Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
203.


__ADS_3

Khayra pun memesan makanan untuk di kirim ke kedua anaknya dan juga untuk orang tua nya.


Selesai makan Zafira masih mengajak Khayra dan Zafran berkeliling mall. Zafira benar-benar menangih janjinya dia mengajak kami keluar masuk toko.


Khayra hanya geleng-geleng kepala melihat anaknya berbelanja.


" Dek udah kali ini udah banyak tahu, Mas Zafran udan capek ngikuti kamu.' Protes Zafran.


" Nanti dulu masih satu lagi yang belum Fira kunjungi."


" Ya Allah dek, Mau beli apalagi sih ini sudah sepuluh kantong loh."


" ihs..mas Zafran cerewet deh, Habis ini Fira mau ke toko mainan mau beli Lego. Terus pulang ya mampir beli d'crepes, Chattime, bola-bola ubi sama ..." Zafira tampak masih berpikir.


" Sama apa lagi." Tanya Zafran


" lihat aja nanti Fira bingung."


" Astaghfirullahaladzim dasar perut karung." gumam Zafran.


" Awas ya kalau mas Zafran ikut pesan."


" Sudah mau lanjut atau mau bertengkar."


" Iya lanjut Mom."


Mereka pun pergi ke toko mainan


" Mom beliin mas Rayyan Lego star war kan yang ini mas Rayyan belum punya." ujar Zafira.


Khayra hanya mengangguk saja, Karena nggak setiap bulan juga Khayra membebaskan anak-anaknya untuk membeli apa pun yang mereka inginkan. Khayra dan ustad Gibran lebih meminta mereka untuk menabung terlebih dahulu.


Atau reward dari apa yang mereka kerjakan baru Khayra dan ustad Gibran membebaskan anaknya untuk belanja.


Saat ini karena ustad Gibran yang sudah terlanjur menjanjikan ke putri bungsunya. Makanya putri bungsunya langsung membeli apa yang sedang dia inginkan.


Setelah empat jam berkeliling mall akhirnya mereka pun pulang ke rumah. Khayra yang menyetir mobilnya sendiri benar-benar ingin cepat-cepat sampai rumah.


Sampai ruman Khayra langsung merebahkan tubuhnya.


*****


Sementara di pesantren makanan kiriman Mommy nya sudah datang. Rayyan yang saat itu Langsung mengambilnya di depan gerbang.


Sambil membawa paper bag kembali ke sekolah. Rayyan melihat sang kakak mau pulang.


" Kak Dania..." Panggil Rayyan.


Bukan hanya Dania saja yang nengok tapi juga para santri yang lainnya. Tapi memang Rayyan orangnya cuek jadi nggak peduli dengan para santri yang menatapnya.

__ADS_1


" Ada apa?."


" Sushi dari Mommy buat kakak sama sekalian antar ke rumah kakek."


" Kamu."


" Aku mau makan sama teman-teman aku."


" Oh ya udah sini." Rayyan pun memberikan dua paper bag ke Dania.


Setelah itu Rayyan pun pergi menemui para sahabatnya.


" Gus bawa apa?." Tanya Leo.


" Aku di kirim makanan sama Mommy kita makan bareng yuk." Ajak Rayyan.


Rayyan pun mengeluarkan aneka sushi dari paper bag.


" Itu apa Gus?." tanya Basri.


" Ini tuh sushi makanan Jepang tahu. tapi aku belum pernah coba Gus." ucap Asep.


" Ya udah ayo kita makan." Ucap Rayhan.


" Ini apa aja Gus."


" Yang ini salmon mentari, terus ini dalamnya belut, ini tuna, ini crab stik."


" Iya ini ikan salmon mentah tapi enak "


" ah yang bener Gus ikan mentah di makan."


" Iya ini enak."


Mereka pun mulai memakannya ada Yang suka ada yang nggak suka. Tapi setidaknya mereka sudah pernah mencoba.


****


Khayra duduk di atas ranjang sambil mengecek laporan dari restoran dan usaha Khayra yang lainnya. Sambil menunggu ustad Gibran pulang.


Sekitar pukul sembilan malam ustad Gibran pun pulang.


Ceklek.


" Assalamualaikum, Sayang kirain sudah tidur." Ustad Gibran pun berjalan ke meja kerjanya yang ada di kamar untuk menaruh tas kerjanya.


" Walaikum salam, Aku nungguin kamu mas." kata Khayra sambil menghampiri ustad Gibran. Membantu melepas jas nya.


" Kamu sudah makan mas.' Tanya Khayra.

__ADS_1


" Alhamdulillah sudah tadi sama klien."


" Ya udah kamu mandi dulu gih, aku bikinin teh manis hangat."


" Boleh minta hot chocolate aja Nggak."


" Ya udah aku ke dapur dulu.'


Khayra pun keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk membuat hot chocolate.


Sedangkan ustad Gibran langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Karena badannya sudah lengket seharian bekerja.


" Bu Kai mau apa biar bibi yang bikinkan." ucap salah satu art yang ada di rumah.


" Nggak usah bi, saya cuma mau bikin minum buat bapak aja kok. Bibi istirahat aja kalau sudah selesai."


" Ya udah Bu saya ke belakang dulu." pamit bibi


Khayra langsung membuat hot chocolate permintaan suaminya. Setelah selesai Khayra pun kembali ke kamarnya.


Sampai kamar ternyata ustad Gibran belum selesai mandi nya. Khayra pun meletakkan minuman dan juga kue yang tadi dia bawa di nakas. Khayra pun berjalan ke lemari menyiapkan baju tidur untuk suaminya.


Ustad Gibran pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang. Setelah itu ustad Gibran memakai baju yang sudah di siapkan oleh sang istri.


" Nih mas di minum dulu.' Khayra memberikan gelas yang berisi hot chocolate permintaan suaminya.


" Gimana tadi pasti Fira menangih janjinya ya?." Tanya ustad Gibran


" Iya aku di rampok sama Fira dan sekarang aku mau merampok kamu."


" Memang apa aja yang di beli."


" Banyak buku, baju, tas, sepatu, mainan, makanan banyak pokoknya."


" Sepertinya aji mumpung itu anak."


" Iya jadi tolong ya bapak Gibran yang terhormat jangan lupa transferannya kalau bisa Double."


" Apa sih yang nggak buat kamu yang jangankan double aku bakal transfer triple asal kamu nyenengin aku dulu."


" Dih di kira aku apaan nyenengin kamu dulu baru dapat transferan. Tapi nggak masalah asal transfernya ke aku aja awas kalau ke yang lain." Ancam Khayra


" Mana berani aku yang, Udah yuk cepetan.'


' Dasar ingat umur udah punya mantu juga."


' Kalau untuk urusan itu mas yang ada hubungannya Tahu.'


" Ya sudah lah aku pasrah kalau gitu."

__ADS_1


" Sok pasrah padahal juga mau.'


__ADS_2