Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
105.


__ADS_3

Kini di ruang rawat ustad Alif tinggal ibu dan adik perempuannya ustad Alif.


" Shema kamu sudah ngasih tahu, kak Athar ruangan kak Alif."


" Sudah Bu, sekarang lebih baik ibu istirahat aja dulu. Biar Shema yang nungguin kak Alif Apalagi tadi kan ibu habis bikin kue untuk besok di jual." ucap Shena.


" Terus kue yang ibu bikin gimana ya Shem "


" Ya nggak gimana-gimana Bu kan sudah di masukin kulkas. Besok pagi Shema pulang dulu ngurusin kue yang ibu bikin. Nanti shema ke sini lagi bawa kebutuhan buat di sini." ucap Shema


Akhirnya Bu Nuri menuruti anaknya untuk beristirahat di sofa yang ada di ruangan itu.


Pukul satu malam Athar datang.


ceklek


" Assalamualaikum.." ucap Athar pelan karena melihat sang ibu yang sedang tidur di sofa


" Walaikum salam."


" Gimana dek kak Alif?.'


" Kak Alif nggak apa-apa, kak Alif cuma tertidur karena efek obat penawar untuk menghilangkan obat yang wanita gila itu kasih." ucap Shema yang masih kesal


" Kak Athar sudah makan, Ada roti itu kak. kak Athar kan belum makan karena baru pulang kuliah."


" Kamu yang beli dek." tanya Athar.


" Bukan, tadi Zafra yang beli sebelum pulang."


" Oh ya udah kamu tidur aja biar kakak yang jaga kak Alif."


" Ya udah kak, aku tidur dulu soalnya besok habis subuh aku mau pulang dulu ngurusin kue yang ibu buat." ucap Shema sambil berjalan ke sofa.


Menjelang adzan subuh Ustad Alif membuka matanya, dia melihat sekelilingnya. Ruangan yang asing buatnya, ustad Alif mencoba menengok ke kanan ternyata Athar sedang tidur dengan posisi duduk di sebelahnya. Dan ustad Alif juga melihat sang ibu dan Shema tertidur di sofa.


" Ya Allah aku dimana" gumam ustad Alif.


Ternyata terdengar oleh Athar dan Athar pun reflek bangun.


" Kak Alif sudah sadar?." ujar Athar.


" Kakak ada dimana?." tanya ustad Alif lemah.


" Kakak ada di rumah sakit."


" Kakak kenapa?." tanya ustad Alif lagi sambil memijat keningnya yang masih terasa pusing.

__ADS_1


" Athar panggil dokter dulu ya." ucap Athar.


Ternyata suara mereka membangunkan Bu Nuri dan juga Shema.


" Kak Alif sudah sadar." ucap Shema yang langsung menghampiri ustad Alif.


" Ya Allah nak, akhirnya kamu sadar juga. ibu khawatir nak."


" Bu Athar mau panggil dokter dulu ya " Athar pun keluar memanggil dokter.


Tak lama dokter pun datang.


" Permisi pak Alif, saya periksa dulu ya."


Dokter memeriksa keadaan ustad Alif.


" Semuanya bagus, tinggal pemulihan aja."


" Berarti sudah bisa pulang dok." tanya Athar.


" Nanti tunggu dokter ridwan Atau dokter Khadijah ya. kalau begitu saya permisi Dulu."


" Shem, ayo kita ke musholla sudah adzan subuh." ucap Bu Nuri.


" Ibu sama kak Athar aja. shema masih halangan belum bersih."


Bu Nuri dan Athar pergi ke musholla untuk shalat subuh.


" Dek bisa minta tolong ambilin minum kakak haus." ucap ustad Alif.


Shema pun mengambil minum dan membantu ustad Alif untuk minum karena tubuhnya masih lemas.


" Dek ceritain ke kakak kenapa kakak bisa sampai di sini." tanya ustad alif.


" Katanya perempuan yang bernama Syifa mencampur minuman kakak sama obat perangsang. dan Kakak di bawa sama dia di gudang kosong dekat parkiran. Beruntung Ustad Agung sama berapa santri curiga Akhirnya mengikuti kakak dan perempuan itu. Nggak tahunya perempuan itu niat mau memperkosa kakak."


Ustad Alif langsung kaget mendengar kalau dia mau di perkosa.


Shema yang melihat kakaknya kaget langsung melanjutkan ceritanya.


" Kakak tenang aja, perempuan itu belum ngapa-ngapain kakak kok. keburu ke Tawan sama ustad agung dan berapa santri. Karena kondisi kakak memprihatinkan akhirnya kakak di bawa ke rumah sakit sama dokter Ridwan Dan ustad Yanuar."


" Keluarga pesantren tahu dek."


" Tahu lah satu pesantren heboh, Semalam juga Pas sampai sini ternyata sudah ada. Gus Zidan, Ning Mala, Ning Nadifa sama Ning Zafra."


" Zafra kesini dek? Zafra tahu."

__ADS_1


" Tahu, Ning Zafra khawatir banget sama keadaan kakak. Sebenarnya ning Zafra nggak mau pulang mau Nemani kakak. Tapi setelah dibujuk akhirnya mau pulang."


" Dan perempuan itu di jebloskan ke penjara."


Pukul sembilan kyai Salman dan keluarganya sampai di pesantren Al hikmah.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, " ucap mbak Imah haddam di rumah kyai Ibrahim


" Pak kyai nya ada."


" Dengan siapa?."


" Kyai Salman."


" Oh pak Kyai sudah di tunggu dia aula pesantren. Mari saya antar.'


Kyai Salman dan rombongan di antar ke aula pertemuan.


" Assalamualaikum, maaf tamunya sudah datang.'


" Walaikum salam."


Kyai Salman dan rombongan di persilakan masuk dan persilahkan untuk duduk. Dan Kyai Salman pun mencari keberadaan anaknya.


" Maaf sebelumnya anak saya mana ya?.' tanya kyai Salman.


'" Mohon di tunggu sebentar kyai Salman, kita masih menunggu seseorang."


Tak lama Athar dan Shema datang.


Sehabis subuh Athar mengantar sang adik pulang ke rumah sekalian nanti di suruh hadir ke pesantren.


" Assalamualaikum." ucap Athar dan Shema.


Ternyata tidak hanya Athar dan Shema tetapi juga Zafra. Zafra yang tahu kedatangan kyai Salman dan rombongannya langsung izin keluar kelas.


" Walaikum salam."


Athar, Shema dan Zafra pun masuk dan duduk tak jauh dari Gus Zaki.


Sedangkan Kyai Salman binggung kenapa tiga orang anak ini yang muncul.


" Kenapa anaknya Gus Azam ikut gabung ke sini?. Dan kenapa tatapan anaknya Gus Azam seakan membenci kehadiran kami." gumam kyai Salman dalam hati.


" Baiklah karena semuanya sudah kumpul, Marilah kita mulai saja." ucap Kyai Ibrahim.

__ADS_1


" Maaf pak Kyai, Anak saya mana?."


__ADS_2