Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
111. pulang


__ADS_3

" permisi mbak, kakaknya mbak Kai sudah datang." ucap mang Ade


" Suruh masuk aja mang." ucap Khayra yang saat ini sedang bermain dengan rayyan di ruang keluarga.


" assalamualaikum dek." sapa mas Iqbal yang berjalan mendekati Khayra.


" Walaikum salam mas." ucap Khayra sambil mencium tangan sang kakak.


" Hai rayyan lagi main apa?." ucap mas Iqbal.


Rayyan langsung merangkak menghampiri mas Iqbal.


" Gibran mana Kai, mertua kamu juga nggak kelihatan."


" Mas Gibran ke kantor sebentar lagi juga pulang nggak sampai sore kok. Kalau mama sama papa mereka lagi pergi ada yang mau di beli buat di bawa nanti " jelas khayra.


" Mas Iqbal sudah makan."


" Alhamdulillah sudah tadi pas di stasiun."


Khayra, ustad Gibran, Rayyan, mama, papa, Mbak Dewi, mas Iqbal dan Michiko mereka sudah berada di bandara. Mereka masih menunggu untuk masuk ke dalam pesawat.


" Mas nanti kita kembali lagi ke Jepang." ucap Khayra pelan yang sedang menyandar di bahu ustad Gibran.


Sedangkan Rayuan sedang mama, Michiko dan mbak Maya.


" Kenapa sayang kamu mau tinggal di Indonesia aja?." tanya ustad Gibran.


" Mas kalau boleh jujur Kai masih takut kalau tiba-tiba Syifa muncul. Ya walaupun dia masih di dalam penjara tapi Kai takut kalau Nanti dia keluar terus balas dendam. terus..."


" uuust..." Telunjuk jari ustad Gibran sudah berada di depan bibir Khayra.


" Jangan di pikiran sayang."


" Nggak mas, kita tetap di Jepang ya sampai Kai yakin Syifa nggak akan menganggu kita.'


.


" Kalau itu membuat kamu tenang mas nggak masalah." ucap ustad Gibran sambil mencium puncak kepala khayra.


Kini mereka sudah berada di pesawat yang akan membawa mereka ke tanah air. Di dalam pesawat beruntung Rayyan sangat anteng kini dia tidur dalam dekapan Daddy-nya.


Setelah tujuh setengah jam akhirnya mereka sampai di bandara Soekarno Hatta. Mereka di jemput dengan dua mobil, satu mobil untuk mama, papa, mbak Dewi, dan Michiko. Mereka akan pulang ke rumah mama dan papa. Sedangkan Khayra, ustad Gibran, Rayyan, dan mas Iqbal mereka satu mobil Karena mereka akan langsung menuju ke pesantren.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam dari bandara. Kami pun sampai di gerbang pesantren Al hikmah. Rasanya Khayra sudah nggak sabar untuk memeluk Abi dan uminya juga kedua adiknya.


Memasuki halaman pesantren terlihat banyak para santri yang sedang kerja bakti membersihkan halaman pesantren.


Dengan begitu mobil yang di tumpangi oleh mereka berhenti. sontak semua santri yang sedang bekerja bakti langsung melihat tamu siapa yang datang.


Khayra langsung Turun lewat pintu sisi kanan sambil mengendong Rayyan. dan para santri bisa melihat siapa yang datang. Sedangkan Rayyan yang begitu keluar dari mobil langsung senang dan minta di turunkan dari gendongan sang mommy.

__ADS_1


Para santri begitu senang saat tahu siapa yang datang. Mereka mengucap syukur karena Ning Khayra, Gus Gibran, Rayyan dan Gus Iqbal sudah datang. Apalagi dengan kejadian kemarin yang mengharuskan Gus Gibran membawa keluarga kecilnya pindah ke laur negeri.


Abi, kakek, om Zidan dan om Zaki yang memang sedang ada di sana langsung menghampiri mereka. Khayra yang sedang menuntun Rayyan yang sedang belajar berjalan. Tak bisa menahan air matanya, Khayra langsung memeluk Abi nya.


" Apa kabar nak? " tanya Abi yang memeluk Khayra.


" Alhamdulillah bi, Kami sehat."


Abi pun langsung mengendong cucu semata wayangnya. sedangkan Khayra menyalami kakek dan kedua omnya, Begitu juga dengan ustad Gibran dan mas Iqbal.


" Ini dia cucu kakek yang udah kaya bang Toyib. Gimana kabarnya mas? " tanya kakek


" Alhamdulillah baik kek "


" Kapan lulus kuliah?."


" Bulan depan sudah skripsi."


" Bagus..."


Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah, Awalnya Abi yang masuk duluan sambil mengendong Rayyan. Semua yang ada di dalam rumah hanya bengong melihat Abi membawa anak kecil. Mereka tidak mengenali kalau Rayyan yang di gendong oleh Abi.


" Abi anak siapa?." tanya umi.


" Iya bi, anak siapa yang Abi bawa lari." ucap Zahra.


" ush... Astaga umi nggak ngenalin cucu umi sendiri " ucap Abi.


Umi langsung bangun dari duduknya dan langsung menghampiri cucu tersayang.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Kakak...mas Iqbal." teriak Zahra sambil memeluk ke dua kakaknya secara bergantian.


mereka pun langsung mencium tangan orang yang ada di sana.


" Umi sehat." tanya Khayra.


" Alhamdulillah sehat nak, umi tadi nggak ngenalin anak kamu nak. Makin gemes cucu umi." ucap umi sambil menciumi Rayyan.


" Sudah bisa apa aja cicit nenek Kai."


" lagi belajar jalan nek, dua tiga langkah nanti jatuh."


Rayyan pun jadi rebutan keluarganya. sedangkan Khayra dan mas Iqbal menemui Zafra yang sedang di pingit didalam kamarnya.


" Assalamualaikum." Khayra membuka pintu kamar adiknya


Zafra langsung menengok saat ada yang membuka pintu kamarnya. Ternyata kepala yang nongol di pintu kamarnya.

__ADS_1


" Walaikum salam, kakak " teriak Zafra yang langsung berlari memeluk sang kakak.


" Zafra kangen tahu kak."


" oh ya.. kakak punya kejutan lain. Ayo tebak?."


" Siapa? Rayyan."


Khayra menggeleng lalu menggeser tubuhnya dan Zafra bisa melihat mas Iqbal berdiri di sana.


" Mas Iqbal..." teriak Zafra memeluk mas Iqbal.


" Aduh sebentar lagi ada yang marah nih kalau kamu peluk mas Iqbal kaya gini." seru mas Iqbal.


" Apaan sih mas Iqbal." ucap Zafra sambil memukul bahu mas Iqbal.


" Mas Iqbal nggak apa-apa kan Zafra langkahin."


" Nggak apa-apa dek, doain aja supaya mas Iqbal cepat nyusul kamu."


" Amin..."


" Sudah kalau kalian mau lanjut ngobrol, mas Iqbal mau istirahat dulu."


Akhirnya Khayra dan Zafra pun ngobrol...


" Kak, kakak pindah lagi kesini dong." Tanya Zafra.


" Iya lah, tapi nggak dalam waktu dekat."


" Kenapa kak?."


" Selain mas Gibran masih ada pekerjaan di sana. Kakak kalau boleh jujur masih takut sama Syifa dek. Walaupun Syifa sudah di Penjara tapi kakak takut dia bakal kembali lagi mengganggu kita setelah keluar penjara."


" Iya kak, Zafra juga sebenarnya takut kejadian kemarin terulang lagi."


" Yang jelas kalian waspada saja."


Tok...tok...


Zafra pun berdiri membuka pintu kamarnya. dan terlihat ustad Gibran dan Rayyan berdiri.


" Bang Gibran, Rayyan." ucap Zafra mencium tangan kakak iparnya dan juga menoel pipi chubby Rayhan.


" Ada apa mas?." tanya Khayra.


" Ini Rayuan kayanya ngantuk."


Khayra pun mengambil Rayyan dalam gendongan ustad Gibran.


" Zafra kakak nidurin Rayyan dulu ya. Nanti kita lanjut."

__ADS_1


" Iya kak, kakak istirahat aja kan habis perjalanan jauh."


Khayra, ustad Gibran dan Rayyan pun masuk kedalam kamar Khayra untuk istirahat


__ADS_2