
Sedangkan pasangan ustad Alif dengan Zafra mereka sedang berada di dalam mobil menikmati perjalanan mereka.
" Kita mau kemana sayang." Tanya ustad Alif.
" Kalau ke Mall udah kemalaman kak, Gimana Antar Zafra dulu beli kado di toko buku depan sana. Terus kita ke angkringan aja."
" Boleh Apa sih yang nggak buat kesayangan kakak."
" Mulai deh gombal "
" Gombal dari mana sih yang."
" Oh iya sayang kata Abi, Mas Iqbal udah nentuin kalau bakal melamar Michiko empat bulan lagi. Setelah Mas Iqbal wisuda."
" Serius kak."
" Iya nanti kita bakal berangkat ke Jepang dan Pas juga kamu selesai ujian "
" Kok Abi nggak bilang ke aku."
" Abi Tanya Kakak, Ibu dan adik-adik kakak sudah pada punya paspor belum kalau belum di suruh bikin dulu."
" Oh, Terus kakak sudah punya paspor."
" Hehehe... Belum lah ke Bali aja belum pernah apa lagi ke luar negeri."
" Terus kapan mau bikinnya."
" Rencananya sih lusa mau bikin."
Mereka pun sampai di toko buku, Ustad Alif terus menggandeng tangan Zafra memasuki toko buku.
" Sayang mau cari buku apa?." Tanya ustad Alif.
" Lihat aja nanti, soalnya masih bingung."
" Ya udah kamu cari aja bukunya, kakak ke sana dulu ya."
" Iya."
Mereka pun berpencar, Tak lama Zafra pun selesai mencari buku yang dia mau. Tapi Zafra masih ingin membeli buku cerita untuk anaknya Tante Aisyah. Saat Akan menghampiri ustad Alif, Zafra mendengar sekumpulan ABG yang membicarakan ustad Alif.
" Gila tuh cowok ganteng banget ya "
" Kenalan yuk?."
__ADS_1
Sebelum para perempuan itu menghampiri ustad Alif Zafra lebih dulu menghampiri ustad Alif
" Kak udah selesai belum."
" tunggu sebentar ya."
Dan benar segerombol perempuan itu menghampiri ustad Alif dan Zafra.
" Kak, adiknya cantik boleh kenalan gak?." Tanya perempuan itu.
Sebelum menjawab ustad Alif melihat wajah Zafra yang kesal
" Enak aja di bilang adiknya." gumam Zafra dalam hati.
" Maaf ini bukan adik saya tapi istri saya."
" Ah si kakaknya becanda."
" Terserah kalian mau percaya Atau nggak."
Tak lama ustad Yanuar menghampiri ustad Alif dan Zafra.
" Assalamualaikum, udah nikah masih aja pacaran nih."
" Sendiri kebetulan mau beli kertas HVS habis di rumah, eh malah anak minta beliin buku. Gus sama Ning sendiri."
" Oh nganterin Zafra cari buku buat hadiah katanya."
" oh, Ya udah saya duluan ya. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Sepeninggalan ustad Yanuar, ustad Alif dan Zafra pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.
Dari toko buku mereka pun melanjutkan untuk pergi ke angkringan. Mereka berdua menghabiskan malam dengan ditemani pengamen jalanan.
Sedangkan di Jepang setelah siang sampai sore pergi berbelanja dengan ustad Gibran. Malam harinya sehabis makan malam, Khayra memutuskan untuk langsung ke kamar untuk istirahat sekalian menidurkan Rayyan.
Saat Rayyan sudah tertidur Khayra merasakan perutnya sakit. Awalnya Khayra tak menghiraukan apalagi kandungannya juga baru tujuh bulan. Tapi makin lama makin sakit, Khayra mencoba untuk teriak memanggil penghuni rumah yang ada. Tapi sayang nggak ada yang dengar Khayra pun mencoba menelpon ustad Gibran. Ternyata ponselnya di tinggal di kamar, maka Khayra pun menelpon mama mertuanya. Alhamdulillah mama mertuanya mengangkat.
" Hallo Kai ada apa?."
" Mah, perut Kai sakit kaya mau melahirkan."
" Tunggu di situ mama ke kamar kamu sekarang."
__ADS_1
Tak lama mama pun masuk ke dalam kamar.
" Kontraksinya sering atau hilang muncul."
" Sering mah."
" Mama panggil Gibran dulu ya sama Dewi buat jagain Rayyan."
Mama pun pergi memanggil ustad Gibran dan Dewi. Tak lama ustad Gibran datang bersama kedua mertuanya dan juga Dewi.
" Sayang kita ke rumah sakit ya " ucap ustad Gibran.
" Nak tas yang mau dibawa ke rumah sakit yang mana."
" Yang abu mah.'
Ustad Gibran pun langsung memapah Khayra masuk ke dalam mobil. Supir pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Sampai rumah sakit Khayra di bawa ke IGD, Setelah pemeriksaan menyatakan khayra sudah pembukaan empat. Dokter pun menyuruh suster untuk membawa Khayra ke ruangan bersalin.
" Dok, kan istri saya hamilnya baru tujuh bulan nggak apa-apa Dok." Tanya ustad Gibran panik
" Nggak apa-apa pa, kondisi ibu dan janin di dalam kandungannya bagus jadi nggak masalah."
Ustad Gibran akhirnya sedikit lebih tenang, dia terus saja berdoa untuk kelancaran persalinan buah hatinya.
Setelah jam kemudian Khayra melahirkan bayi kembar mereka yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Ustad Gibran tak henti-hentinya meneteskan air matanya saat mengadzani bayi kembarnya.
Sedangkan Mama dan papa yang berada di luar ruangan bersalin langsung bernafas lega saat mendengar suara bayi.
" Gibran gimana keadaan Khayra dan bayinya." Tanya mama ketika ustad Gibran keluar dari ruangan bersalin.
" Alhamdulillah mah, pah Khayra dan si kembar semuanya sehat. Kita tunggu khayra di pindah ke ruangan rawat inap dulu. Dan si kembar juga sedang di bersihkan.'
Di ruangan rawat inap Khayra Oma dan opanya tak henti-hentinya memandangi cucu mereka. sedangkan ustad gibran menempel terus dengan Khayra.
" Mas nanti jangan lupa telpon umi sama Abi "
" Iya sayang nanti mas bakal telpon kok. Udah sekarang kamu istirahat aja." Ucap ustad Gibran sambil menciumi pucuk kepala Khayra.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf ya hari ini gak Double up ya soalnya masih lemas dan pusing kepalanya.
Maaf ya yang mungkin nungguin double up. Insyaallah kalau sudah enakan nanti double up deh. Mohon doanya ya biar cepat sehat lagi. Terimakasih.
__ADS_1