Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
176. Rencana Khalid


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Khalid benar-benar sudah frustasi kalau harus memendam perasaannya terhadap Dania. Khalid pun menelpon orang tuanya untuk membicarakan semua ini.


" Assalamualaikum bi "


" Walaikum salam. "


" Bi ada yang mau Khalid bicarakan Umi ada di dekat Abi nggak."


" Ada nak kebetulan ada di sebelah Abi."


" Di loudspeaker bi."


" Sudah lid ada apa?."


" Bi kalau Khalid mengkhitbah Dania sekarang menurut Abi dan umi gimana? Jujur Khalid takut khilaf kalau harus nunggu Dania lulus sekolah. Apalagi hampir setiap hari Khalid bertemu Dania."


" Kalau Abi terserah kamu nak."


" Kalau menurut umi lid kamu menemui Gus Azzam bilang ke beliau niat baik kamu. Jadi dia bisa bantu kamu bicara ke anak dan menantunya."


" Jadi umi sama Abi setuju kan "


" Iya nak."


" Ya udah Khalid tutup dulu telponnya, Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Setelah mendapatkan dukungan dari orang tuanya Khalid akan secepatnya bicara dengan Kyai Azzam.


Dan siang ini sehabis mengajar Khalid pun langsung menemui kyai Azzam.


Tok....tok....tok...


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, Mari masuk ustad Khalid."


" Maaf kyai kalau mengganggu."


" Oh nggak kok, Ayo silahkan duduk. Ada apa nih kayaknya penting."


" Iya pak kyai, kedatangan saya kesini ada yang mau saya bicarakan." ucap Khalid gugup.


" Silahkan."


Khalid pun diam berapa saat untuk mengatur kata-kata yang tepat. Dan juga mengatasi kegugupan nya.


" Begini pak kyai.'


" Panggil om aja lid biar santai toh hanya berdua." ucap Abi yang melihat Khalid sangat gugup


" Iya om, Jadi sebenarnya Khalid mempunyai perasaan terhadap cucunya om Azzam yaitu Dania. Karena semakin hari Khalid semakin susah mengendalikan perasaan Khalid. Jujur Khalid takut khilaf dan takut dosa. Jadi Khalid berencana ingin mengkhitbah Dania om."

__ADS_1


" Maaf sebelumnya Khalid om nggak bisa menjawabnya karena bukan Hak om. Kalau kamu memang serius dengan Dania maka temui lah orang tua Dania. Tapi kalau kamu ingin ke sana bilang sama om kapan biar nanti om dan satu atau dua ustad yang menemani kamu."


" Iya om, Terima kasih banyak sudah mau membantu Khalid."


" Sama - sama Khalid, di sini saya adalah pengganti orang tua kamu jadi jangan sungkan.'


" Iya om, kalau begitu Khalid permisi dulu. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Malam harinya Abi pun menceritakan tentang Khalid ke sang istri.


" Mi tadi Khalid menemui Abi."


" Kenapa bi apa ada masalah?.' Tanya umi.


" Sepertinya kejadian Khayra dan Zafra akan terulang ke cucu kita deh mi."


" Maksudnya BI." Tanya umi bingung.


" Iya Khalid menemui Abi dia meminta izin untuk mengkhitbah Dania. Ternyata Khalid sudah menyimpan rasa itu semenjak pertama kali bertemu."


" Ah ... yang benar bi, adu kenapa bisa sama ceritanya kalau benar-benar mereka Sampai halal. terus Abi jawab apa."


" Abi bilang ke Khalid untuk menemui Kai dan Gibran. Tapi Abi sudah bilang akan menemaninya mungkin akan mengajak ustad yang lainnya."


" Semoga memang Khalid jodohnya Dania."


" Amin."


****


Abi pun segera menghubungi Gibran dan Khayra tentang niat kedatangan Khalid ke rumahnya nanti.


Setelah itu Khayra dan ustad Gibran pun langsung menghubungi Sakti. Bagaimanapun Sakti yang lebih berhak atas Dania karena dialah nanti yang akan menjadi wali nikahnya Dania.


" Assalamualaikum Deddy, ada apa?." Tanya Sakti di sebrang sana.


" Walaikum salam."


" Mas Sakti lagi apa nak." tanya Khayra.


" Oh ada Mommy juga, baru mau tidur Mom."


" Ada yang mau Deddy bicarakan sama kamu nak."


" Apa itu DED."


" Begini Ada pemuda baik dan Soleh ingin mengkhitbah Dania untuk jadi istrinya nak."


" Apa tadi DED, Ada yang mau mengkhitbah Dania. Dania kan masih sekolah."


" Iya nak Laki-laki ini sudah memiliki perasaan ke Dania sudah lama. Sebenarnya dia mau menunggu Dania sampai lulus baru melamarnya tapi dia takut Khilaf dan dosa. Karena mereka selalu bertemu dengan adik kamu setiap hari."


" Memang siapa laki-laki itu ded?."

__ADS_1


" Khalid anak temannya kakek kamu."


" Seperti Khalid lelaki yang baik, kalau Sakti ikut Deddy, Mommy, kakek, nenek, Oma dan opa aja. Kalau menurut kalian Khalid laki-laki yang baik dan bertanggung jawab Sakti akan merestui mereka."


" Baiklah kalau itu keputusan kamu. Sudah sana tidur jangan begadang." ucap ustad Gibran.


" Tapi kamu sudah makan malam kan nak." tanya Khayra.


" Alhamdulillah sudah Mom tadi Oma Amel ngirimin makan malam buat aku."


" Ya sudah, selamat istirahat nak, Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


******


Sabtu setelah pulang sekolah Khayra meminta Rayyan dan Dania untuk pulang ke rumah.


" Dek kamu ngapain sih mondar-mandir kaya gitu." ucap Zafran yang pusing melihat kembaran nya mondar-mandir nggak jelas.


Zafira tak menjawab pertanyaan Zafran dia malah menghampiri Mommy nya.


" Mom, Mas Rayyan sama kak Dania pulang sekolah jam berapa sih?."


" Sebentar lagi juga sampai."


" Perasaan dari tadi Mommy bilang dikit lagi sampai tapi nggak sampai-sampai.'


" Itu suara mobilnya."


Zafira pun langsung berlari ke luar rumah.


" Kenapa baru sampai sih Fira kan udah nungguin dari tadi tahu." Ucap Zafira sambil berdecak pinggang.


" Berisik sih dek." Ucap Rayyan sambil berjalan melewati adik bungsunya.


" Mas Rayyan kok Fira di lewati aja sih, Bukannya di peluk gitu loh adiknya." omel Zafira yang mengikuti Rayyan masuk ke dalam. Sementara Dania hanya bisa tersenyum melihat manjanya Zafira ke Rayyan.


" Ada apa sih ribut-ribut." ucap Khayra menghampiri anaknya.


" Iya Oma dan opa jadi kaget." kata Oma yang baru keluar dari kamar.


Rayuan dan Dania langsung mencium tangan dan pipi Khayra, Oma dan opanya


" Itu loh mas Rayyan nggak tahu apa adiknya yang cantik ini kangen berat. Pulang harusnya adiknya tuh di peluk gitu masa di lewati aja. Ngeselin nggak tuh."


Rayyan langsung memeluk sang adik karena Zafira akan terus ngoceh tiada henti.


" Udah kan mas Rayyan udah peluk, sekarang mas Rayyan mau ke kamar dulu."


" Terima kasih mas Rayyan ku yang ganteng tapi masih lebih ganteng Deddy."


" Kalau aku ganteng gak Fira." Ucap Zafran


" Nggak jelek." Jawab Zafira langsung lari menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2