
hari ini adalah pembukaan cafe yang berada di alun-alun cafe. Kai sudah dari pagi dia berangkat ke cafe untuk mengecek semuanya. rencananya mereka mengundang keluarga, kerabat dan koleganya om Zidan. karena hari Jumat dan kegiatan pesantren libur jadi kai juga mengundang nada, Sarah dan gina juga.
acaranya di adakan jam sepuluh pagi dan setengah sepuluh pagi semua persiapan sudah selesai.
" assalamualaikum Kai." ucap om Zidan baru datang.
" walaikum salam." Kai pun langsung mencium tangan om Zidan dan Tante Mala.
" kakak Kai kata papa ada kolam ikannya ya." tanya Haikal anaknya om Zidan.
" iya, kamu ke sana aja tuh sama kak nadifa" tunjuk Kai.
" ya udah kamu ngobrol aja sama om kamu Tante mau bawa Haikal dan nadifa lihat ikan." ucap Tante Mala
" gimana Kai sudah beres?."
" sudah om, suruh beres pak Budi ( orang kepercayaan om zidan buat mengelola cafe ini) sudah ngatur semuanya." ucap Kai
" bagus kalau begitu kita tinggal nunggu tamu undangan." ucap om Zidan.
pukul sepuluh para undangan mulai berdatangan di green resto dan cafe. om Zidan pun memperkenalkan aku ke beberapa rekan bisnisnya.
aku juga menghampiri nada, Sarah, gina, mbak Halimah dan mbak maysaroh.
" gimana udah pesan?." tanya Kai.
" sudah Ning, kamu hebat Ning?." ucap nada.
__ADS_1
" iya restorannya bagus." ucap Sarah.
" selamat ya Ning semoga restorannya ramai pembeli." ucap mbak Halimah.
" amin, makasih ya udah pada datang."
" kak Kai, di panggil Abi." Zahra menghampiri kai yang sedang duduk dengan sahabatnya.
" iya dek, maaf ya aku tinggal dulu." aku pun pergi dengan Zahra menghampiri keluargaku.
deg....
aku melihat ada ustad Gibran dan juga keluarganya ada di sana juga.
" assalamualaikum."
" walaikum salam."
" selamat ya nak Atas pembukaan restorannya." ucap papanya ustad Gibran.
" makasih pah."
" oh iya nak kenalin ini kakaknya Gibran namanya Gita kalau yang sebelahnya itu suaminya Radit dan yang itu anaknya namanya Maura." ucap mama ustad Gibran
" hallo kak Gita kak Radit aku khayra."
" hallo juga Kai, pantas aja Gibran nggak sabaran buat nikahin kamu orang kamu cantik banget." ucap kak Gita.
__ADS_1
" kak Gita bisa aja."
" oh iya Kai mama mau tanya nanti mau konsep yang seperti apa buat pernikahan nanti." tanya mama ustad Gibran.
" maaf ma, boleh nggak aku akad nikah aja dulu sama mas Gibran untuk resepsinya nanti setelah Kai lulus." ucap Kai.
" kalau kamu maunya begitu nggak apa-apa yang penting sah dulu secara agama dan negara." ucap mama ustad Gibran.
" makasih mah."
" sama-sama sayang."
para pria pamit melaksanakan shalat Jumat di masjid dekat alun-alun kota.
" nanti setelah menikah mau tinggal di mana kai." tanya kak Gita.
" sudah sepakat sama mas Gibran tinggal di pesantren. kakek sudah nyiapin rumah di dekat rumah Abi dan umi." ucap kai.
" sudah ada perabotannya kai, kalau belum bilang sama Gibran biar bisa nyicil belanjanya."
" belum ada perabotannya kak, rumahnya lagi di renovasi dulu. iya nanti kai bilang ke mas Gibran."
" nanti main ke rumah biar kita bisa ngobrol banyak."
" iya kak."
tak lama para pria sudah selesai melaksanakan shalat Jumat sekarang gantian para perempuan yang menjalankan shalat Dzuhur. setelah itu acara pun terus berlanjut sampai sore hari.
__ADS_1