
Malam ini keluarga besar Khayra akan berangkat ke Jepang. Semua orang sudah berkumpul di depan rumah orang tua Khayra. Para lelaki juga sibuk memasukkan koper-koper ke dalam mobil.
" Bal semua yang di perlukan untuk lamaran udah di bawa semua nggak ada yang tertinggal lagi kan." ucap nenek yang saat Iqbal baru keluar dari pintu rumah.
" Alhamdulillah sudah nek, untuk cincin dan kalang udah ada dalam tas nek." Jawab Mas Iqbal sambil menepuk tas memberitahukan sang nenek
" Syukurlah."
" Sudah ayo masuk ke mobil, Nggak enak sama kakaknya Gibran kalau telat." ucap Abi.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil, Ada sekitar tujuh mobil yang mereka pakai untuk mengantarkan mereka ke bandara.
Perjalanan dari pesantren Al hikmah sampai bandara memakan waktu yang lumayan lama. Dan sekitar jam sepuluh malam mereka pun sampai di bandara. Mereka jadi memakai pesawat pribadi milik om nya ustad Gibran.
Sampai bandara ternyata baru mereka yang datang kakaknya ustad Gibran belum datang. Tak sampai sepuluh menit akhirnya kakaknya ustad Gibran datang.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Mas Radit, kak Gita, Maura, om Wisnu dan kak hilman menyalami semua keluarga Khayra.
" Maaf sudah lama menunggu ya." ucap Mas Radit suami kak Gita kakaknya ustad Gibran.
" Nggak kok nak." Ucap Abi.
" Syukurlah."
" Maaf saya tinggal dulu mau menemui pilotnya." ucap kak hilman pamit.
Kepergian kak Hilman mereka pun mengobrol santai. Sampai kak hilman kembali lagi.
" Mas Radit, om Wisnu jadi pakai dua pesawat, pesawat yang satu lagi ada Masalah jadi nggak bisa terbang hari ini." ujar kak Hilman.
" Jadi pakai pesawat siapa man?." tanya mas Radit.
" Pakai pesawat mas Radit sama pesawat om Hiro kakak mamanya ustad Gibran. Pesawat Albert menantunya om Hiro ada masalah teknis."
" Oh.. berarti pesawat siapa yang berangkat pertama." tanya mas Radit kembali.
" Pesawat mas Radit, jadi di pesawat mas Radit yang ikut. Mas Radit, kak Gita, Maura, om Wisnu, Abi, umi, Zahra , Zafra Alif, Bu Nuri, Shema dan Athar. Dan sisanya ikut aku di pesawat om Hiro penerbangan berikutnya. Yang ikut pesawat mas Radit siap-siap menuju ke pesawat." jelas kak Hilman.
__ADS_1
Mereka yang ikut pesawat mas Radit pun langsung menuju ke dalam pesawat.
Di Jepang setelah shalat subuh Khayra langsung Siap-siap untuk menjemput keluarganya.
" Si kembar di bawa nak?." tanya mama saat Khayra masuk ke dapur untuk membuat kopi untuk ustad Gibran.
" Iya mah, Tapi aku cuma bawa Dewi aja. mbak Ratih sama Mbak Ami biar bantuin mama." ucap Khayra.
" Baiklah, Jangan lupa mereka suruh makan siang di sini."
" Iya mah, Kai udah bilang ke umi kok."
Khayra dan keluarga kecilnya plus Dewi berangkat ke bandara menjemput keluarganya Khayra.
" Mas Rayyan sama Deddy ya, mbak Dewi biar gendong Adik Zafran." ucap Khayra ketika sampai bandara
" Ya mom." ucap Rayyan.
Mereka pun masuk ke dalam bandara menunggu kedatangan keluarganya di ruang tunggu.
Setelah setengah jam menunggu akhirnya Keluarga Khayra pun keluar dari dalam bandara. Tapi hanya ada mas Radit, kak Gita, Maura, om Wisnu, Abi, Umi, Zahra, Zafra, ustad Alif, Bu Nuri, Shema dan Athar.
" Assalamualaikum, umi, Abi." ucap Khayra memeluk umi dan Abinya.
" Walaikum salam."
Setelah dari umi dan Abi , mereka menyapa mas Radit, kak Gita dan Maura.
" akhirnya Kai kakak bisa lihat anak kembar kamu " ucap kak Gita
" Tante Kai Dede kembarnya lucu banget." ucap Maura
" Iya kak Maura, nanti main sama Rayyan sama Dede kembar ya."
" Iya Tante."
Setelah menyapa kakak iparnya, Khayra menyapa keluarga ustad Alif.
" Selamat ya Kai." ucap Bu Nuri.
" Terima kasih Bu Nuri."
__ADS_1
Karena masih menunggu rombongan selanjutnya, Zafira yang anteng dalam gendongan umi yang mengobrol dengan Bu Nuri bersama khayra yang menggendong zafran. Abi, ustad Gibran, ustad Alif dan Athar juga sibuk mengobrol. Zafra, Zahra, Shema dan mbak Dewi sibuk bermain dengan Rayyan.
Sedangkan mas Radit, kak Gita, Maura dan om Wisnu sudah pulang terlebih dahulu ke rumah mama dan papa
Tak lama rombongan ke dua pun datang Khayra langsung melepas Rindu dengan keluarga besarnya.
Khayra langsung memeluk kakek dan neneknya.
" Ini cicit nenek?." ucap nenek yang melihat Khayra mengendong Zafran
" Iya nek, ini namanya Zafran kalau yang di gendong umi namanya Zafira."
" Masya Allah lucunya " ucap nenek.
" Sini Kai Tante gendong." ucap Tante Mala.
Khayra pun memberikan baby Zafran ke Tante Mala.
" Hai Adam, masih ingat kak Kai nggak." ucap Khayra ke anaknya Tante Aisyah.
" Nyawanya belum nyatu Kai " ucap Tante Aisyah.
Setelah bercengkrama akhirnya mereka pun langsung menuju ke hotel menggunakan bis.
Sampai hotel kak Hilman langsung membagikan kamar dan mereka beristirahat. Karena mereka akan ke rumah mama dan papa nanti siang.
Kini Khayra berada di kamar umi dan Abinya bersama si kembar. Rayyan sama mbak Dewi berada di kamar Zahra dan Nadifa. Sedangkan ustad gibran sedang mengobrol dengan kak hilman dan mas Iqbal di coffee shop di hotel tersebut.
" Nak si kembar gembul banget " ucap Abi yang sedang bermain dengan Zafran dan Zafira yang saat ini di taruh di ranjang.
" Iya bi kan udah MPASI jadi nambah berat badannya." jelas Khayra.
" oh iya bi, nanti Zafra sama Zahra mau kuliah dimana?"
" Di kampus yang dekat rumah sakit. terus kamu nggak mau kuliah Kai." Tanya Abi
" Kai belum cerita ya bi, Kai kuliah kok tapi sistem online gitu sekali-kali aja Kai datang ke kampus, Kai udah semester Tiga bi kemarin Kai cuti karena melahirkan dan sekarang udah mulai lagi." jelas Khayra.
" Alhamdulillah nak, Kalau begitu." ucap Abi lega.
" Oh iya setelah kai lulus rencananya kita bakal menetap lagi di Indonesia."
__ADS_1
" Alhamdulillah jadi kalau umi kangen sama anak, mantu dan cucu nggak jauh-jauh." kali ini umi yang bicara.