Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
39. malam pertama


__ADS_3

tok..tok...


" nak makan malam dulu." suara umi dari luar.


" iya umi." jawab Khayra


setelah membereskan alat shalat, Kai pun mengajak ustad Gibran untuk makan malam. Kai dan ustad Gibran keluar kamar menuju meja makan ternyata di sana sudah ada umi, Abi, mas Iqbal, zafra, Zahra,Tante maryam, om Bayu dan juga Barry.


" maaf nunggu Kai ya?" ucap Khayra karena melihat mereka belum mulai makan.


" nggak kok, sudah ayo duduk kita mulai makannya." ucap Abi.


kami pun mulai makan umi mengambilkan Abi makanan begitu juga Tante Maryam, Kai yang melihat itu langsung melakukan hal yang sama. Kai mengambil piring mas Gibran lalu dia isi dengan nasi


" mas nasinya segini cukup." tanya Khayra.


" sudah cukup."


" mas mau pakai lauk apa?."


" sayur SOP, perkedel, tempe sama sambel." jawab ustad Gibran.


Kai pun mengambil lauk sesuai yang ustad Gibran mau.


" nih mas."


' Makasih."


" sama-sama."


" dek mas Iqbal juga mau." ucap mas Gibran menyodorkan piring ke Kai.


" Barry juga mau kai.'


" zafra mau."


" Zahra juga kak." semua menyodorkan piring ke Kai.


" dasar pada jomblo, sini karena Kai baik Kai akan ambilkan."


Kai mulai mengambilkan mereka nasi dan lauk ke piring mereka. sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihatnya. setelah itu baru Kai mengambil makan untuk dirinya sendiri.


setelah makan malam semua masuk kamar masing-masing. sampai kamar Kai langsung masuk kamar mandi buat gosok gigi, cuci muka dan ganti baju dengan baju tidur. setelah itu gantian ustad Gibran yang masuk kamar mandi. karena belum ngantuk Kai memilih duduk di kasur sambil menonton TV.


begitu keluar kamar mandi ustad Gibran langsung merangkak naik ke kasur duduk di sebelah Kai.

__ADS_1


" Kai kamu nggak gerah masih pakai kerudung di kamar." tanya ustad Gibran.


" nggak mas."


" buka aja yang kan udah di dalam kamar ini." ucap ustad Gibran.


Kai spontan langsung nengok ke ustad Gibran.


" kenapa mas kan suami kamu memang salah ya kalau lihat rambut kamu." ucap ustad Gibran karena melihat tatapan Khayra seperti kaget karena di suruh lepas kerudung.


" astaghfirullahaladzim , maaf mas Kai lupa." ucap Khayra sambil melepas hijabnya.


ustad Gibran yang melihat Kai melepas hijabnya terpesona dengan rambut Kai yang tergerai lurus hitam sebahu.


" Masya Allah, sungguh cantik luar biasa ciptamu ya Allah." gumam ustad Gibran dalam hati sambil terus memandangi Khayra tanpa berkedip.


" mas Gibran kenapa ngelihatin Kai kaya gitu ?." tanya Khayra.


ustad Gibran langsung tersadar begitu Khayra bertanya padanya.


" maaf, kamu cantik." ucap ustad Gibran pelan.


Kai yang di bilang cantik langsung salting karena malu pandangan Kai kembali menatap televisi. sedangkan ustad gibran hanya tersenyum melihat istrinya salah tingkah.


" sayang."


" sayang mas boleh minta hak mas gak."


Khayra kaget mendengar pertanyaan mas Gibran.


" kalau belum siap nggak apa-apa kok mas tahu karena kamu masih sekolah dan kamu pasti khawatir soal gosip kemarin." ucap ustad Gibran yang melihat Kai gugup.


sebenarnya Khayra belum siap tapi bagaimanapun Khayra harus memberikan haknya. Khayra juga takut berdosa menolak ajakan suami.


" Bu..bukan gitu mas Kai cuma takut kata orang-orang bakalan sakit." ucap Khayra


" memang bakal sakit di awal tapi mas janji akan pelan-pelan."


karena ustad gibran sepertinya menginginkan Kai pun mengangguk memberikan jawaban. ustad Gibran yang mendapat lampu hijau sangat senang.


" kita shalat sunah dulu ya." ajak ustad Gibran.


kami pun melakukan shalat sunah dua rakaat. setelah membereskan alat shalat, ustad Gibran menuntun Kai untuk duduk di kasur. ustad Gibran menatap Khayra sambil tangannya menyentuh pipi Khayra. jangan di tanya lagi soal Khayra wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. tiba-tiba sesuatu yang kenyal menyentuh bibir Khayra. Khayra langsung melotot dan diam seperti patung ketika ustad Gibran mencium bibirnya. karena tidak ada penolakan ustad Gibran lanjut ******* bibir Khayra semakin lama semakin dalam. setelah puas dengan bibir Khayra dia pun turun menciumi leher jenjang Khayra. semakin lama semakin panas akhirnya mereka melakukan pergulatan panas sepanjang malam entah sudah berapa ronde. yang pasti Khayra baru tidur pukul setengah tiga pagi.


ustad Gibran bangun duluan setelah mendengar suara adzan subuh. dia pun membuka matanya dia tersenyum lebar saat dia tahu bahwa dia sedang memeluk Khayra, ditambah apa yang telah terjadi berapa jam sebelumnya. sebelum bangun ustad Gibran mencium kening Khayra yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


ustad Gibran masuk kamar mandi setelah dua puluh menit ustad Gibran menyudahi urusan mandinya dan keluar sudah rapi memakai baju Koko dan sarung. lalu dia berjalan menuju tempat tidur membangunkan istrinya.


'" sayang bangun yuk, kita shalat subuh dulu." panggil ustad Gibran sambil mengelus pipi mulus Khayra.


karena Khayra tidak juga bangun akhirnya ustad Gibran menciumi papi Khayra terus menerus sampai Khayra terbangun. Khayra merasa tidurnya terusik perlahan membuka mata.khayra kaget karena ustad Gibran terus menciuminya.


" mas..ih ganggu orang tidur aja." ucap Khayra sebel dengan suara serak khas bangun tidur.


" makanya bangun sayang sudah subuh ayo mandi terus kita shalat berjamaah." ucap ustad Gibran lembut.


dengan berat hati Khayra pun bangun dari tidurnya. dan langsung melangkah ke kamar mandi tapi baru mau berdiri Khayra merasakan sakit di bagian intinya.


" auw..."


ustad Gibran langsung menghampiri Khayra


" kenapa sayang apa yang sakit?" tanya ustad gibran sedikit panik.


Khayra menggeleng " nggak apa-apa mas cuma itu aku sakit aja." ucap Khayra pelan.


" mana coba mas lihat."


" mas ih udah ah malu tahu, aku mau mandi."


" kenapa malu mas juga udah lihat." ucapan ustad Gibran langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri. khayra yang malu karena ucapan suaminya memilih langsung masuk kamar mandi.


tak membutuhkan waktu lama Khayra menyelesaikan mandinya dan langsung bergabung dengan suaminya untuk shalat subuh.


" sudah siap sayang." tanya ustad Gibran yang akan mulai mengimami Khayra.


sedangkan Khayra hanya mengangguk. selesai shalat ustad Gibran berbalik dan Ara langsung mengambil tangan ustad Gibran untuk mencium tangannya dan ustad Gibran mencium kening Khayra. setelah itu mereka melanjutkan untuk berdoa. setelah selesai Khayra langsung membereskan peralatan shalatnya.


" yang tidur lagi yuk, mas pengen. " bisik ustad Gibran sambil memeluk Khayra yang sedang melipat sejarah.


" Udah pagi mas ngapain tidur lagi.kai mau bantu umi di dapur." ucap Khayra.


" yang, tapi.."


" udah ah mas, Kai mau ke dapur dulu mas mau di buatin apa?" potong Khayra


Khayra bukannya nggak tahu keinginan suaminya tapi badannya masih capek dan itunya juga masih sakit.


" yang nolak suami dosa loh."


" mas ku sayang ini udah pagi kalau Kai nggak bantuin umi dan malah lanjut tidur yang ada Kai nanti diceramahi. sekarang Kai mau ke dapur mas mau di buatin apa?." ucap Khayra sambil melepas pelukannya ustad Gibran.

__ADS_1


" kopi aja. nanti kamu taruh di teras aja ya. mas mau ke teras aja."


__ADS_2