Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
130.


__ADS_3

Mas Iqbal sudah berada di Indonesia tepatnya di rumah kedua orang tuanya. Selesai shalat subuh berjamaah di masjid mas Iqbal memilih tidak langsung pulang dia memilih untuk mengobrol terlebih dahulu sama om Zidan dan om Zaki.


Sepulangnya dari masjid ternyata Umi, Abi , kedua adiknya serta adik iparnya sudah berada di meja makan.


" Kok baru pulang nak." tanya Umi


" Iya umi, Tadi ngobrol dulu sama om Zidan sama om Zaki." ucap mas Iqbal sambil duduk di kursi makan.


" Oh, Nanti jadi kan Nak beli perhiasan dan berapa barang untuk bawaan."


" Jadi umi, tinggal umi mau jam berapa perginya? "


" Nanti jam sepuluhan aja ya nak."


" Kenapa nggak nunggu Zahra pulang aja. kan Zahra cuma ujian doang." celetuk Zahra.


" ogah ajak kamu bisa-bisa dompet mas Iqbal kempes."


" mas Jadi orang tuh jangan hitungan sama adik."


" Adiknya macam gimana dulu? kalau macam kamu mas harus pelit."


" Jahatnya." ujar Zahra sedih.


" Sudah-sudah Zafra, Zahra cepetan sarapannya hari ini kalian masih ujian nasional kan." ucap umi


" Iya umi."


Pukul sepuluh pagi mas Iqbal pergi sama umi ke mall. Mereka langsung menuju toko emas yang berada di dalam mall tersebut.


" Assalamualaikum, dokter Khodijah mau cari apa?." tanya perempuan pemilik toko.


" Walaikum salam, ini Bu mau cari cincin buat lamaran." jawab umi


" Oh silahkan Bu dokter di pilih aja."


" Mas mau pilih yang mana?" tanya umi.


" Iqbal lihat-lihat dulu umi."


" Ini yang mau nikah Bu dokter." tanya pemilik toko emas tersebut.


" Iya, ini mau lamaran dulu "


" oh dapat orang mana Bu dokter."


" Orang Jepang."


" Tinggal di dekat sini juga."


" nggak tinggal di Jepang."

__ADS_1


" Aduh jauh banget, kok bisa kenal sama orang Jepang."


" Kebetulan calon mantu saya itu sepupunya mantu saya. Anak saya dan menantu sekarang tinggal di Jepang. Dan dia juga pernah pertukaran mahasiswa ke Jepang. Jadi mereka bertemulah di sana."


" Berarti ini ngelamarnya berangkat ke Jepang."


" Iya, Kalian Negokin cucu."


" Yang nikah sama anaknya pak Khairul ya, Soalnya sudah lama Bu Khairul nggak ke sini. Katanya sih tinggal di Jepang."


" Iya mereka tinggal di sana."


" Sudah berapa anaknya."


" Tiga yang dua kembar baru tiga bulan."


" wah jadi cucunya Bu dokter sudah berapa?."


" Ya tiga itu aja."


" Oh selamat ya Bu dokter."


" Mi yang ini bagus ga?." tanya mas Iqbal.


" Bagus mas, mau yang itu aja."


" Iya umi."


" Bu saya mau yang itu, Kalau bisa cariin juga kalung Sama gelang yang senada."


Tak lama pemilik toko pun kembali dengan gelang dan kalung yang senada dengan cincin.


" Ini Bu dokter kalung dan gelangnya."ucap pemilik toko emas memberikan kalung dan gelang.


" Gimana mas?." tanya umi ke mas Iqbal.


" Bagus Umi."


" Ya udah Bu kami ambil yang ini aja "


Akhirnya mas Iqbal pun menyelesaikan pembayaran cincin, gelang dan kalung yang dia beli.


Setelah itu mereka pun membeli baju, sepatu dan tas. Dan untuk yang lainnya sudah di urus oleh Khayra dan ustad Gibran.


" Mas, kata Abi suruh beli koper sekalian dua buat kakek sama nenek." ucap umi.


" Siap umi."


Saat lagi memilih koper tiba-tiba umi mendapatkan pesan dari Zahra kalau minta di belikan macam-macam makanan.


" Kenapa umi?" tanya mas Iqbal saat melihat uminya senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


" Ini adik mu Zahra masa nitip ketuncy, donat, pizza, Boba sama kebab. umi nggak habis pikir itu anak pesan makanan segitu banyak memang bakal habis "


" Beli pizza sama Boba aja umi, Zahra mah memang tukang makan. Kalau Abi tahu dia nitip segitu banyak pasti di omelin."


" Udah ketemu kopernya bang, kalau sudah kita langsung beli pesanan adik kamu terus kita pulang."


" Iya umi."


Saat umi dan mas Iqbal sampai rumah ternyata Zahra dan Abi sudah berada di teras rumah.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Umi mana pesanan Zahra."


" Nih Pizza dan bobanya. " ucap umi sambil menyerahkan dua box pizza dan juga sekantong Boba di plastik.


" kok cuma Pizza sama Boba, ketuncy, donat sama kebab nya mana."


" Umi cuma beli itu aja."


" Ya umi padahal Zahra mau makan yang lainnya jug."


" Ya Allah nak harusnya kamu bersyukur umi sudah membelikan pizza dan Boba. Malah kamu protes, Makan yang ada dulu nanti kalau kurang baru kamu pesan online." bukan umi yang menjawab tapi Abi


" Iya Abi,." ucap Zahra sambil membawa pizza dan Boba nya.


" Wah asik nih Pizza." ucap Zafra yang sedang duduk menonton tv bersama ustad Alif.


Zafra melihat Zahra menaruh pizza di meja di ruang tv


" Kalau mau pizza sama Boba nya harus bilang, Zahra cantik minta pizza dan bobanya ya." ujar Zahra.


" Ogah, Paling yang beli umi sama mas Iqbal ngapain mesti muji kamu." ucap Zafra sebal.


" Tapi kan aku yang pesan sama umi." ucap Zahra nggak mau kalah


" Kamu ngasih duit nggak ke umi."


" Nggak."


" Ya udah berarti milik bersama." ucap Zafra sambil mengambil dua slice pizza untuk dirinya dan juga ustad Alif.


" Ih... pada nyebelin deh tinggal bilang Zahra cantik susah banget sih." gerutu Zahra.


Semua hanya menertawakan Zahra yang mukanya di tekuk sebal sambil menikmati pizza dan juga Boba.


" Sudah dapat semuanya mas," tanya Abi


" Sudah Abi cuma perhiasan, baju, tas sama sepatu aja."

__ADS_1


" koper kakek sama nenek sudah kamu belikan."


" Sudah Abi tenang aja, Nanti Iqbal anterin."


__ADS_2