Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
106. panas


__ADS_3

" Assalamualaikum." ucap Athar dan Shema.


Ternyata tidak hanya Athar dan Shema tetapi juga Zafra. Zafra yang tahu kedatangan kyai Salman dan rombongannya langsung izin keluar kelas.


" Walaikum salam."


Athar, Shema dan Zafra pun masuk dan duduk tak jauh dari Gus Zaki.


Sedangkan Kyai Salman binggung kenapa tiga orang anak ini yang muncul.


" Kenapa anaknya Gus Azam ikut gabung ke sini?. Dan kenapa tatapan anaknya Gus Azam seakan membenci kehadiran kami." gumam kyai Salman dalam hati.


" Baiklah karena semuanya sudah kumpul, Marilah kita mulai saja." ucap Kyai Ibrahim.


" Maaf pak Kyai, Anak saya mana?."


" Maaf sebelumnya saya ceritakan dulu kejadian semalam. Baru nanti saya kasih tahu keberadaan Syifa." ucap Kyai Ibrahim.


Kyai Ibrahim pun menceritakan kejadian yang terjadi semalam. Dan tampak Kyai Salman dan rombongan kaget dan juga malu.


" Terus sekarang Syifa nya dimana?."


" Sekali lagi saya mohon maaf kepada kyai Salman dan keluarga. Pihak keluarga ustad Alif sepakat melaporkan ke pihak kepolisian. Dan Syifa sekarang di tahan di sana."


" Memang nggak bisa di selesaikan secara keluarga kenapa harus langsung lapor ke polisi. Kan saya sudah bilang kalau saya akan datang kenapa nggak menunggu saya." ucap Kyai Salman dengan suara tinggi.


" Maaf ya bapak kyai yang terhormat, anak bapak sudah berbuat kriminal jadi sudah sepantasnya dia di jebloskan ke penjara." ucap Athar.

__ADS_1


" Eh.. anak kecil kamu itu siapa? Jangan sok jagoan."


" Saya itu adik dari ustad Alif. "


" Athar.."


" Maaf Abah yai."


" Begini aja kyai Ibrahim, seperti yang di ceritakan sebenarnya kan nggak harus Syifa di laporkan ke polisi. Mungkin Syifa begitu karena Syifa nya suka dengan ustad itu. Kan tinggal nikahin aja masalah beres."


" Menurut anda dengan menjebak orang anda bilang biasa." ucap Athar sengit.


" Harusnya anda bersyukur kalau kakak anda di sukai oleh anak saya. Asal kamu saya itu punya pesantren besar di Kalimantan sana. Saya itu orang yang cukup di segani oleh orang-orang di sana. Sebenarnya dengan anak saya suka dengan Kakak kamu itu sudah menjatuhkan harga diri keluarga kami. Asal kamu tahu yang pantas bersanding dengan anak saya tuh harus keturunan kyai atau ulama terkenal. " ucap Kyai Salman sombong.


Semua yang ada di sana hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap Kyai Salman.


" Nggak heran saya melihat sifat Syifa seperti itu ternyata orang tuanya juga sama. Mungkin Bagi anda kejahatan anak anda hal yang biasa tapi apakah anda tidak berpikir bahwa itu merugikan orang lain."


" Kamu anaknya Gus Azam kan, Kenapa kamu ikut campur. Kamu tuh nggak ada kaitannya dengan Masalah ini." potong Kyai Salman.


" Menurut anda saya nggak ada kaitannya dengan Masalah ini. Asal anda tahu yang menjadi korban kelicikan anak anda itu calon suami saya. Bagaimana saya tidak ikut campur?. Sebelumnya anda menjanjikan anak anda untuk di jodohkan dengan kakak saya tanpa bicara terlebih dahulu. Anda kira saya akan membiarkan kakak saya berjodoh dengan anak anda yang memang bukan wanita baik-baik."


" Kenapa nggak, buktinya Mala!." unjuk Kyai Salman.


" Kenapa dengan istri saya pak kyai." ucap om Zidan yang nggak terima istrinya di tunjuk.


" Saya tahu Gus Zidan mala dulunya kaya gimana? dia kan ikut genk motor, susah di atur. Tapi buktinya Mala berubah begitu menikah dengan kamu. Berarti Syifa juga bisa dong, Makanya saya mau jodohin ke anaknya Gus Azam."

__ADS_1


" Itu lain cerita pak kyai, Saya yang mengajak nikah Mala. Maka saya berkewajiban membimbing Mala. Tapi kalau anak namanya memaksa kehendak."


" Kemarin anak anda mengejar kakak ipar saya dengan nggak tahu malu nya menyuruh Kakak saya bercerai dengan suaminya. Apakah itu wanita baik-baik? dengan teganya mau merusak rumah tangga orang. Bahkan mengganggu keluarga kami."


" Tapi kan kakak kamu masih kan sama suaminya." elak kyai Salman.


" Ya karena Kakak saya dan suami tahu yang di hadapinya adalah wanita nggak tahu malu. Makanya mereka lebih baik menghindar, dan dengan santainya anda juga bilang ke kakek untuk membiarkan Syifa itu melakukan apa saja. Dan saya tahu anda mengancam kakek saya kan kalau mengusir Syifa anda kan mengacak-acak pesantren ini. Asal anda tahu semua penghuni pesantren ini sangat-sangat terganggu dengan kelakuan anak anda."


" Ya sudah saya selaku ibunya meminta maaf. Dan untuk keluarga ustad Alif Kami akan bertanggung jawab. Biarkan Syifa menikah dengan ustad Alif."


" Tidak, saya tidak setuju. Saya nggak akan membiarkan wanita gila itu jadi kakak ipar saya. Lagi pula belum terjadi apa-apa juga keburu ke Tawan." ucap Shema tegas.


" Betul dikatakan adik saya toh nggak Terjadi apa-apa. Dan yang saya laporkan Adalah tindakan anak anda yang dengan sengaja menjebak kakak saya." ujar Athar.


" Maaf Kyai Salman, Saya sebenarnya amat sangat terganggu dengan kehadiran Syifa di pesantren ini. Banyak para santri, ustad dan ustadzah yang mengeluhkan sikap Syifa. Jadi mohon maaf saya nggak bisa bantu." jelas kyai Ibrahim.


' Kok anda begitu sih, Anda nggak takut kalau saya bisa menghancurkan pesantren ini. Saya tuh punya kenalan para pengusaha kaya tinggal saya bilang suruh beli pesantren ini lalu di hancurkan."


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Kalian lihat saja, orang ini akan membantu saya menghancurkan pesantren ini."


**************************


Ayo kira-kira siapa ya yang datang?????

__ADS_1


__ADS_2