
Abi yang di beritahu umi kalau Kai sakit langsung beranjak ke kamar anaknya. begitu masuk kamar anaknya dan anaknya tertidur sambil bergumam yang tidak jelas sang Abi pun panik.
" mi panasnya sepertinya tinggi Kai sampai mengigau." ucap Abi saat melihat umi masuk ke kamar Kai.
" umi ukur dulu suhunya bi."
" apa perlu Kai di bawa ke rumah sakit aja mi."
" Abi lupa siapa umi."
" ya Allah kenapa bisa lupa kalau umi itu dokter."
" Abi ada jadwal ngajar kan hari ini udah mendingan Abi berangkat deh nanti kalau ada apa-apa umi telpon."
" ya udah Abi berangkat ya. assalamualaikum."
" walaikum salam."
umi begitu telaten merawat Kai.
" Kai makan dulu yuk terus minum obat.' ucap umi.
" Kai nggak nafsu umi."
" kamu harus makan Kai biar sehat. ayo umi suapin." bujuk umi.
umi menyuapi bubur ke dalam mulut Kai. Kai yang mulutnya pahit berusaha untuk menelan bubur tapi rasa mual kini di rasakan Kai.
" umi sudah Kai nggak mau makan mulut Kai pahit."
" ayo dong Kai baru juga sesendok."
karena tidak mau mengecewakan uminya Kai mencoba menerima suapan bubur dari umunya.tak lama Kai memuntahkan kembali bubur yang tadi sudah masuk ke perutnya.
Abi yang berangkat ke pesantren sebelum masuk ke ruangannya Abi mampir dulu ke ruangan para ustad atau ustazah.
__ADS_1
" assalamualaikum."
" walaikum salam Gus Azam ada apa ya?." tanya salah satu ustad
" maaf mau ngasih tahu buat ustad dan ustadzah yang nanti ngajar khayra kalau khayra gak bisa masuk khayra sakit."
deg...
ada seseorang yang cukup kaget dengan apa yang di ucapkan oleh calon ayah mertuanya.
"ya Allah, kenapa bisa sakit? apa dia kepikiran soal berita miring itu? ya Allah angkatlah penyakitnya. rasanya sakit mendengar dia sakit." gumam ustad Gibran dalam hati.
" Ning khayra sakit apa Gus." tanya ustadzah Jasmine
" demam, panasnya tinggi."
" semoga Ning khayra cepat sembuh dan sehat kembali."
" terimakasih atas doanya."
" jam pertama Gibran kosong bi."
" bisa ke ruangan Abi sebentar."
" bisa bi." ustad Gibran pun mengikuti Abi ke ruangannya.
" assalamualaikum."
' walaikum salam." Ketika masuk ruangan Abi.
" silahkan duduk nak Gibran." ucap Abi mempersilahkan ustad Gibran untuk duduk.
" makasih Abi."
" kita langsung aja ada yang mau Abi bicarakan."
__ADS_1
" maaf bi sebelumnya nggak sebaiknya Kai di bawa ke rumah sakit aja."
" kamu lupa siapa uminya Kai."
ustad Gibran baru menyadari bahwa ibu mertuanya seorang dokter dia hanya bisa garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
" Abi mau bicara apa?."
" Kai sudah cerita ke kamu soal berita miring yang beredar di pesantren." tanya Abi.
" sudah Abi, Kai semalam sudah cerita."
" assalamualaikum." masuklah Abah dan on Zidan ke ruangan Abi.
" walaikum salam."
" silahkan duduk bah, tumben Abah ke sini biasanya Azam yang di suruh ke rumah." ucap Abi yang mengajak semuanya untuk duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
" Abah dengar kai sakit."
" iya bah, Kai demam panasnya tinggi."
" apa ada hubungannya dengan berita miring yang beredar."
" Azam nggak tahu sih bah, tapi ini Azam baru mau bicarakan ke Gibran."
" baguslah Abah ke sini juga mau bahas itu. jadi menurut kamu gimana?."
" ya harus di klarifikasi ke para santri bah."
" kalau menurut Gibran bagaimana kalau kita kumpulkan para santri di aula atau di lapangan nanti biar gibran yang cerita bagaimana Gibran bisa melamar Kai dan sampai rencana pernikahan Gibran dan Kai sebelum Kai lulus sekolah. biar mereka tahu kalau kalau gibran sudah menaruh hati ke Kai sudah dari dulu."
" bukannya kamu mau ngasih tau ke Kai nanti saat kalian sudah menikah." ucap om zidan.
" nggak apa-apa toh ini juga menyangkut Kai. karena berita yang beredar kan Gibran terpaksa menikahi Kai karena kasihan jadi biar mereka tahu kalau Gibran sudah menaruh hati pada Kai dari Kai kecil."
__ADS_1
" ya sudah itu lebih baik, berarti pulang sekolah biar semua santri kumpul di aula saja." ucap Abah dan setelah itu mereka pun pergi.