Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
164. Fira menghibur


__ADS_3

Ceklek


" Assalamualaikum sayang." ustad Gibran masuk ke kamar usai pulang kerja.


" Walaikum salam, Katanya pulang malam." khayra langsung mencium tangan ustad Gibran.


" Klien tadi minta di majuin meeting nya soalnya dia harus segera berangkat ke luar kota "


" Oh, mas mau mandi dulu atau istirahat dulu."


" Mandi dulu sayang kayanya segar."


" Mau aku siapin airnya."


" nggak usah, oh iya kata Ramon kamu di panggil ke sekolah karena sakti mukul orang."


" Mas mandi aja dulu nanti aku ceritain."


Ustad Gibran pun masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Khayra pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk ustad Gibran.


" Gibran sudah pulang nak." Tanya mama.


" Sudah mah."


" Sudah nanyain masalah anak-anak."


" Sudah mah tapi baru nanyain Kai belum cerita sekarang mas Gibran nya lagi mandi."


" Ya udah, mama juga mau bikin teh hangat."


Khayra masuk kamar bersamaan dengan ustad Gibran keluar dari kamar mandi.


" Di minum dulu mas tehnya mumpung masih panas." ucap Khayra sambil memberikan gelas berisikan teh.


" Makasih sayang. Coba kamu ceritakan masalah Sakti."


" Sakti mukul siswa dari sekolah lain yang kebetulan sedang mengikuti pentas seni dan olahraga di sekolahnya. Karena anak itu menyatakan cinta dan mencium Dania di tengah lapangan."


" Apa?." Ucap ustad Gibran kaget saat tahu anak gadisnya di cium oleh orang.


" Dania kenal sama anak itu," tanya ustad Gibran.


Khayra menggeleng.


" Kurang ajar enak aja nyium anak orang seenaknya. Sekarang Dania bagaimana?."


" Dari pulang sekolah dia nangis takut kamu marah mas."


" Kenapa mas harus marah sama putri mas , kan bukan mau Dania di cium sama cowok itu." Ucap ustad Gibran bingung.


" Mas kan selalu mengingatkan anak-anak tentang batasan-batasan antara laki-laki dan perempuan. Terutama ke Dania dan Zafira mas selalu wanti-wanti dengan mereka. Dan Dania merasa dia udah melanggar apa yang selalu kamu ajarkan. Kamu lebih baik ajak bicara Dania mas."

__ADS_1


" Ya udah, Mas akan bicara dengan Dania." Ustad Gibran pun bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar menuju kamar putrinya.


Tapi sebelum keluar kamar Khayra memanggil suaminya kembali.


" Mas..."


" Iya...' ustad Gibran berbalik menghadap ke sang istri


" Sekalian mas ajak bicara Sakti dia terus aja menyalahkan dirinya karena nggak bisa menjaga Dania. Tadi saking emosinya Sakti memukul tembok hingga tangannya terluka."


" Iya habis mas bicara ke Dania mas akan menemui Sakti."


Ustad Gibran menuju kamar putri sulungnya, ustad Gibran melihat pintu kamarnya terbuka. Saat di depan kamar putri sulungnya ternyata di dalam sana sudah ada Zafira putri bungsunya.


" Kak Nia ayolah jangan nangis melulu lihat mata kak Nia udah susah buat melek. Lagian kan bukan salah kak Nia tapi salah cowok itu."


" Emang kamu tau." ucap Dania memandang adik bungsunya.


Zafira memang adik paling kecil, Tapi dia itu paling care terhadap saudara-saudaranya. Gadis kelas empat SD itu selalu saja punya cara untuk menghibur keluarganya.


" Kakak meragukan Fira, Asal tahu Fira bisa menerawang kalau ada Deddy di sini."


" kamu udah kaya dukun aja."


" Nggak percaya, Wahai Deddy ku mendekat lah."


Ustad Gibran tertawa melihat anak bungsunya mencoba menghibur kakaknya yang sedang sedih.


" Hahaha kamu sok menerawang orang kamu udah lihat kan kalau Deddy ada di situ." Dania tertawa.


" hehehe... Akhirnya dia tertawa juga." Fira senang melihat kakaknya tertawa.


" Deddy..." Teriak Zafira memeluk ustad Gibran. " Deddy Fira kangen banget pakai banget."


" Dek kamu tuh kaya udah lama nggak ketemu Deddy aja." ucap Dania.


" Bagi Zafira nggak bersama Deddy berapa jam duh rasanya serasa seabad."


" Lebay..." Ucap Zafran yang sedang berdiri di depan pintu.


" Ih... mas Zafran tuh bisa nggak sih nggak usah nimbrung."


" Apaan sih orang mas kesini di suruh Oma antar bubur kacang hijau buat kak Dania." ucap Zafran sambil meletakkan semangkuk bubur kacang ijo dan segelas air putih.


Lalu Zafran mencium tangan Deddy nya.


" Deddy habis magrib Zafran mau setor hafalan." ucap Zafran.


Baik Khayra dan ustad Gibran selalu mengajarkan anak-anaknya ilmu agama kepada mereka. Dan sudah dari kecil ustad Gibran mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi penghafal Al Quran.


" Fira juga Deddy."

__ADS_1


" Siap.."


" Ya udah maaf Zafira yang cantik ini pergi dulu takut bubur kacang ijo nya kehabisan." Ucap Zafira yang langsung ngacir ke dapur.


" Zafran juga mau ke kamar."


Kini tinggal berdua ustad Gibran dengan putrinya.


" kenapa nangis terus, Mommy sedih loh lihat anaknya nangis terus? kamu nggak kasihan ngelihat Mommy bersedih"


" Dania kesel Deddy, Padahal Deddy selalu bilang untuk jaga jarak dengan lawan jenis. Tapi cowok itu tiba-tiba aja nyium Dania di depan banyak orang. Dania malu Deddy."


" Sudah jangan nangis lagi ini kan bukan maunya Dania, Ini sebuah musibah buat Nia untuk ke depannya Nia harus lebih waspada lagi. Sudah lupa kan kejadian tadi anggap aja itu mimpi buruk kamu."


" Iya Ded, "


" Nanti ikut shalat berjamaah di mushola jangan mengurung diri di kamar. Jangan buat Oma, opa dan Mommy sedih."


Dania mengangguk.


" Sudah Deddy keluar dulu, Kamu siap-siap sebentar lagi adzan Maghrib."


Ustad Gibran pergi meninggalkan kamar putrinya dan menuju kamar sang putra.


Tok...tok....


" Nak ini Deddy, Deddy masuk ya."


" Iya Ded masuk aja."


ustad Gibran pun masuk ke kamar putra sulungnya. Dilihat putra sulungnya sedang duduk di meja belajar dengan komputer menyala.


ustad Gibran pun duduk di ranjang dan menghadap ke sang putra.


" Deddy tahu hanya Dania saudara sedarah yang kamu punya. Deddy juga tahu bagaimana kamu menjaga Dania. Dan Deddy tahu kamu marah dan emosi melihat adik kamu di lecehkan. Tapi marah dan emosi nggak harus menyakiti diri sendiri." ucap ustad Gibran sambil menunjuk luka di tangan Sakti.


" Kejadian ini sudah terjadi dan nggak akan pernah bisa di ulang. dan kejadian ini sudah pasti akan terjadi karena kalian berada di lingkungan yang nggak sama dengan kita. Mungkin kalau kamu berada di tempat nenek kakek sangat jarang kejadian ini akan terjadi tapi nggak menutup kemungkinan juga itu akan terjadi."


" Sekarang ini jadi pelajaran buat kita semua, untuk Dania di bisa belajar untuk lebih waspada. Dan itu juga berlaku dengan kalian, Deddy juga marah melihat anak gadis Deddy diperlakukan tidak baik. Tapi nggak harus dengan kekerasan bahkan sampai melukai diri sendiri."


" Dan untuk kasus Dania biar jadi urusan Mommy dan Deddy. Kamu tahu betapa sedihnya Mommy melihat kamu seperti ini. Tahan emosi kamu karena itu bakal jadi Boomerang buat kamu."


" Iya Ded maaf."


" Nggak masalah, Dua bulan lagi ujian kan."


" Iya Ded."


" Ingat kamu juga harus siapin mental kamu saat nanti kuliah di Amerika. Biar Mommy mu nggak khawatir keadaan kamu di sana "


" iya Ded "

__ADS_1


" Ya udah Deddy keluar dulu. ingat urusan Dania jadi urusan Mommy dan Deddy kamu nggak usah bertindak untuk itu."


__ADS_2