Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
64.


__ADS_3

bulan telah berganti khayra kini telah lulus sekolah dan dia juga sudah pindah ke rumah mertuanya Minggu kemarin. Satu Minggu tinggal dengan mertuanya khayra sangat nyaman ke dua orang tua ustad Gibran sangat menyayangi khayra.


Saat ini kedua orang tua ustad Gibran, ustad Gibran dan khayra sedang makan malam. Seperti biasa khayra mengambilkan ustad Gibran makannya terlebih dahulu. Baru setelah itu khayra mengambil makan untuk dirinya sendiri.


" oh iya sayang nanti buat acara empat bulanannya mama sama papa juga sama orang tua kamu sudah sepakat untuk acara empat bulanan di Adain di tempat orang tua kamu. Kalau di sini mama mau ngadain acara tujuh bulanan aja. kamu nggak apa-apa kan." tanya mama.


" nggak apa-apa kok mah, Kai serahin semua nya ke mama, papa, umi dan Abi karena kalian pasti tahu yang terbaik buat Kai."


" Alhamdulillah kalau begitu."


" oh iya Kai, papa mau tanya kamu mau lanjutin kuliah kamu. kalau mau biar papa yang urus."


" Kai nggak mau kuliah pah.' ucap Khayra


" kenapa nak?." tanya papa.


" iya kenapa Kai." ucap mama.


" sayang yakin kamu nggak mau lanjutin kuliah." tanya ustad Gibran.


" bukan Kai nggak mau lanjut kuliah, Kai mau lanjut kuliah tapi nggak tahun ini Kai berencana akan kuliah tahun depan. kalau tahun depan kan anak Kai nanti sudah berapa bulan usianya dan sekarang Kai mau menikmati kehamilan Kai aja."


" ya udah kalau itu keputusan kamu papa dukung."


" iya mama juga.".


" tapi sayang kan kamu bisa tetep kuliah walaupun lagi hamil."


" iya Kai tahu mas, mas jangan khawatir Kai tahu mas nggak enakan sama keluarga Kai takut keluarga Kai berpikir mas ngelarang Kai untuk kuliah. Kai sudah bilang ke mereka dan mereka nggak mempermasalahkan malah setuju dengan keputusan Kai. Kai cuma nggak mau ada apa-apa mas sama baby kita kan mas tahu sendiri tahun pertama kuliah pasti bakal sibuk. Kai nggak mau nanti bisa terpengaruh sama kandungan Kai." jelas khayra agar suaminya tak merasa bersalah.


" ya sudah mas bakal dukung."


Selesai makan malam ustad Gibran dan khayra memilih masuk kamar begitu juga dengan ke dua mertuanya.


Di dalam kamar khayra sibuk menonton tv sedangkan ustad gibran sibuk mengerjakan tugas kantor yang belum dia selesaikan tadi.


" mas besok kai boleh ikut mas ke kantor ga?." tanya Khayra.


" tumben mau ikut mas ke kantor." tanya ustad Gibran tanpa melepaskan pandangannya dari laptop.


" Tadi mama bilang katanya besok mama sama papa mau pergi ke tempat temannya dan pulang sore. mama sih ngajakin Kai tapi Kai bilang tanya dulu ke mas."


" ya udah kalau kamu mau ikut mas nggak apa-apa. tapi nanti mas tinggal meeting nggak apa-apa kan soalnya mas ada dua jadwal meeting di kantor."


" iya nggak apa-apa."


" ya udah sekarang tidur ya istirahat."

__ADS_1


" oke."


khayra akhirnya tidur sedangkan ustad gibran meneruskan pekerjaannya.


keesokan harinya ustad Gibran dan khayra sudah siap untuk pergi ke kantor ustad Gibran. dan ini pertama kalinya khayra ikut ke kantor ustad Gibran. ustad Gibran dan khayra berjalan di lobby perusahaan keluarga ustad Gibran. ustad Gibran menggenggam erat tangan khayra berjalan memasuki lift.


" itu istrinya pak Gibran." tanya salah satu karyawan.


" sepertinya begitu."


" masih muda ya."


" iya lah masih muda orang saat mereka nikah istrinya masih SMA."


" wow.. pak Gibran dapat daun muda."


" pantesan ya masih SMA udah di nikahi sama pak Gibran. cantik banget ya istrinya."


" iya, cantik banget."


itulah obrolan para karyawan yang melihat ke datangan khayra ke kantor suaminya.


" Kai tumben ikut ke kantor.' tanya kak Hilman ketika mereka berada ke dalam lift


" suka-suka Kai lah orang kantor suaminya." jawab ustad Gibran.


" suka-suka gue Kai kan istri gue."


" udah ih kaya bocah aja. Kai ikut mas Gibran karena Kai sendirian di rumah mama sama papa pergi."


" oh..."


tak lama mereka pun sampai di lantai dimana ruangan ustad Gibran berada. kami pun memasuki ruangan yang cukup besar. ustad Gibran langsung duduk di bangkunya sedangkan Khayra duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


" Lo ngapain ngikutin gue " tanya ustad Gibran.


" maaf bapak Gibran yang terhormat saya ke sini mau mengambil berkas yang kemarin anda periksa." Jawab kak Hilman.


" oh...nih." ucap ustad Gibran sambil memberikan berkas yang di perlukan oleh kak Hilman.


" Kai, kak Hilman ke ruangan kakak dulu ya."


" iya kak."


sepeninggalan kak Hilman khayra mulai membuka laptopnya dia juga harus memeriksa pembukuan cafe yang di kirim melalui email.


" sayang kamu ngerjain apa?." tanya ustad Gibran yang melihat khayra sangat fokus ke layar laptopnya.

__ADS_1


" oh ini lagi ngecek pembukuan cafe."


" sayang sepuluh menit lagi mas ada meeting nanti kalau kamu mau istirahat kamu masuk ke ruangan itu aja ya. di sana ada kasur dan kamar mandinya." unjuk ustad Gibran.


" iya mas."


" kalau kamu mau minum dia kulkas itu banyak minuman kalau kamu mau makan atau ngemil kamu bisa suruh ob buat beli."


" oke mas tenang Aja."


kak Hilman masuk ke ruangan ustad Gibran memberitahukan bahwa meeting akan segera mulai.


" sayang mas meeting dulu ya." pamit ustad Gibran sambil mencium kening Khayra.


sepeninggalan suaminya khayra melanjutkan pekerjaan. setelah selesai khayra merasa sedikit lapar khayra pun keluar ruangan ustad Gibran. khayra menghampiri sekretaris ustad Gibran.


" permisi mbak cindi."


" iya Bu khayra ada yang bisa di bantu."


" panggil Kai aja jangan pakai ibu. oh iya mbak saya mau tanya kalau kantin di sebelah mana."


" Kai mau ke kantin, suruh ob aja ."


" aku mau lihat ada apa aja mbak karena masih bingung."


" ya udah biar mbak yang antar."


" nggak usah biar Kai sendiri aja. mbak tunjukkin aja tempatnya."


" Kai nanti turun ke lobby, terus Kai jalan ke bagian belakang di sana kantinnya."


" mbak cindi nggak makan siang."


" mbak bawa bekal."


" oh ya udah Kai ke bawah dulu ya."


khayra pun turun ke bawah menuju kantin sampai kantin sudah lumayan ramai karena ada beberapa karyawan yang sedang makan siang.


saat khayra masuk ke dalam kantin semua orang langsung menatapnya. karena mereka heran istri bosnya masuk ke dalam kantin karyawan. sedangkan khayra langsung melihat satu persatu gerai makanan yang ada di kantin. mata khayra langsung berbinar kala melihat ada yang menjual es teler. tak lama khayra pun langsung memesan.


" siang Bu, silahkan duluan saja." ucap salah satu karyawan yang sedang mengantri.


" nggak apa-apa sesuai antrian saja."


" tapi Bu."

__ADS_1


" nggak apa-apa, kalau nggak saya pesan dulu deh Bu tapi buatkan sesuai antrian kasihan yang sudah antri lebih dulu. saya mau es teler 1 ya Bu saya ke tempat pempek- pempek dulu " ucap Khayra.


__ADS_2