Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
47. rumah baru


__ADS_3

sesuai rencana hari ini khayra dan ustad Gibran mulai memindahkan barang-barang nya. tak banyak juga barang yang di pindahin karena sebelumnya sudah di pindahin duluan.


" mas nanti jadi ke rumah mama, papa?" tanya Khayra yang sedang rebahan di tempat tidur.


" jadilah sayang. nanti kita naik taksi online aja ya sayang kan mobil mas masih di sana."


" minta antar aja mas sama pak Parjo atau santri yang biasa antar umi atau abi."


" siapa? Sukri maksud kamu?."


" iya mas, nanti dia suruh ajak teman biar nanti dia nggak sendiri pas balik. nanti kamu kasih mereka uang jajan aja mas sama sekalian isi bensin mobil Kai masm"


" ya udah nanti mas bakal bilang ke Sukri habis Dzuhur kita berangkat."


" oke."


habis Dzuhur kami pun berangkat menuju rumah orang tua ustad Gibran.


" kang Sukri nanti mampir dulu ke cafe om Zidan yang di alun-alun ya."


" baik Ning."


" kita mau makan di sana."


" iya sekalian aku mau ambil laporan keuangan dan berkas lainnya."


sampai cafe ternyata di sambut oleh pak Budi.


" assalamualaikum pak Budi gimana kabarnya?."


" walaikum salam, Alhamdulillah baik. mari silahkan saya antar mau makan di mana?."


" di saung aja pak Budi sambil lihat ikan."


pak Budi pun mengantar kami ke saung.


" silahkan Ning khayra mau pesan apa? "


" mas mau makan apa?."


" apa saja sayang."


" pak Budi saya mau gurame bakar, cumi saus Padang, udang asam manis, cah kangkung, kepiting lada hitam."


" kang Sukri sama siapa namanya."


" Romli Ning."


" kang Sukri sama kang romli ada yang mau di pesan."


" kalau saya cukup Ning." ucap kang Sukri.


" maaf Ning saya boleh minta tahu sama tempe soalnya saya alergi seafood." ucap kang romli.


" oh boleh kang, kalau ayam atau bebek nggak alergi kan."


" nggak Ning."


" kalau gitu kang romli mau bebek atau ayam.'

__ADS_1


" ayam aja Ning."


" minumnya apa kang."


" es teh manis aja Ning."


" pak Budi tambah tahu,tempe sama ayam goreng. minumnya es teh manis 2, lemon tea 2. "


" baik Ning saya permisi dulu."


tak lama makanannya pun datang.


" ayo kang silahkan di makan jangan sungkan." ucap Khayra sambil mengambilkan nasi ke piring ustad Gibran.


" ayo Romli Sukri makan jangan malu-malu." ucap ustad Gibran.


" iya Gus."


mereka pun menikmati makan siang mereka.


" mas aku tinggal dulu nemuin pak Budi." di jawab anggukan kepala sama ustad Gibran.


" mbak Dian nanti tolong bungkus gurame bakar, cumi saus Padang, cumi tepung, udang tepung, kepiting lada hitam, ayam bakar satu ekor, jangan lupa tahu tempenya. untuk cumi dan udang tepung jangan di goreng ya soalnya semua itu mau aku bawa ke rumah mertua."


" baik Ning."


" oh iya ada yang lupa nanti sekalian buatin saya jus mix berry."


" baik Ning."


setelah itu khayra pun pergi menemui pak Budi ke ruangannya untuk mengambil berkas keuangan cafe. setelah itu khayra mengajak ustad Gibran dan yang lainnya pulang.


" mas taruh di mobil sekalian ya."


" makasih."


" kamu bawa apa sayang" bisik ustad Gibran.


' bawa makanan Kai udah janji hari ini bawa makanan."


" oh.."


mobil yang kami tumpangi sampai di rumah mama dan papa. barang bawaan sudah di bawa masuk sama bibi.


" ayo Sukri , Romli masuk dulu." ajak ustad Gibran.


" gak usah Gus kami langsung balik aja. soalnya masih ada yang kami kerjakan di pesantren."


" oh ya udah kalau gitu, saya minta tolong nanti pas pulang tolong isi bensin full ya. ini uangnya terus yang ini buat kalian berdua." ustad Gibran memberikan sejumlah uang ke Sukri.


" nggak usah Gus."


" nggak apa-apa kan bisa kalian tabung."


" ya sudah kalau begitu kami pamit Gus,Ning. assalamualaikum."


" walaikum salam."


selepas kepergian Sukri dan Romli, Khayra dan ustad Gibran masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" assalamualaikum."


" walaikum salam." khayra menyalami semua yang ada di sana.


" apa kabar nak?." tanya mama.


" baik mah, mama sama papa sendiri apa kabarnya?"


" Alhamdulillah baik."


" gimana Kai honeymoon nya lancar? " tanya kak Gita.


" ya gitu lah."


" kalian sudah makan.'


" sudah mah."


khayra ngobrol sama mama dan kak Gita , sedangkan papa, ustad Gibran dan suami kak Gita mereka pergi ke ruang kerja papa.


dan di mobil dalam perjalanan pulang Romli bertanya ke Sukri.


" kang Sukri kalau nganter keluarga ndalem kaya gini ya?."


" kaya gini gimana?."


" iya di ajak makan terus di kasih uang. terus mana mereka nggak ngebedain kita makan bareng-bareng. saya alergi seafood malah di pesanin ayam."


" ya memang begitu makanya saya kalau di suruh langsung kerjakan karena nggak mau mereka kecewa. saya bisa kuliah itu di biayai oleh keluarga ndalem. makanya saya bertekad biar bisa sukses biar bisa bantu majuin pesantren."


" Masya Allah ya kang."


setelah makan malam khayra dan ustad Gibran pamit pulang karena mereka harus mampir dulu ke supermarket. dan kini mereka sudah sampai supermarket ustad Gibran setia mendorong troli belanjaan. sedangkan khayra mengambil barang-barang yang di butuhkan.


" mas kita ketempat buah, mas mau buah apa?."


" apa saja sayang."


setelah mengambil buah mereka langsung menuju kasir untuk membayar belanjanya. setelah membayar ustad Gibran membawa belanjaannya ke mobil. setelah itu mereka pulang ke rumah.


" sayang ada lagi yang kamu mau beli.'


" nggak ada mas kita langsung pulang aja."


mereka pun sampai di rumah, Khayra langsung membereskan belanjanya dia menaruh barang yang dia beli ke tempatnya. sedangkan ustad gibran lebih memilih naik ke atas menuju kamarnya. dia mau mandi dulu karena badannya sudah lengket.


setelah membereskan belanjaan khayra pun menyusul sang suami ke kamarnya. saat masuk kamar terlihat suaminya sudah mandi dan sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya. khayra pun langsung masuk kamar mandi buat bersih-bersih. selesai bersih-bersih khayra yang melihat suaminya masih fokus ke laptop dia pun segera menghampiri suaminya dan langsung memeluknya.


" yang jangan mancing-mancing deh mas masih balas email nih."


" siap yang mancing-mancing orang Kai cuma peluk doang."


" gimana kamu nggak mancing-mancing sayang orang kamu meluk. sambil tangan kamu gerayangi dada mas Kan mas jadi pingin."


" apa sih mas orang meluk Kok malah jadi bahas ke sana." ucap Ara melepas pelukannya dan berjalan naik ke tempat tidur.


ustad Gibran yang sudah tidak konsen akibat ulah istrinya dia pun mematikan laptopnya dan menaruh di meja belajar Kai. kemudian dia ikut naik ke tempat tidur menyusul istrinya. ustad Gibran langsung memeluk Khayra dari belakang karena khayra tidur memunggungi.


" sayang tanggung jawab.' suara berat ustad gibran sambil mencumbu leher Khayra.

__ADS_1


" mas geli."


" boleh ya yang." khayra pun mengangguk tanda memberi izin. setelah mendapat izin ustad Gibran pun melancarkan aksinya pergulatan panas di ranjang.


__ADS_2