
Selesai makan siang Khalid pun di antar oleh ustad Ridho ke rumah yang akan di tempati oleh Khalid.
".Ustad Ridho sudah lama ngajar di sini." Tanya Khalid.
" Kalau ngajar sih baru ustad Khalid tapi kalau mondok sudah dari Kelas empat SD." Jawab ustad Ridho.
" Iya ustad Khalid dulu orang tua saya nggak mampu membiayai sekolah saya lagi akhirnya saya putus sekolah dan ikut orang tua saya ke sawah. Terus pak kyai Ibrahim menyuruh saya mondok di pesantren ini gratis bahkan saya sampai di kuliahi. Makanya saya sudah berjanji bakal mengabdi di pesantren ini.'
" Mereka memang keluarga yang begitu baik."
" Iya betul, Ustad Khalid. Bahkan Gus Gibran suaminya Ning Khayra mengasih kerjaan untuk saya di kampus milik orang tuanya. Katanya biar bisa cepat membelikan sawah untuk orang tua agar tidak jadi buruh tani terus."
" Mereka nggak tinggal di pesantren ya." tanya Khalid.
" Nggak, mereka tinggal di rumah orangtuanya Gus Gibran."
" Oh pantes nggak lihat."
" Ning khayra Sama Gus Iqbal memang nggak tinggal di sini. Hanya Ning Zafra dan Ning Zahra aja."
" Pantas saja aku nggak melihat dia." gumam Khalid dalam hati.
"Silahkan ustad Khalid ini rumahnya." Ucap ustad Ridho saat mereka sampai di rumah yang akan Khalid tinggalin.
" Terima kasih ustad Ridho."
" Sama-sama ustad Khalid kalau ada apa-apa saya tinggal di sebelah. Assalamualaikum" ucap ustad Ridho.
" Iya ustad Ridho, Walaikum salam."
Khalid pun memasuki rumah, terdapat ruang tamu, 1 kamar tidur, Kamar mandi , dapur dan juga ada taman kecil di dekat dapur.
" Cukup nyaman juga dan sudah lengkap juga jadi nggak perlu lagi membeli perabotan." ucap Khalid.
Khalid pun langsung membereskan barang-barangnya.
*****
Keesokan harinya Khalid di perkenalkan ke para ustad dan ustadzah. Bahkan Khalid sudah di persilakan untuk mengajar. Walaupun hanya sebagai guru pengganti karena sebentar lagi Akan ujian kelulusan dan Kenaikan kelas.
Khalid langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan juga para santri. Di hari pertama Khalid mendapatkan hangat oleh para santri.
Hari kedua Khalid hanya membantu para ustad di kantor karena tidak ada ustad atau ustadzah yang berhalangan hadir.
Tak lama Ustad Ridho dan ustad Sukri mengajak Khalid untuk mengantarkan undangan ke berapa sekolah.
__ADS_1
Khalid pun mengiyakan sekali dia bisa tahu apa aja yang ada di kota ini.
Mobil yang di Kendarai oleh ustad Sukri memasuk sebuah sekolah yang sangat mewah.
" Masya Allah besar sekali sekolahnya ustad Ridho." ucap Khalid saat turun dari mobil.
" Iya ini adalah sekolah paling mahal dan paling bagus di kota ini. Rata-rata yang sekolah ini adalah orang kaya semua." jelas ustad Ridho.
" Sudah jelas ustad orang bagus begini."
" Dan ini punya besannya kyai Azzam, mertuanya Ning Khayra. Gedung ini hanya Khusus SMA saja . Untuk SD dan SMP ada di gedung tak jauh dari sini."
Saat masuk ke dalam sekolah tak sengaja mata Khalid melihat gadis yang dia cari sedang berjalan di lantai dua.
" Pantas aku cari nggak ada di pesantren ternyata kamu bersekolah di sini." gumam Khalid dalam hati.
Dan kini ketiga sudah berada di kantor guru untuk memberikan undangan .
Saat akan pulang Khalid melihat keberadaan Sakti yang sedang bersandar pada mobil sambil memainkan ponselnya.
" Itu cowok kenapa ada di sini, Tapi dari seragamnya sih memang bersekolah di sini. Apa dia teman atau jangan-jangan calonnya Dania." Gumam Khalid dalam hati.
" Assalamualaikum Gus Sakti." Sapa ustad Ridho dan ustad Sukri.
" Walaikum salam, Ustad Ridho, ustad Sukri dan Aku lupa namanya anak temannya kakek kan." Ucap Sakti.
" Kakek, Jadi dia cucunya om Azzam juga."
" Khalid." Ucap Khalid.
" Oh iya ustad Khalid."
" Sudah mau pulang Gus." tanya ustad Sukri.
" Iya tapi nunggu Dania belum juga keluar."
" Kita juga mau ke rumah Gus mau ketemu dengan Gus Gibran."
" Oh Deddy memang ada di rumah si ustad."
" Ya udah Gus kita duluan, assalamualaikum."
" Walaikum salam."
*********
__ADS_1
Dania masuk kedalam rumah dengan wajah cemberut. Dania langsung menghampiri Mommy dan Deddy nya yang sedang mengobrol dengan para ustad di pesantren kakeknya.
" Kenapa nak cemberut begitu?." Tanya Khayra Setelah anaknya mencium tangan.
" Dania mau beli Boba mom tapi mas Sakti nggak mau berhenti di tempat yang jual Boba. kan ngeselin." adu Dania.
" Habisnya kamu malah asik ngobrol udah tahu mas Sakti sudah nunggu lama."
Kemudian muncul Zafira yang berlari menuruni tangga.
" Kak Nia mana boba nya." Tanya Zafira.
" Tuh mas sakti nggak mau berhenti di tempat Boba."
" ih mas sakti kan Fira udah ngebayangin minum Boba tau."
" Udah kenapa jadi pada ribut mana ada tamu lagi. " Omel Khayra.
" Udah kamu pesan online aja Nia nanti Deddy yang bayar. sekalian tanya rayyan sama Zafra." Ucap ustad Gibran.
Dania dan Zafira pun pergi ke lantai atas.
Khalid yang melihat Dania yang cemberut jadi gemas sendiri.
Dan Tanpa sadar Khalid terus saja memandangi Dania sampai Dania menaiki tangga.
Sampai rumah Khalid selalu tersenyum saat mengingat dimana dirinya melihat tingkah Dania yang sangat menggemaskan.
Sampai suara kutukan pintu mengagetkan Khalid.
" Astaghfirullahaladzim."
Khalid pun membukakan pintu.
" Walaikum salam."
" Ini ustad Khalid tadi istri saya buat kue dan ini untuk ustad Khalid."
" Terima kasih, ustad Sukri."
" Sama-sama, Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Khalid pun menutup kembali pintu rumahnya.
__ADS_1