Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
57. berita bahagia


__ADS_3

Semenjak kepulangan khayra dari Surabaya tingkah khayra berubah. Di sekolah dia lebih senang berdiam diri di kelas, lebih pendiam dan khayra seperti tak semangat belajar. Sedangkan kalau di rumah Khayra menjadi lebih sensitif Abi, umi dan kedua adiknya sering kena imbasnya khayra kadang-kadang marah tak jelas terus tiba-tiba nangis padahal nggak ada apa-apa.


Sebenarnya umi nya sudah curiga tapi dia masih belum yakin rencananya hari Minggu dia mau mengajak Khayra periksa.


" Ning kamu kenapa sih sudah hampir dua Minggu ini senang banget diam di kelas." tanya nada.


" Iya kamu juga sekarang lebih pendiam dan suka murung."


" Aku juga nggak tahu aku bingung."


" Apa karena rindu sama ustad Gibran."


" Mungkin tapi aku juga nggak tahu kenapa dengan diri aku,, sudah ah nanti istirahat kita beli siomay ya aku traktir kalian gimana?."


" Dengan senang hati Ning.," ucapan Sarah.


Dan sesuai janji khayra, kini mereka sedang berada di kantin.


" Kalian mau sama kaya aku makan siomay atau mau yang lain." tanya Khayra.


" Samain kaya Ning khayra aja."


" Ibu Kai mau siomay nya aja tapi jangan pakai bumbu polos aja.'


" Iya Ning." setelah mendapat kan siomay dan minum khayra langsung mencari tempat duduk.


" Ning emang enak ya makan siomay gak pakai bumbu" tanya Sarah


" Enak kok."


" Sudah kita makan jangan bicara sambil makan." ucap nada.


Selesai makan mereka pun kembali ke kelas.


Ustad Gibran sudah kembali dari Surabaya dia sengaja tidak memberi tahu kedatangannya. Dia mau memberikan kejutan, tapi sebelum menemui istrinya ustad Gibran pergi menemui Abi mertuanya. Dia mau memberi tahu kalau dia akan fokus ke perusahaan dan dia tidak bisa lagi ngajar di pesantren.


Sebelum sampai ke ruangan Abi tiba-tiba khayra berlari dan langsung memeluknya erat. Khayra sepertinya lupa kalau dia masih berada di sekolah.


Khayra pov


Sedangkan khayra yang lagi berjalan pulang sekolah tiba-tiba di beritahu oleh nada kalau ada suaminya.


" Ning itu ustad Gibran kan." tunjuk nada.


khayra yang melihat arah yang di tunjuk sama nada. Khayra melihat orang yang sangat dia cintai sedang berjalan ke arah kantor. Khayra yang sudah kangen langsung berlari dan menubruk memeluk ustad Gibran dengan erat sambil menangis.


" Assalamualaikum sayang kenapa nangis."


" Walaikum salam, kangen."


' Jangan nangis kita pulang ya." ucap ustad Gibran lembut dan khayra pun mengikuti apa yang di bilang oleh suaminya.


Banyak para santri yang melihat kemesraan khayra dan ustad Gibran senang ada juga yang merasa iri.

__ADS_1


Ada sepasang mata yang tidak suka karena dia menaruh hati pada wanita tersebut dan berencana mengkhitbah setelah khayra Lulus.


" Siapa laki-laki itu apakah kakaknya? ya mungkin kakaknya? nggak mungkin Ning khayra memeluk seorang laki-laki yang tidak mempunyai ikatan darah." gumam ustad Nandar.


Sebaiknya aku segera menemui Gus Azam untuk ber ta'aruf dengan Ning khayra.


Khayra dan ustad Gibran saat ini sudah sampai di rumah.


" Ayo sayang ganti baju dulu."


" Tapi mas diam di situ aja jangan kemana-mana kalau mas pergi Kai nggak mau ketemu mas lagi." ancam Khayra sambil menaiki tangga.


Sedangkan ustad gibran hanya menatap heran sang istri. Kenapa sang istri jadi lebih manja, ustad Gibran berpikir mungkin karena mereka kemarin berpisah lama makannya khayra menjadi lebih manja.


Khayra berganti baju dengan buru-buru lalu berlari menuruni anak tangga sambil berteriak.


" Mas...mas masih di situ kan." teriak khayra


Baru ustad Gibran akan menjawab istrinya muncul dengan nafas ngos-ngosan.


" Alhamdulillah mas masih di situ."


" kamu kenapa sayang? ngos-ngosan begitu sini duduk. tunggu mas ambil minum buat kamu dulu." ucap ustad Gibran.


" Nggak Kai mau ikut mas."


" Mas cuma ke dapur sayang."


" Ya udah ayo."


Sampai dapur Ustad Gibran menyuruh khayra untuk duduk di meja makan dan ustad Gibran mengambilkan segelas air putih.


" Ini di minum dulu." khayra pun langsung meminum air putih itu sekali teguk.


" Udah." ucap Khayra sambil memberikan gelas kosong itu ke ustad Gibran.


" Memang kamu habis ngapain sih sampai ngos-ngosan begitu." tanya ustad Gibran lembut sambil mengelus tangan istrinya.


" Kai turun tangga sambil lari takut ditinggal mas pergi." sambil cengengesan menampilkan deretan gigi putihnya.


Ustad Gibran langsung berdiri dari kursinya memeluk Khayra sambil menciumi kepalanya. " mas nggak akan pernah ninggalin kamu karena kamu itu hidup mas, kamu itu nyawa mas hafiza khayra lubna. I love you."


" Love you too, mas lapar tapi mau makan mie ayam yang dekat alun-alun."


" Boleh ayo, tapi ganti baju jangan pakai ini "


" Tapi nanti mas pergi lagi pas Kai ganti baju."


" Nggak mas nggak akan pergi sekarang cepat ganti baju nya."


" Kalau gitu mas ikut ke kamar."


" Sayang kalau mas ikut ke kamar dan lihat kamu ganti baju yang ada mas bakal makan kamu."

__ADS_1


Dengan terpaksa khayra pun Mengganti bajunya sambil menahan kesal karena suaminya nggak ngerti kalau dia takut.


Saat akan menuju mobil ustad Gibran dan khayra bertemu Abi.


" Kalian mau kemana?" tanya Abi.


" Ini bi, Kai mau makan mie ayam yang dekat alun-alun." jawab ustad Gibran.


' Oh, Kai Abi pinjam gibran sebentar ya ada yang mau Abi omongin. "


" Boleh tapi jangan lama-lama."


" Ya Allah anak Abi kenapa jadi posesif gini. Ayo Gibran kita ke sana sebentar."


Ustad gibran mengikuti langkah Abi mertuanya.


" Ada apa Abi?." tanya Gibran.


" Gini umi nyuruh kai untuk periksa."


" Kai sakit Abi." potong ustad Gibran.


" Nggak Kai nggak sakit cuma dugaan umi Kai sedang hamil."


" Serius bi."


" Itu masih dugaan umi soalnya Kai nggak mau umi periksa, makanya umi nunggu kamu biar kamu yang bawa ke rumah sakit untuk cek."


" Baik Abi Gibran bakal bawa Kai periksa.'


" Kalau kamu mau kamu bisa temui umi nanti umi yang urus.'


" Baiklah Abi nanti Gibran bakal telpon umi.'


Setelah berbicara dengan Abi ustad Gibran pun kembali menemui istrinya yang sudah di dalam mobil.


" Kenapa manyun begitu bibirnya." ucap ustad Gibran yang sedang memasang sabuk pengamannya.


" Mas ngomongin apa sih sama Abi lama banget tahu."


" Mas nggak ngomongin apa-apa."


" Kenapa ngomongnya nggak ngajak Kai? " ketus khayra


" Sayang mas nggak mau ngomong apa-apa Abi cuma bilang ada yang mau diomongin sama umi jadi sebelum ke tempat mie ayam kita ke rumah sakit nemuin umi dulu." ucap ustad gibran lembut.


" Umi mau bicara apa mas?" tanya Khayra.


" Ya mana mas tahu. makanya kita nemuin umi biar nggak penasaran."


" Ya udah deh Kai juga kepo."


Ustad Gibran pun menjalankan mobilnya meninggalkan halaman pesantren

__ADS_1


__ADS_2