
Sampai di Indonesia Khayra langsung di sibuk kan dengan mengurus acara lamaran resmi dan juga pernikahan putri bungsunya.
" Hari ini kamu mau kemana rencananya sayang?." Tanya ustad Gibran saat di meja makan.
" Aku hari ini akan pergi ke butik sama princess dan Amara. Sebentar lagi juga Amara di antar sama Sakti ke sini." Jawab Khayra.
Baru aja di sebut ternyata Sakti sudah datang dan ikut bergabung di meja makan.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Ayo langsung sarapan, Pasti oma sudah nebak kalian belum sarapan dari rumah." Ucap Oma.
" Wuih...Oma kaya peramal tahu aja Sakti lagi pengen sarapan masakan Mommy." Jawab Sakti.
" Kayanya kamu kangen masakan Mommy bilang aja mau makan yang gratis." ucap Oma lagi.
Semua tertawa mendengar omongan Oma.
" Sudah ayo sarapan dulu, Mara Ghazan biar sama bibi dulu." Ucap opa.
" Nggak usah opa biar sekalian mara suapin kayanya nasi gorengnya nggak pedas jadi Ghazan bisa makan." Ucap Amara.
Mereka pun kembali menikmati sarapannya.
Selesai sarapan ustad Gibran, Sakti dan Rayyan pun berangkat ke kantor. Tak lama Zafran juga berangkat ke restoran. Zafran memilih membantu usaha Mommy nya ketimbang masuk perusahaan al-Fatir. Tapi sesekali juga dia membantu di sana.
Sudah agak siang Khayra , Zafira, Amara dan juga Ghazan mereka pergi diantar supir.
Setengah perjalanan mereka pun sudah sampai di sebuah mall. Karena memang butiknya berada di dalam mall. Supir pun menurunkan mereka di lobby mall.
" Azan au ain ain." ucap Ghazan dengan bahasanya begitu masuk ke dalam mall yang di tuntun Oma cantiknya.
" Nanti ya Ghazan ikut Oma dulu ya." ucap Khayra lembut.
" Ya." jawab Ghazan sambil mengangguk.
Mereka pun langsung masuk lift menuju lantai tiga tempat butik itu berada.
" Selamat siang bu Khayra sudah di tunggu sama Bu Retno di dalam." Ucap pegawai yang sudah mengenali Khayra begitu mereka baru masuk.
" Siang juga, terima kasih mbak "
Mereka pun diantar ke ruangan Bu Retno pemilik butik tersebut.
" Permisi Bu, Bu khayra nya sudah datang."
__ADS_1
" Oh iya suruh masuk aja." ucap Bu Retno.
" Silahkan Bu." Ucap pegawai itu menyuruh Khayra dan juga anak serta cucu nya masuk.
" Terima kasih."
" Ayo masuk Kai." Ajak Bu Retno.
" Terima kasih mbak."
" Jadi gimana? Apa yang bisa di bantu." Tanya Bu Retno.
" Seperti yang aku bilang kemarin di telpon." Jawab Khayra.
" Siapa yang mau nikah sih, Rayyan." Tanya Bu Retno karena Khayra belum memberitahukan siapa yang mau nikah.
" Bukan, Oh iya sampai lupa kenalin ini menantu aku Amara namanya masih ingat kan yang nikah lagi itu." khayra memperkenalkan Amara.
" Agak lupa Kai, yang aku ingat si ganteng Rayyan doang. Soalnya berharap jadi mantu aku." Ucap Bu Retno.
" Hallo Amara maaf ya kalau Tante lupa?." ucap Bu Retno menyapa Amara.
" Nggak apa-apa Tante toh sudah berapa tahun yang lalu."
" Kalau ini siapa?." tunjuk Bu Retno ke Ghazan.
" Hallo namanya siapa?." tanya Bu Retno saat Ghazan mencium tangan Bu Retno.
" Azan."
" Siapa Kai?." Tanya Bu Retno ke Khayra karena nggak paham omongan Ghazan.
" Ghazan nek namanya." jawab Khayra.
" Oh Ghazan, Kalau yang ini." Tunjuk Bu Retno ke Zafira.
" Ini putri bungsuku yang mau nikah Zafira namanya."
" Wah calon pengantinnya toh, si kembar ya."
Khayra mengangguk.
" Melangkah si ganteng dan kembarannya dong."
" Ya mau gimana lagi orang sudah ada jodohnya."
" Iya anak perempuan jodohnya biasanya lebih cepat. Ya udah ayo kita langsung membicarakan mau baju yang seperti apa?" Tanya Bu Retno.
__ADS_1
Khayra dan Zafira pun memberikan gambaran seperti apa yang mereka mau. Setelah berapa lama berdiskusi dan Bu Retno memberikan berapa contoh gambar rancangannya.
Akhirnya mereka pun sudah memutuskan design seperti apa. Khayra, Zafira, Amara dan Ghazan pun langsung di ukur. Setelah beres mereka pun pamit ke Bu Retno.
" Kita kemana lagi Mom." Tanya Zafira.
" Mommy sudah pesan tempat di restoran yang ada di sini buat makan siang. Sekalian kita ketemuan sama WO dan Mommy juga pesan restoran yang dekat Playground. Jadi nanti kamu Amara temani Ghazan main aja biar nggak bosan." jelas khayra.
" Iya Mom."
Mereka pun langsung menuju ke restoran yang sudah di pesan oleh Khayra.
" Ain oleh." Ucap Ghazan nunjuk ke Playground.
" Nanti ya sayang kita makan dulu sama Oma Sama aunty baru main." bujuk Amara.
" Iya mam teyus ain."
" Iya."
" Selamat siang mbak saya sudah pesan tempat atas nama Khayra." ucap Khayra begitu masuk ke restoran.
" Oh iya Bu, mari."
" Tunggu mbak kemarin saya minta untuk tempatnya yang menghadap ke Playground." tanya Khayra.
" Iya Bu sudah di siapkan."
" Makasih mbak."
Pelayan itu pun menunjukan tempat yang sudah di pesan oleh Khayra.
Khayra pun langsung memesan makanan.
" Azan au eis cim oleh." Tanya Ghazan ke Oma nya.
" Nanti habis makan, kalau makannya habis Oma beliin es krim yang besar".Jawab Khayra.
" Yeah, Azan meam anyak kok Oma."
Orang WO datang bertepatan dengan datangnya makanan pesanan Khayra. Dan mereka makan siang dulu baru membahas konsep pernikahan Zafira dengan Bagas.
Dan sesuai janjinya Khayra dia membelikan es krim yang besar karena cucunya itu makan dengan lahap dan habis.
Sementara Khayra dan Zafira berbincang dengan pihak WO. Sedangkan Amara dia menemani anaknya main.
Setelah selesai Khayra pun mengajak mereka untuk pulang. Karena sang cucu sudah kecapekan di gendongan mamanya.
__ADS_1