Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
54.


__ADS_3

khayra langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga suaminya. air mata khayra mengalir deras, khayra menatap sendu wajah suaminya dia mengelus wajah ustad Gibran.


" Sakit mas... sakit, hati aku sakit mas " ucap lirih khayra.


Khayra turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi Khayra memilih untuk mandi. Selesai mandi dia memilih mengaji sambil menunggu adzan subuh.


Saat adzan berkumandang khayra pun membangunkan ustad Gibran.


" Mas bangun yuk sudah subuh." karena tak ada respon khayra langsung mengguncang tubuh ustad Gibran sedikit kencang.


Ustad Gibran yang terganggu langsung bangun dan duduk menyender di Kepala tempat tidur. Ustad Gibran belum menyadari keberadaan istrinya. Ustad Gibran sedang fokus dengan rasa sakit kepala hebat. Sambil ustad Gibran mengingat- ingat apa yang terjadi tadi malam.


" Astaghfirullahaladzim.' ucap ustad Gibran kaget karena ustad Gibran melihat tubuh polosnya.


Mata ustad Gibran melihat sekelilingnya dia merasa kenal dengan ruangan ini. Dia ingat dia meminum minuman yang sudah di campur oleh obat perangsang dan itu baru akan bisa reda kalau sudah tersalurkan hasratnya.


" Astaghfirullahaladzim." ucap ustad Gibran sambil mengusap kasar wajahnya.


' Sudah bengong nya." suara khayra mengagetkan ustad Gibran.


" Sayang kamu di sini." ucap ustad Gibran di langsung turun dan ingin memeluk istrinya.


" Stop, pakai handuk nya." ucap khayra sambil melempar handuk


" Kenapa sayang?


"Mas gak malu telanjang bulat depan aku.'


" Emang ada yang salah sayang."


" Udah mendingan sekarang mas masuk kamar mandi mas mandi."


" Mas mau meluk kamu dulu. mas bisa jelasin semuanya."


" Mas, mas bisa nggak mandi sekarang aku nungguin mas buat shalat subuh berjamaah.'


" Iya...iya mas mandi tapi kamu jangan ninggalin mas setelah mas jelasin semuanya."


" Iya."

__ADS_1


Ustad Gibran pun masuk kedalam kamar mandi dan dua puluh menit dia menyelesaikan mandinya lalu memakai pakaian yang khayra siapkan.


Ustad Gibran mengimami khayra saat ini setelah dua Minggu Khayra tidak di imamin oleh ustad Gibran. Selesai shalat ustad Gibran langsung bersimpuh memeluk Khayra.


" Sayang jangan tinggalin mas, mas tahu mas salah mas menyesal kenapa mas minum-minuman itu sayang. Mas bersumpah mas nggak tahu siapa yang mas tiduri semalam sayang demi Allah sayang mas melakukan itu tanpa sadar karena pengaruh obat.' ustad Gibran mendongak ke atas melihat wajah istrinya karena sang istri hanya diam saja.


" yang jangan diam aja dong, kamu boleh marah sama mas boleh caci maki mas tapi jangan pernah tinggalkan mas sayang.' ucap ustad Gibran lagi


tes...


Air mata khayra jatuh khayra sangat sedih melihat sang suami amat merasa bersalah seperti ini. Hatinya juga perih merasakan suami begitu merasa bersalah.


" Kai nggak akan ninggalin mas, jadi mas tenang aja.' ustad Gibran duduk di depan istrinya setelah mendengar ucapan istrinya nya.


" Makasih sayang, soal wanita itu nanti mas tanya sama Akbar karena mas ingat Akbar yang bawa mas pergi."


" Ngapain mas cari dan ngapain mas tanya ke kak Akbar."


" Sayang maaf mas mengkhianati kamu mas memang nggak ingat siapa wanita itu tapi mas tahu mas menidurinya dan mas harus tanggung jawab sayang.' ucap ustad Gibran tertunduk lesu.


" Kenapa harus bertanggung jawab memang salah kalau suami meniduri istrinya?."


" Ya terus." ucap Khayra kesal


Ustad Gibran garuk-garuk kepala yang tidak gatal di binggung.


' Mas semalam yang mas tiduri itu Kai mas, astaga baru pisah dua Minggu sudah nggak ngenalin tubuh istrinya padahal sebelum ke Surabaya sehari bisa berapa kali coba Kai di bolak balik kaya ikan asin yang lagi di jemur." ucap khayra kesal.


" Maaf sayang jangan marah, terima kasih karena ada di saat yang tepat." peluk ustad Gibran.


' Eh... tunggu kok kamu bisa ada di sini." ustad Gibran melepas pelukannya dan menatap khayra penuh selidik.


" Mas tanya kenapa aku bisa di sini. dan harusnya aku marah karena mas mengacaukan rencana kai tau.' ucap khayra sebal.


" Rencana apa?."


cup...


Khayra mencium bibir ustad Gibran sambil mengatakan. " selamat ulang tahun suami ku, semoga mas selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan juga kelancaran. dan semoga mas juga selalu di lindungi oleh Allah SWT terhadap orang yang mau menyakiti mas. dan satu lagi yang paling penting semoga mas makin sayang dan makin cinta sama Kai. amin.'

__ADS_1


' Amin ya Allah, makasih sayang atas doa dan ucapannya. maaf mas mengacaukan rencana kamu mas janji hari ini mas akan mengajak kamu jalan-jalan ke tempat yang kamu mau. dan satu lagi yang terlupakan sayang semoga di bertambahnya umur mas semoga ada Gibran junior di sini.' ucap ustad Gibran sambil mengelus perut khayra.


" Amin semoga Allah mengabulkan doa kita ya mas."


" Tapi kita kalau kita tidak membuatnya gimana bisa jadi sayang.'


" Mas bukan Kai mau nolak mas itu Kai sedikit ngilu gara-gara semalam mas, mas mainnya kasar.' ucap khayra pelan.


" Coba mas lihat sayang takut kenapa-kenapa."


" Udah ah mas Kai mau turun ke bawah menemui mama dan papa."


" Ada mama sama papa di sini.". khayra mengangguk lalu dia berdiri menuju pintu.


' Sayang tunggu.'


Akhirnya khayra dan ustad Gibran turun ke bawah.menemui mama dan papa.


" Mas mau aku buatin apa?."


" Kopi aja."


" Tunggu ya Kai buatin dulu." khayra pun berjalan ke dapur ternyata sudah ada mama dan asisten rumah tangga di sana sedang membuat sarapan.


" Pagi ma, lagi buat apa? ada yang kai bisa bantu." tanya Kai.


".Pagi juga Kai, kok sudah bangun Kai emang nggak capek." ucap mama.


" Capek mah tapi nggak bisa tidur Kai terus mikirin mas Gibran kalau Kai nggak ke sini gimana nasib mas Gibran? terus kalau mas Gibran masuk perangkat mereka apa Kai sanggup kehilangan mas Gibran !. rasanya Kai sakit hati sekali mah melihat suami Kai diperlakukan seperti itu." ucap Khayra sedih.


" Sudah ya sayang jangan di pikirin nanti kamu sakit."


" Iya mah."


Tapi ada satu orang yang sangat bahagia, orang itu ustad Gibran dia mendengar pembicaraan khayra dengan mamanya saat ustad Gibran Yang akan minta di buatin kopi untuk yang lainnya. langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari khayra.


" Terima kasih ya Allah SWT telah menumbuhkan cinta di hati khayra karena aku tahu saat kami menikah bukan karena khayra sudah jatuh cinta atau mencintai hamba. dia menerima hamba karena patuh pada orang tua juga kakek dan neneknya. dan satu yang aku pinta terus jagalah cinta kamu sampai kami tua."


Setelah berdialog dengan hatinya ustad Gibran mendatangi khayra dan meminta untuk di tambah kopinya. dan khayra pun langsung menuruti perintah suaminya dan membawa kopi tersebut ke teras samping dan di sana sudah ada papa, om Wisnu, om Jaka, kak Hilman dan kak Akbar di sana. setelah memberikan kopi khayra kembali ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2