Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
179. Semua tahu


__ADS_3

Senin pagi Dania dan Rayyan berangkat ke sekolah dari rumah di antar sopir. Sampai pesantren Dania langsung menuju kelasnya. Tapi sepanjang perjalanan ke kelasnya, Dania melihat para santri tidak pada biasanya.


Sampai kelas ternyata sudah ada Zahwa, Intan dan Dini.


" Assalamualaikum." Dania memberikan salam dan duduk di bangkunya.


" Walaikum salam." Jawab mereka.


" Kayanya senang banget nih." Ucap Dini.


" Ya senang lah kan habis ketemu sama Mommy, Deddy, Adik-adik aku, Oma dan opa aku." Ucap Dania.


" Yakin itu doang." Ucap Dini lagi.


' Iya emang kenapa?." ucap Dania bingung.


" Oh iya selamat ya Ning." Ucap Zahwa.


' Selamat apa?." Ucap Dania yang tidak mengerti maksud temannya.


" Jadi benaran nih Ning Dania mau nutupin dari kita kabar bahagianya." kali ini intan yang berbicara.


Dania makin nggak mengerti dengan temannya yang menurut Dania Aneh.


" Jadi Kapan Ning Dania nikahnya sama ustad Khalid." Tanya Dini.


Seketika Dania langsung melotot tajam ke tiga temannya itu.


" Kalian tahu." Ketiganya mengangguk.


" Dari."


" Nggak cuma kita aja Ning tapi juga hampir semua santri." Jelas Zahwa.


" Bagaimana bisa?." Tanya Dania lemas


" Kemarin ada santri yang nggak sengaja dengar kalau ustad agung dan ustad Ridho mau menemani ustad Khalid mengkhitbah kamu Ning. Karena kan orang tua ustad Khalid nggak ada di sini." Jelas Zahwa.


" Jadi satu pesantren tahu."

__ADS_1


Ketiganya mengangguk


" Ya Allah apa jadinya kalau mereka tahu aku belum menjawab lamaran ustad idola mereka." Ucap Dania dalam hati.


" Terus nikahnya kapan Ning?." Tanya Dini


" Belum tahu."


" Kok belum tahu Ning memang kemarin nggak di bahas." Tanya Dini lagi yang sudah mulai kepo.


" Nunggu kedua orang tua ustad Khalid dulu baru di bicarakan."


" Kapan orang tuanya ustad Khalid datang?." Lagi-lagi Dini yang bertanya.


" Besok."


" Berarti Ning Dania besok pulang lagi ke rumah."


" Nggak Rabu aku baru pulang lagi."


" Nanti kita di undang kan Ning." Tanya Zahwa.


" Iya kan Ning, Nanti di rumah Ning Dania atau di pesantren." Tanya Intan.


" Memangnya kenapa Din?."


" Aku tuh pernah lewat depan rumah Ning Dania, Awalnya aku nggak tahu. tapi om ku bilang ini rumahnya kelurga Al Fatir Menantunya Kyai Azzam. Berarti itu rumah kamu kan Ning Dania." Ucap Dini.


" Besar ya Din?." tanya intan.


" bukan lagi Tan, rumah sama lapangan bola masih luasan rumah Ning Dania. Aku penasaran dalamnya kaya apa?."


" Kok aku jadi penasaran Din."


" Kapan-kapan aku ajak kalian ke rumah." Ucap Dania.


" Beneran Ning."


Dania Mengangguk.

__ADS_1


***


Satu hari ini Dania mendapatkan ucapan selamat dari para santri. Yang ikut bahagia karena Dania akan menikah dengan ustad Khalid. Dania hanya tersenyum saja menerima ucapan selamat. walaupun dia belum menjawab lamaran ustad Khalid.


Dan Hari ini kebetulan dirinya, neneknya, Tante Zafra dan putrinya Alifa memilih shalat di rumah.


Setelah shalat magrib Dania mencoba berbicara dengan sang nenek dan juga tantenya.


" Nenek, Tante Zafra boleh Dania bertanya?." ucap Dania.


Nenek dan Tante Zafra pun mengangguk, Sedangkan Alifa sedang sibuk menghafal .


" Dulu perasaan Tante Zafra bagaimana waktu pertama kali om Alif melamar Tante Zafra padahal kan Tante masih sekolah."


" Saat itu memang Tante sudah menaruh hati pada om kamu. Tapi tetap Tante shalat istikharah buat mantapin hati. Setelah mendapatkan jawaban, Tante pun langsung menerima lamaran om kamu. Tapi nggak langsung menikah karena om kamu mau Tante lulus dulu. Tapi karena sebuah kejadian yang hampir Tante kehilangan om kamu. Makanya langsung di percepat deh nikahnya." jelas Zafra.


" Kamu sudah shalat istikharah Nia." tanya umi.


" begitu Mommy dan Deddy memberitahukan kalau Dania ada yang mengkhitbah . Dania langsung melaksanakan shalat istikharah nek."


" Sudah ada jawabannya?." Tanya umi lagi.


" Sudah nek Tapi Dania bingung."


" Bingung kenapa?." Tanya umi lembut.


" Dania masih ingin jadi orang sukses nek, Jadi seorang dokter yang hebat yang bisa membuat Mommy dan Deddy bangga. Karena cuma itu yang bisa Dania lakukan untuk membalas kebaikan Mommy dan Deddy. Tapi kalau Dania menikah berarti Dania." Dania tertunduk lesu.


" Apa jawaban dari shalat istikharah kamu Nia?." Umi mengelus kepala Dania.


" Dania bermimpi Dania berjalan di kebun bunga yang luas dan cantik. Sambil tangan Dania di genggaman erat oleh ustad Khalid. Itu jawaban istikharah Dania yang pertama. Dan yang kedua kalinya Dalam mimpi Dania sedang shalat dan di imami oleh seorang laki-laki. Selesai shalat Dania mencium tangan laki-laki tersebut dan saat Dania mengangkat kepala Dania karena ingin melihat siapa laki-laki itu. Ternyata ustad Khalid yang sedang tersenyum menatap Dania." Ucap Dania.


" Itu Kamu sudah menemukan jawabannya jadi apa lagi yang harus kamu Khawatirkan." Umi menatap cucunya itu.


" Mommy dan Deddy kamu ikhlas merawat kamu dan Sakti. Mereka tidak minta di balas mereka hanya minta kalian selalu hidup bahagia. Mommy dan Deddy mu hanya mau Sakti mendapatkan pendamping hidup yang menyayangi dia , Mendapatkan wanita Soleha dan bisa berbahagia dengan rumah tangganya. Begitu juga dengan kamu Mommy dan Deddy kamu akan sangat bahagia. apabila kamu mendapatkan jodoh lelaki yang baik, Soleh dan taat beribadah itu sudah cukup untuk mereka percayalah Kalau kamu tanya kan itu ke Mommy kamu pasti jawabannya akan sama." ujar umi.


" Iya Dania toh walaupun sudah menikah kamu bisa mengejar impian kamu untuk menjadi dokter tinggal nanti kamu bicarakan dengan Khalid." ucap Zafra.


" Iya lihat Tante kamu dua-duanya masih bisa kuliah sampai menjadi dokter sampai saat ini. Walaupun mereka meraihnya Setelah mereka menikah intinya kamu harus komunikasi kan semuanya keinginan kamu ke Khalid."

__ADS_1


" Iya nek dan Tante terima kasih. Sekarang Dania tidak khawatir lagi." ucap Dania.


Dania pun memeluk neneknya dan kini Dirinya yakin dengan apa keputusannya nanti.


__ADS_2