sadar kalau dirinya yang awal ingin di jodohkan kyai Salman untuk anaknya.


Dewi, silmi dan Michiko yang tahu ceritanya hanya tersenyum saja.Tapi tidak dengan kedua temannya mas Iqbal terlihat binggung.


" Untung mas Iqbal lagi nggak ada di sana, kalau ada di sana gimana nasib mas Iqbal dek "


" Nggak apa-apa mas, itung-itung olahraga jantung punya istri unik." ledek ustad Gibran.


" Adik ipar durhaka anda."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terima kasih yang sudah membaca, maaf kalau tulisannya masih berantakan karena masih belajar....


karena banyak yang minta agar Double up, Jadi hari ini Double up ya.


Di tunggu ya...

__ADS_1


__ADS_2