Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
112. ke mall


__ADS_3

Kini Khayra sudah berada di dalam kamarnya sedang menyusui Rayyan. Dan ustad Gibran sedang tiduran di sebelahnya Khayra.


" Besok mas ke kantor dulu ya, Nggak apa-apa kan?." tanya ustad Gibran.


" Nggak apa-apa mas. terus besok mas naik apa?." tanya Khayra.


" besok ada supir yang jemput mas. besok juga mama sama Michi bakal kemari."


" Oh ya udah."


"Ray sudah pulas sayang."


" Sudah mas."


" Berarti sekarang Giliran bayi gede kamu yang di kelonin."


" Mas ih... masih siang juga lagi pula nggak kasihan sama Kai badan Kai capek tahu." ucap Khayra sambil memanyunkan bibirnya.


" Aduh..." sentilan tepat di berikan oleh ustad Gibran.


" Mas, sakit tahu." ucap Khayra sebal.


" Lagian kamu mikirnya negatif Mulu, orang mas cuma minta di peluk doang."


" Yakin cuma minta peluk."


" Ya kalau kamu nggak capek sih nggak apa-apa, mas sih selalu siap."


" tuh kan, Aku tuh sudah apal mas sama kamu bilang minta peluk tapi nanti tangannya gentayangan, bilang satu ronde tapi nyatanya dua sampai tiga ronde udah kaya beli barang buy one get two aja."


sedangkan ustad Gibran hanya terkekeh mendengar istrinya ngomel.


" Kalau sekarang mas nggak akan minta. Nanti malam aja kita bikin adik buat Rayyan." bisik ustad Gibran.


Mendengar itu Khayra langsung mengusel di dada bidang ustad Gibran.


Sore hari Khayra memutuskan untuk pergi ke mall bersama dengan Zahra dan Nadifa.


" Kita mau kemana dulu nih?." Tanya Khayra.


" Kakak ke sini mau cari apa?"


" Kakak ke sini mau cari hadiah buat Zafra sama mau cari baju sama mainan Rayyan."


" Ya udah kita cari yang kakak mau beli terus makan habis itu kita cari baju buat di pakai nanti biar kembaran gimana?."


" Iya boleh tuh." seru Nadifa.


" Ayo siapa takut."


" Berarti kita kemana? kakak mau kasih hadiah apa?."

__ADS_1


" Kakak mau ngasih hadiah jam tangan couple."


" Ya udah berarti kita ke toko jam."


Mereka pun pergi ke toko jam


" Selamat sore, bisa di bantu."


" Saya mau lihat jam tangan couple mbak."


" oh... mari kak sebelah sini." ucap pelayan toko menunjukkan letak jam tangan yang Khayra minta.


Mereka pun melihat-lihat jam tangan yang di maksud.


" Menurut kalian kalau yang ini Gimana?"


Tanya Khayra.


" Bagus kak." ucap Nadifa


" Iya bagus." timpal Zahra.


" Mbak saya mau yang ini dong." ucap Khayra.


" Baik kak, silahkan langsung ke kasir untuk pembayarannya."


Setelah melakukan pembayaran dan jam tangan pun sudah di kemas cantik. Khayra bersama Zahra dan Nadifa pun meninggalkan toko jam. Mereka pergi menuju salah satu toko pakaian. Mereka melihat-lihat bermacam-macam model pakaian muslim.


" Kok dua model kak." tanya Zahra.


" Nggak kakak mau beli yang ini baut di pakai umi, nenek, Tante Mala, Tante Aisyah dan mama"


" Tambah satu kak, istrinya kak Ridwan."


" Oh iya kakak lupa."


" terus yang cowok-cowok nggak pakai seragam." tanya Nadifa.


" Kita beliin baju Koko aja yang warnanya sama."


" boleh."


" Mbak..." panggil Khayra ke pelayanan toko.


" Iya kak bisa di bantu."


" Saya mau tanya baju yang ini dengan ukuran yang ini ada stok nggak. yang ini juga."


" Perlu berapa banyak kak."


" Yang ini enam dan kalau yang ini lima."

__ADS_1


" Tunggu sebentar ya kak, Kami cek dulu."


Tak lama pelayan toko kembali lagi dengan bungkus baju yang dia bawa.


" Alhamdulillah ada kak."


" Ya sudah kita ambil, oh iya mbak kalau baju Koko yang warna senada dengan baju yang ini ada nggak." ucap Khayra sambil menunjuk baju yang tadi dia pilih.


" Ada kak."


Akhirnya Khayra pun membeli baju Koko yang senada dengan baju mereka.


Setelah dari toko baju kami memutuskan untuk shalat magrib gantian karena kami membawa belanjaan. Selesai shalat magrib kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu.


" Kalian mau makan apa?." tanya Khayra.


" Kak kita makan di restoran Korea yuk. Aku sama zafra dan Nadifa sudah rencana mau makan di sana tapi belum ke sampaian."


" Kalau kita makan ke sana kasihan Zafra dong."


" Tapi kalau Zafra marah gimana Ra?." tanya Nadifa.


" Ya kalau marah suruh ajak suaminya buat makan di sana. Lah kalau kita mumpung ada Kak Kai yang bayarin." ucap Zahra cengengesan.


" Dasar." ucap Khayra dan Nadifa kompak.


Akhirnya mereka menuju ke restoran Korea. Zahra dan Nadifa memakan banyak yang terdapat di restoran tersebut. Maklum karena restoran all you can eat jadi mereka bisa makan sepuasnya.


Selesai makan mereka lanjut berbelas kali ini ke toko mainan. Khayra membelikan Rayyan dan juga shaqilla anaknya Tante Aisyah mainan dan juga baju. sebelum pulang mereka juga membeli sepatu kembaran untuk Khayra, Zafra, Zahra, Nadifa dan Michiko.


Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang karena saking asiknya berbelanja mereka sampai tak ingat waktu. setengah sembilan malam mereka baru keluar dari dalam mall.


Sedangkan di rumah Zafra terus saja mengomel karena kembaran dan kakaknya juga sepupunya. Pergi ke mall tanpa mengajaknya, sungguh membuat iri Zafra.


" Bang Gibran kak Kai beli apaan sih kok mereka lama banget ke mall nya." tanya Zafra ke kakak iparnya.


Saat ini Zafra, Mas Iqbal, umi dan Abi sedang duduk di ruang tv. Sedangkan Rayyan sudah tidur dari habis adzan isya.


" Ya mana tahu beli apa?." ucap Ustad Gibran.


" Iiiihhhss... ngeselin banget sih mereka."


" Udah sih dek jangan ngomel melulu dari tadi." ucap mas Iqbal.


" Habis mereka tuh ngeselin mas, mereka pergi jalan-jalan ke mall tanpa ngajak Zafra.'


" Sudahlah nak, Nanti setelah kamu nikah masih bisa jalan sama mereka." ucap Abi.


" Atau kamu kan nanti bisa jalan tuh berduaan sama Alif. kan selama ini nggak pernah jalan berduaan kan." goda mas Iqbal.


" Udah nggak usah ngambek gitu. Kak Kai lama karena kita nggak baju banyak dan juga mainan buat Rayyan. Kasihan nggak punya mainan di sini. makanya Kak Kai lama."ucap ustad Gibran menenangkan adik iparnya.

__ADS_1


__ADS_2