Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
77.


__ADS_3

" Abi, kita harus ke rumah sakit sekarang." ucap umi yang baru mendapat telpon bahwa Khayra akan melahirkan.


" Ya udah kita siap -siap." ujar Abi.


" Bi, Zahra ikut ya." ucap Zahra.


" Iya nak sekalian kamu bangunin Zafra juga." ucap Abi.


Zahra yang di bolehin ikut Pun langsung menuju kamarnya Zafra.


tok..tok...


" Zafra...." teriak Zahra.


" Apa sih Ra?.' kesal Zafra yang merasa tidurnya terganggu.


" Cepetan siap-siap kita mau ke rumah sakit kak Kai mau melahirkan." ucap Zahra dan Langsung pergi ke kamarnya yang berada di sebelahnya.


Zafra pun segera siap-siap karena dia juga ingin melihat keponakannya.


Sementara di rumah sakit Khayra sudah berada di ruangan bersalin dan Ustad Gibran selalu setia berada di samping Khayra. Menggenggam tangan Khayra, menguatkan istrinya agar kuat berjuang melahirkan buah hati mereka.


" Mas Kai takut." lirih Khayra sambil menahan rasa sakit.


" Jangan takut sayang ada mas di sini. Kalau kamu merasa kesakitan kamu bisa pukul mas, bisa janggut mas, atau apa saja sayang." ucap Ustad Gibran menenangkan Khayra sambil mencium kening Khayra.

__ADS_1


Di luar ruangan bersalin mama dan papa tampak cemas walaupun ini bukan cucu pertama mereka. Tapi bagi mereka sama saja, sama-sama menegangkan.


Tak lama datang Gita kakak perempuan Ustad Gibran bersama suaminya.


" Mah, pah gimana?." tanya Gita.


" Belum tahu masih di dalam ruangan persalinan."


" Semoga Kai dan bayinya selamat dan sehat tanpa kurang satu apapun." doa kak Gita.


" Amin."


Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan persalinan. Mama, papa, kak Gita dan suaminya langsung mengucap syukur atas kelahiran anaknya Ustad Gibran dan Khayra.


" Gimana Kai dan bayinya." tanya mama menghampiri putranya.


" Alhamdulillah mah, Kai dan bayinya sehat. Anak Gibran cowok mah jadi mama punya cucu sepasang." ucap Ustad Gibran memeluk sang mama.


" Selamat ya sayang sudah menjadi seorang ayah."


" Makasih mah."


" Selamat ya nak sudah menjadi seorang ayah. Dan setelah ini tugas kamu semakin berat." ucap papa.


" Makasih pah, Gibran tahu pah. Tolong doain Gibran semoga bisa menjadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab ke anak-anak Gibran."

__ADS_1


" Sudah pasti nak."


" Selamat ya dek, semoga anak kamu menjadi anak yang Soleh, pintar, tampan dan bisa membanggakan orang tuanya." ucap kak Gita memeluk sang adik satu-satunya.


" Amin, makasih kak."


Khayra di pindahkan ke ruangan VVIP, sengaja Ustad Gibran memesan kamar itu agar istri dan anaknya nyaman.


" Selamat ya sayang sudah menjadi seorang ibu." ucap mama memeluk menantunya.


" Makasih mah."


" Selamat ya nak sudah menjadi seorang ibu." ucap papa.


" Makasih pah."


Kak Gita dan suaminya juga memberikan ucapan selamat kepada khayra. Tak lama suster datang mendorong box bayi. Semuanya langsung menghampiri baby boys tersebut.


" Masya Allah gantengnya cucu Oma." ucap mama yang gemas melihat baby boys.


" Iya mah, tapi kenapa mirip Banget sama Gibran sebelas dua belas sama Gibran. kamu cuma kebagian matanya aja Kai." ucap kak Gita.


" Iya kak, masa aku cuma kebagian matanya aja. padahal aku yang mengandung sembilan bulan sebel ga tuh kak." ucap Khayra sambil memanyunkan bibirnya.


Suster pun memberikan baby boys ke Khayra untuk diberikan asi. Alhamdulillah ASI-nya Khayra keluar jadi baby boys bisa menyusu. Tak lama baby boys pun tertidur pulas. Khayra pun meletakkan kembali baby boys ke boxnya supaya nyaman.

__ADS_1


__ADS_2