Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
198. Rumah baru


__ADS_3

Acara pengajian pun di mulai hanya Keluarga dan para ustad dan ustadzah aja. Tapi ada sahabat Dania dan juga sahabat Rayyan yang ikut.


Selesai pengajian di Adain acara makan-makan yang sudah Khayra sediakan.


" Ayo Nazwa, Intan dan Dini ambil makan jangan malu-malu." Ucap Khayra menyuruh sahabatnya Dania mengambil makanan.


" Iya Tante ." Jawab mereka.


Akhirnya Dania mengajak sahabatnya untuk mengambil makanan. Setelah itu mereka mengobrol dan bersendau gurau bersama.


Menjelang magrib Khayra, ustad Gibran, Oma dan opa pamit pulang begitu juga yang lainnya.


" Mommy pamit pulang dulu ya. Ingat mulai hari ini kamu harus bagi waktu antara sekolah dan ngurus rumah tangga. Kalau ada apa-apa langsung bilang ke suami." Ucap Mommy.


" Mommy ngapain sih pulang kenapa nggak nginap aja." ucap Dania.


" Habis ini ada undangan dari kolega Deddy dan Opa. Makanya adik kamu nginep di rumah kakek. Soalnya kita mau Langsung ke hotel tempat acara. Besok Mommy ke sini lagi jemput adik-adik kamu. Udah ya Mommy pamit assalamualaikum.'


" Walaikum salam."


Kini hanya tinggal berdua karena semuanya sudah pada pulang. Setelah semua pulang Dania pun memilih untuk pergi ke dapur. Dania memilih mencuci gelas-gelas bekas nyeduh kopi.


Tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggang Dania.


" Astaghfirullahaladzim....Abang ngagetin aja deh.'


" Kaget ya." bisik Dania.


" Nggak..nggak salah lagi." Ucap Dania sebal.


" hehehe...Maaf deh."


" Abang awas ih sana Dania sudah ini."


" Nggak mau."


" Abang..Awas " ucap Dania berusaha melepaskan pelukannya Khalid.


" Nggak mau."


" Mau lepas nggak bang.."


" Nggak mau Abang mau gini aja."


" Ya udah nanti malam Abang jangan tidur di kamar."


" Mana bisa begitu sayang.."


" Biarin pokoknya seminggu Abang nggak boleh tidur di kamar."


" Wah sekarang kamu udah bisa ngancam Abang nih."


" Biarin..."


" Ya udah Abang lepas tapi nanti malam Abang tidur di kamar ya."


" Udah sana bersih-bersih terus ke masjid udah mau magrib. Bajunya udah aku siapin tadi "


" Makasih sayang Abang ke atas dulu." Sebelum pergi Khalid mencuri cium pipi Dania dan membuat wajah Dania langsung merona.


Setelah menyelesaikan mencuci piring Dania pun naik ke lantai atas ke kamarnya. Begitu buka kamar tenyata Khalid sudah rapi dan siapa berangkat ke masjid.

__ADS_1


" Kamu Mau shalat di masjid atau di rumah." Tanya Khalid.


" Di rumah aja bang, Dania belum mandi."


" Ya udah abang jalannya. Assalamualaikum.'


" Walaikum salam."


Begitu Khalid pergi Dania pun masuk kamar mandi untuk mandi. Setelah tiga puluh menit akhirnya Dania pun selesai mandinya. Selesai mandi Dania pun langsung menunaikan ibadah shalat magrib.


Selesai shalat Dania pun keluar kamar dan turun ke bawah. Dania berjalan ke dapur menghangatkan makanan yang tadi takut suaminya ingin makan lagi.


Setelah menghangatkan makanan Dania memilih menonton tv sambil menunggu adzan isya. Begitu Adzan Isya berkumandang dania pun bersiap untuk menunaikan shalat isya.


Dania sengaja shalat di kamar tamu yang ada di lantai bawah. Setelah shalat dia kembali menonton tv.


Tak lama Khalid pun pulang dari masjid.


" Assalamualaikum." Ucap Khalid membuka pintu rumah.


" Walaikum salam." Jawab Dania dari ruang tv.


Khalid pun mencari keberadaan istrinya ternyata ada di ruang tv. Khalid pun menghampiri Dania.


" Nonton apa sayang." Tanya Khalid yang langsung duduk di sebelah Dania.


" Nonton sinetron ikan terbang." Jawab Dania sambil mencium tangan Khalid.


" Baru tahu aku sayang kamu suka nonton sinetron beginian.' ucap Khalid mengambil posisi tiduran di paha Dania.


" Nggak juga karena nungguin kamu aja, Aku iseng nonton."


" Kamu mau makan nggak lauknya sudah aku panasin"


" Boleh deh, Ngisi tenaga dulu biar kuat nanti olahraga sama kamu." ucap Khalid.


" Olahraga." Ucap Dania bingung.


" Iya olahraga."


" Abang nggak salah mau olahraga malam-malam."


" Ya nggak dong."


" Emang Abang mau olahraga apa?."


" Olahraga di ranjang sama kamu." Bisik Khalid langsung pergi ke meja makan.


Dania langsung melotot mendengar bisikan suaminya.


" Yang kamu mau bengong di situ aja." teriak Khalid.


Dania yang sebal sama suaminya pun beranjak menuju meja makan.


" Nggak usah manyun tuh bibir nanti Abang cium loh." ledek Khalid


" Habisnya Abang ngeselin banget sih. Bisa-bisanya mesum Dania pikir beneran olahraga."


" Kan memang olahraga."


" Olahraga apanya."

__ADS_1


" Coba kamu pikir olahraga capek nggak."


" Capek."


" Keluar keringat nggak"


" Iya."


" Kalau olahraga di ranjang capek dan keluar keringat nggak."


" Iya." Jawab spontan Dania setelah itu baru dia sadar kalau lagi di goda oleh suaminya.


Sedangkan Khalid hanya tersenyum melihat istrinya yang polos.


" Ih...Abang mesum."


Khalid pun tertawa.


" Tapi kamu suka kan sama olahraga di ranjang."


Wajah Dania langsung merona bak kepiting rebus.


" Mana ada."


" Yakin, Perasaan kamu juga sering minta nambah."


" Aduh...aduh ...yang sakit yang ." Karena terus di goda Dania pun mencubit pinggang Khalid.


" Awas ngegodain aku lagi." Ancam Dania melepas cubitannya.


" Ya Allah yang sakit banget cubitan kamu."


" Biarin habis Abang rese."


" Iya maaf... udah kita makan nanti nggak makan -makan."


Akhirnya mereka pun makan bersama.


****


Kini Khalid dan Dania sudah berada di kamar mereka sedang duduk di atas ranjang sambil menyender di headboard ranjang.


" Oh iya bang, Om Iqbal kan kemarin belum ngasih kado pernikahan terus tadi nanya mau kado apa."


" Terus kamu jawab apa?." tanya Khalid.


" Apa aja, Terus Om Iqbal tanya mobil aku yang dari Deddy ada dimana? Aku jawab ada di rumah Mommy."


" Kamu punya mobil sayang."


" Iya tapi belum pernah aku pakai hadiah dari Deddy dan Mommy pas ulang tahun sweet seventeen kemarin."


" Kata om Iqbal karena mobil aku ada di rumah Deddy sama Mommy. Om Iqbal mau ngasih kado sepeda motor dan besok datang motornya. Kata om Iqbal di mudah kemana-mana."


" Ya Allah baik banget si yang Keluarga kamu. Mas jadi nggak enak hati belum ngasih kamu apa-apa."


" Kan belum bang, bukan nggak jadi Dania percaya Abang akan memberikan Dania yang terbaik."


" Terima kasih sayang, I love you."


" Love you too."

__ADS_1


__ADS_2