Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
49. kembali ke sekolah


__ADS_3

habis shalat subuh khayra langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan. karena hari ini dia akan kembali ke sekolah jadi dia hanya membuat sarapan pagi sayur SOP dan ayam tepung. tiga puluh menit dia berkutat di dapur akhirnya selesai. khayra pun bergegas untuk naik lagi ke lantai atas ke kamarnya karena dia harus siap-siap berangkat ke sekolah.


setelah rapi khayra kembali ke bawah dia juga tidak lupa membawa tas sekolahnya. khayra sudah duduk di meja makan menunggu suaminya tadi ustad Gibran memilih untuk shalat subuh di masjid.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."


" maaf ya sayang kamu jadi nungguin mas, habis tadi di ajak ngobrol dulu sama para ustad." ucap ustad Gibran yang nggak enak melihat istrinya menunggu dia untuk sarapan.


" sudah ayo kita sarapan." khayra langsung mengambilkan makanan untuk suaminya.


setelah selesai sarapan khayra pun membereskan bekas makan tadi khayra sedang mencuci piring tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang Khayra sambil mencium leher Khayra yang kerudung sudah di angkat agar bisa Langsung mencium lehernya tanpa ada penghalang.


" mas ih... awas ganggu orang cuci piring tahu nggak."


" cuma sebentar sayang."


" mas..."


" iya...iya sayang."


" Kai berangkat dulu. assalamualaikum." khayra pamit berangkat ke sekolah.


" walaikum salam, nggak mau mas antar."


" ya Allah mas sekolahan depan mata juga."


" Siapa tahu gitu mau di antar."


" nggak usah."


" sayang nanti kunci rumah taruh mana."


" mas bawa aja nanti Kai ambil ke mas kalau sudah pulang. baju buat ngajar Kai sudah siapin di tempat tidur.'


" makasih sayang"


Khayra sudah sampai ke sekolah di kelas sudah ada nada, gina dan Sarah.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."

__ADS_1


" lagi pada ngomongin apa?." tanya Khayra.


" itu loh kita dengar berapa Minggu lagi bakal di adakan camping gitu.' jawab Sarah.


" oh ya kok aku nggak tahu ya."


" ini baru katanya Ning belum tahu juga."


" kalau benar kita bakalan camping pasti seru "


" iya betul tuh "


tak lama bel sekolah berbunyi semua semangat untuk belajar kembali.


pulang sekolah Khayra memilih untuk beberes rumah setelah ganti baju Khayra mulai membawa pakaian kotor ke tempat cucian untuk di cuci. sambil menunggu cucian yang masih di giling di mesin cuci khayra memilih untuk menyapu dan dilanjutkan mengepel rumah. selesai mengepel. mesin cuci berhenti dia bergegas membilas lalu di keringkan lanjut di jemur.


karena hampir magrib Khayra memilih untuk mandi setelah itu dia shalat magrib sendiri karena ustad Gibran tadi izin harus ke kantor karena ada masalah di kantor. sambil menunggu adzan isya khayra memilih untuk mengerjakan pembukuan cafe. pas adzan isya pas selesai sudah dia mengerjakan pembukuan cafe. selesai shalat isya khayra memilih menonton tv sambil menunggu suaminya pulang, dia juga sudah memesan makanan lewat aplikasi yang akan dia makan nanti bareng suaminya.


jam sudah menunjukkan pukul delapan malam tapi suaminya belum juga pulang. karena khawatir khayra langsung mengambil ponselnya yang berada di atas meja untuk menghubungi suaminya tapi sudah berapa kalian dia telpon suami tapi tidak diangkat.


" mas Gibran kemana sih? kenapa nggak angkat telpon aku? " gumam Khayra pada dirinya sendiri.


khayra masih terus menghubungi suaminya tapi tetap saja tidak diangkat karena kesal khayra melempar ponselnya ke sofa sampingnya.


" awas aja kamu mas kalau ternyata kamu bukan ke kantor tapi nemuin wanita lain. hiks...hiks...'


karena kecapekan nangis kini khayra tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.


sedangkan di kantor ustad Gibran dan kak Hilman sedang sibuk mengurus masalah kantor cabang yang di Surabaya tiba-tiba merugi cukup banyak dan banyak para investor ingin mengakhiri kerja samanya. ustad Gibran dan kak Hilman berusaha untuk memberikan pengertian kepada para investor bahwa dia akan segera menyelesaikan masalah ini secepatnya dan meminta mereka untuk tetap bekerja sama dengan perusahaannya mereka.


dan setelah perdebatan panjang akhirnya para investor tersebut tidak jadi mengakhiri kerjasamanya. tapi kalau dalam sebulan ustad Gibran tidak dapat menyelesaikan permasalahan kantor cabang terpaksa mereka memutus kerja sama dan itu akan berakibat perusahaan gibran akan merugi besar.


" pak Gibran sepertinya ada yang tak beres dengan laporan keuangan kantor cabang, coba bapak lihat ini." ujar Akbar, Akbar adik dari Hilman yang juga membantu Gibran di perusahaan.


Akbar memberikan penemuannya dan banyak pengeluaran yang tidak jelas terdapat di sana.


" bran Lo lihat ini ada beberapa kontrak kerjasama yang sama sekali kita tidak dapat laporannya." ustad Gibran pun memeriksa semua penemuan mereka.


" kayanya ada yang korupsi deh bran." ucap Hilman.


" seperti nya." timpal Akbar


" kayanya gue harus ngomong ke bokap masalah ini soalnya kantor cabang di Surabaya yang pegang adalah teman bokap gue." tiba-tiba pintu ruangan ustad Gibran terbuka dan masuk lah papanya ustad Gibran bersama om Wisnu, om Jaka dan juga Dito. mereka adalah tangan kanan papanya.

__ADS_1


" papa."


" kalian sedang membahas masalah kantor cabang Surabaya." tanya papa tanpa basa basi langsung ikut bergabung di sofa ruangan ustad Gibran begitu juga om Wisnu, om Jaka dan Dito ikut duduk dan bergabung dengan mereka.


" iya pah, kami menemukan pembengkakan pengeluaran keuangan kantor cabang dan juga beberapa kontrak kerjasama fiktif ."


" bagus, apa kalian sudah ada solusinya?."


" kita sedang sedang memperkuat bukti-bukti agar kita bisa langsung mengambil tindakan yang tegas."


" sudah dapat."


" belum." ucap ustad Gibran singkat.


papa langsung melempar berapa map yang dia ambil dari tangan om Wisnu.


" semua itu adalah bukti yang papa kumpul kan berapa bulan ini. papa mendapatkan laporan yang tidak beres tentang perusahaan cabang yang di Surabaya atas laporan anaknya om Wisnu mala yang ada di kantor cabang yang malang dia bilang pak Surya melempar proyek PT. Adi perkasa ke pak Moris. harusnya proyek itu sudah berjalan tujuh puluh persen tapi baru berjalan lima puluh persen sedangkan anggarannya sudah habis. pak Surya melimpahkan proyek tersebut ke pak Moris dan dia juga memberikan surat perintah palsu atas nama papa kalau sisa pembangunan proyek itu pakai dana yang ada di kantor cabang yang di malang. pak Moris dan Mala curiga makanya langsung menghubungi papa.'


ustad Gibran mengambil map yang di lempar papa di atas meja.


" lusa ada pertemuan dengan PT. anugrah di Surabaya. kamu ganti kan papa dalam pertemuan itu dan jadikan itu alasan kamu bisa datang ke kantor cabang Surabaya papa sudah bilang ke pihak PT anugerah kalau kamu yang akan menemuinya."


" kenapa harus gibran pa.'


" kalau papa yang ke sana pak Surya pasti curiga. tapi kalau kamu pasti pak Surya nggak curiga."


" benar mas Gibran yang di bilang om Khairul. selain kita melakukan pertemuan dengan PT anugerah kita juga bisa melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan yang langsung kerjasama dengan kantor pusat tanpa campur kantor cabang jadi mereka tidak curiga kalau kita akan lama di sana.' ujar Akbar.


" betul kata Akbar kalau kamu yang ke sana mereka akan biasa saja karena kamu bukan ancaman mereka tapi kalau papa kamu mereka pasti akan menutup atau melenyapkan bukti-bukti.' ujar om Wisnu.


" kamu akan berangkat besok sore sama om jaka dan Akbar. om jaka akan membantu kamu menemui orang-orang papa yang masih setia dengan papa." ucap papa.


" kenapa nggak om Wisnu."


" kalau kamu dengan om Wisnu sama aja bohong karena Surya tahu om Wisnu tangan kanan langsung papa kamu. tapi kalau om jaka Surya tidak tahu om Jaka karena om Jaka selalu menutupi kalau dia tangan kanan papa juga. yang Surya tahu dia hanya direktur pemasaran aja."


" oke berarti besok Gibran akan berangkat dengan om Jaka dan Akbar."


setelah itu papa, om Wisnu dan Dito pergi tinggal om Jaka aja yang masih berada di sana. karena harus menyusun strategi agar bisa membongkar dalang yang ber korupsi dan juga yang menyalah gunakan wewenang di kantor cabang Surabaya.


" kalian mau nginap di kantor ini sudah jam sepuluh malam kalian nggak pulang." ucap om Jaka.


semuanya kaget karena saking fokusnya mereka lupa kalau sudah larut. mereka pun segera membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2