
saat sang suami mengambil troli khayra memandangi sebuah toko roti yang ada di depannya. ustad Gibran yang datang membawa troli melihat istrinya memandangi toko roti.
" nanti pulang kita beli ya." ucap ustad Gibran menghampiri khayra.
" bener ya mas pulang beli." ucap khayra bahagia.
" ya udah ayo masuk kamu mau beli apa?."
" beli susu hamil, buah sama kebutuhan bulan rumah mas kan belum belanja selama ini Kai di rumah Abi sama umi jadi belum belanja bulanan."
Khayra dan ustad Gibran pun mulai berbelanja semua kebutuhan untuk di rumah.
" sayang kok beli susunya cuma dua nggak beli banyak." tanya ustad Gibran yang melihat khayra hanya memasukan dua kotak susu hamil.
" di coba dulu mas Kai sengaja ngambil merek yang berbeda yang ini rasa strawberry yang ini rasa coklat. nanti mana yang Kai suka baru beli banyak kalau udah beli banyak ternyata Kai nggak suka kan sayang mas."
" oke... oke sekarang kita mau kemana?."
" ke tempat buah."
mereka pun berjalan ketempat buah, saat di tempat buah khayra melihat ada tiga orang yang dia kenali sedang memilih buah.
" mas itu bukannya mama, kak Gita sama Maura." tunjuk khayra.
" iya sayang, ayo kita samperin."
" assalamualaikum."
mama, kak Gita dan Maura pun langsung berbalik menghadap Khayra dan ustad Gibran.
" walaikum salam, kenapa bisa kebetulan ketemu di sini." ucap mama.
" iya ya ma." jawab khayra sambil mencium tangan mama dan kak Gita.
" hallo cantiknya Tante Kai, Maura kangen gak sama Tante." tanya Khayra ke Maura.
" Maura kangen banget sama Tante kapan Tante main ke tempat Maura."
" dek kamu kok beli susu hamil." tanya kak Gita yang melihat susu hamil di troli kami.
mama yang mendengar ucapan anak sulungnya langsung menatap khayra dan ustad Gibran meminta jawaban
" iya mah, Alhamdulillah Kai sedang hamil." jawab khayra.
mama langsung memeluk Khayra.
" selamat ya sayang."
" makasih mah."
" selamat ya dek."
__ADS_1
" makasih kak."
" Tante Maura bakal jadi kakak dong."
" iya sayang Maura bakal jadi kakak." jawab khayra sambil mengelus kepala Maura.
" kok kalian belum kasih tahu mama." tanya mama.
" Gibran baru tahu Kai hamil baru tadi mah, ini kita baru pulang dari rumah sakit rencananya pulang dari sini mau telpon mama dan papa ngasih tahu kabar bahagianya. eh malah ketemu di sini." jelas ustad Gibran
" sayang kamu ngobrol sama mama dulu mas mau ambil buah kamu mau buah apa?." tanya ustad Gibran.
" anggur, strawberry, apel, pisang, melon sama pear mas."
" ya udah mas ambil buahnya dulu " ustad Gibran pun pergi untuk mengambil buah.
" usia kandungannya sudah berapa Minggu Kai." tanya mama.
" empat Minggu mah."
" ada ngidam Kai." tanya kak Gita.
" Alhamdulillah Kai nggak mual atau pusing cuma porsi makan Kai aja jadi Double. mungkin tahu dia nggak mau nyusahin Kai soalnya kan mas. Gibran baru pulang hari ini."
" syukurlah Kai, jadi kamu juga bisa leluasa buat beraktivitas apa lagi kamu masih sekolah."
"iya mah."
sampai rumah ustad Gibran membawa semua belanjaan mereka ke dapur.
" sayang kamu bersih-bersih dulu gih, belanjaannya biar mas yang beresin."
" nggak apa-apa mas biar Kai aja."
" ingat kamu nggak boleh capek-capek sekarang ada baby dalam perut kamu, jadi mas akan bantuin kamu ngerjain pekerjaan rumah jadi kamu jangan protes."
" ya udah Kai ke kamar dulu tapi mas nggak apa-apa?." ucap khayra pasrah.
" mas nggak apa-apa sayang." jawab ustad Gibran sambil mencium sekilas bibir khayra.
akhirnya khayra pun menuruti perintah suaminya dia pun pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih. sedangkan ustad gibran dia membereskan belanjaan yang tadi mereka beli. ustad Gibran yang selesai beberes belanjaan dia pun membuatkan khayra susu setelah itu dia membawa susu dan juga roti yang tadi di beli ke kamarnya.
ustad Gibran masuk ke dalam kamar bertepatan dengan khayra yang juga baru keluar dari kamar mandi.
" nih sayang mas udah buatin susu, kamu minum ya. mas juga bawain roti yang mau beli tadi karena mas nggak tahu kamu mau rasa apa jadi mas bawa semuanya."
" makasih ya mas. " ucap Khayra sambil mencium pipi ustad Gibran.
" sama-sama sayang tapi pipi yang sebelahnya iri sayang nggak kamu cium." ucap ustad Gibran sambil menunjuk pipi sebelahnya.
khayra pun langsung mencium pipi yang sebelahnya.
__ADS_1
" makasih sayang mas mandi dulu."
ustad Gibran pun masuk ke dalam kamar mandi dan sedangkan khayra dia meminum susu yang di buatin oleh ustad Gibran sambil memakan roti.
sedangkan di tempat lain dengan semangat empat lima ustad Nandar mendatangi rumah Gus Azam abi nya khayra.
" assalamualaikum..."
" walaikum salam..." jawab umi yang kebetulan membukaan pintu.
" maaf Bu nyai Gus Azam nya ada."
" ada, maaf siapa ya?."
" nama saya Nandar saya guru baru di pesantren."
" oh mari silahkan masuk," umi menyuruh ustad Nandar masuk dan duduk di ruang tamu.
" tunggu sebentar ya ustad Nandar saya panggil dulu Abi nya anak-anak."
" iya Bu nyai."
umi pun langsung masuk ke dalam menemui suaminya yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya.
" permisi bi, ada yang cari Abi." ucap umi saat masuk ke ruangan kerja Abi.
" siapa mi?."
" ustad Nandar bi."
" ada apa ya, ustad Nandar cari Abi malam-malam."
" mana umi tahu, lebih baik Abi temuin ustad Nandar ke depan umi mau bikin minum dulu ke dapur." ucap umi meninggalkan ruangan kerja Abi.
sedangkan Abi masih menebak-nebak ada keperluan apa ustad Nandar menemuinya. Karena tak mau ustad Nandar menunggunya terlalu lama maka Abi pun langsung menemui ustad Nandar di ruang tamu.
" ustad Nandar maaf nunggu lama."
" nggak apa-apa kok Gus."
" ada perlu apa nih tumben ustad Nandar malam-malam bertamu pasti ada sesuatu yang penting."
" betul Gus saya datang ke sini karena ada yang mau saya sampaikan ke Gus Azam dan juga Bu nyai."
umi pun datang membawa dua gelas minuman untuk ustad Nandar dan suaminya dan juga sepiring kue bolu."
" silahkan ustad Nandar di minum minumannya."
" terima kasih Bu nyai."
" sama-sama kalau gitu saya masuk dulu."
__ADS_1
" umi ustad Nandar mau bicara dengan kita berdua lebih baik umi duduk di sini." ucap Abi.