Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
71.


__ADS_3

Selesai membuat susu ustad Gibran kembali ke kamar.


" sayang ini susu nya , ayo di minum mumpung masih hangat." ucap ustad Gibran sambil memberikan susu ke khayra.


" makasih mas." ucap khayra saat menerima segelas susu dari tangan sang suami.


khayra langsung meminum susu yang di berikan oleh ustad Gibran. sementara ustad Gibran dia menciumi perut khayra yang sudah mulai membuncit.


" assalamualaikum anak Abi, sehat-sehat ya Nak di dalam sana." ucap ustad Gibran.


" walaikum salam Abi, iya Abi kita akan sehat-sehat." ucap Khayra menirukan suara anak kecil.


ustad Gibran pun menegakkan tubuhnya menatap khayra lalu ustad Gibran menggenggam tangan khayra


" terima kasih karena mau mau jadi istri mas, terima kasih atas cinta dan kasih sayang kamu ke mas, terima kasih karena selalu percaya sama mas, terima kasih sudah mengurus mas dengan baik dan terima kasih karena kamu mau mengandung buah hati cinta kita. tetap selalu di sini mas sama maut memisahkan kita, tetap selalu mencintai mas, tetap percaya sama mas. dan tetap menjadi khayra yang mas kenal." ucap ustad Gibran mencium kedua punggung tangan khayra.


" Kai yang harusnya terima kasih sama mas karena selalu sabar menghadapi Kai apalagi semenjak Kai hamil Kai tahu Kai sering marah sama mas, sering kesel sama mas, sering ngambek sama mas tapi Kai juga nggak tahu kenapa kaya gitu. kalau Kai lagi bersikap nyebelin mas cukup peluk kai aja, Kai nggak tahu kalau di peluk mas Kai bisa melupakan kekesalan Kai." ucap Kai dengan air mata yang sudah mengalir tanpa bisa di cegah.


" sini mas peluk." ucap ustad Gibran menarik khayra ke dalam pelukannya.


" mas terima kasih karena telah mencintai Kai teramat besar semoga nggak keluarga kecil kita selalu samawa ya mas."


" amin,"


Khayra bahagia dalam pelukan ustad Gibran, walaupun khayra menikah di usia yang amat mudah dengan terpaut umur yang lumayan jauh. tapi Khayra tak pernah sama sekali menyesali keputusannya menikah dengan ustad Gibran. Khayra justru sangat amat bersyukur mempunyai suami seperti ustad Gibran yang Soleh, baik, tanggung jawab dan sangat mencintai dirinya.


" mas tadi dari kantor jam berapa?." tanya Khayra.


" habis magrib."


" pasti kerjaan mas banyak ya."


" lumayan, mas minta maaf ya karena mengabaikan telpon kamu. mas janji kalau mas akan selalu mengingat kamu walaupun mas sedang sibuk kerja. hari ini kamu sudah bikin mas sport jantung tahu." ucap ustad Gibran.


khayra melepas pelukannya dan menatap suaminya.


" maksud mas." ucap khayra khawatir.


" maaf mas nggak cek hp mas kelewat fokus sama kerjaan mas pas mas sadar ternyata sudah magrib itu pun karena mas Hilman ke ruangan mas ngajakin shalat magrib. Habis magrib mas pulang ke rumah ternyata kamu nggak ada di kamar mas pikir kamu pergi sama mama. tapi kata bibi kamu diantar supir nggak tahu kemana sedangkan supir ikut mama sama papa keluar kota. mas panik mas langsung ganti baju, ambil hp sama dompet terus mas cari kamu keliling kota tapi nggak ketemu mas sudah satu jam cari kamu. kamu tahu mas frustrasi nggak nemuin kamu. sampai mama telpon mas terus mama cerita ke mas kalau kamu pulang ke rumah Abi karena ngidam jajanan di pesantren. dan pas mas lihat banyak panggilan dari kamu di ponsel mas. maafin mas ya sayang." ucap ustad Gibran merasa bersalah.


" astaghfirullah mas kebiasaan deh, terus mas udah makan.' tanya khayra.


" belum."


" kenapa?." tanya Khayra lagi.


" ya udah ayo sekarang kita makan kai nggak mau mas sakit." ajak khayra.

__ADS_1


" nggak usahlah sayang."


" mas ih... nanti mas sakit kalau sakit Kai juga yang repot. ayo makan." omel khayra.


" sebenarnya mas lagi kepingin makan di angkringan sayang." ucap ustad Gibran.


" ya udah ayo kita ke angkringan."


" udah malam sayang."


" nggak apa-apa Kai temani. Kai juga pengen makan wedang ronde kayanya enak deh."


" ya udah tapi kita naik mobil aja ya."


ustad Gibran dan khayra pun keluar kamar tiba-tiba bersamaan dengan Zafra yang juga keluar kamar.


" kakak, sama kak Gibran mau kemana?" tanya Zafra


" mau ke angkringan. kenapa memangnya?." jawab khayra


" oh, Zafra boleh nitip gak soalnya Zafra lapar lagi Zafra mau masak mie sebenarnya." ucap Zafra


" kamu kalau mau ikut, ikut aja takutnya nungguin kakak lama." ajak ustad gibran.


" Zafra boleh ikut kak." tanya Zafra ke khayra.


" tunggu sebentar ya kak." ucap Zafra.


" Zahra juga ikut ya?." ucap Zahra yang tiba-tiba muncul.


" iya. kakak tunggu di bawah."


ustad Gibran dan khayra pun turun ke bawah. Abi yang mendengar keributan keluar kamar dan mendapati ustad gibran dan khayra ada di sana.


" kalian mau kemana?" tanya Abi


" mau ke angkringan Abi."


" ayo kak." ucap Zafra dan Zahra .


" kalian mau ikut kakak kamu."


" iya bi." jawab mereka serempak.


" ya udah kalian hati-hati."


" ya udah kita jalan dulu ya bi, assalamualaikum."

__ADS_1


" walaikum salam."


mereka pun pergi ketempat angkringan yang tak jauh dari rumah sakit. suasana cukup ramai banyak yang menghabiskan malam untuk mengobrol di sana.


" Zafra, Zahra kalian ambil aja yang kalian mau." ucap ustad Gibran.


" iya kak." jawab mereka.


" sayang kamu mau makan apa?." tanya ustad Gibran lembut.


Khayra pun mengambil aneka sate-satean dan tempe bacem.


" udah ini aja." tanya ustad Gibran lagi.


" udah itu aja mas jangan lupa wedang ronde."


" zafra, Zahra kalian sudah." tanya ustad Gibran.


' sudah kak." jawab zafra.


" Zahra juga sudah kak."


mereka pun pergi ke kasir karena di sini sistemnya bayar terlebih dahulu.


" minumnya mau apa?." tanya penjaga kasir.


" jeruk hangat dua sama wedang ronde satu."


" Zahra Sama Zafra mau minum apa?."


" Zahra es jeruk."


" Zafra es jeruk kelapa."


" tambah es jeruk satu sama es jeruk kelapa satu."


" totalnya jadi delapan puluh lima ribu." ucap penjaga kasir.


ustad Gibran pun memberikan uang seratus ribuan.


" ini kembaliannya. untuk minum nanti di antar."


" makasih."


mereka pun mencari tempat yang masih kosong sebagian tempat sudah di isi. walaupun lesehan tapi sudah banyak yang mendudukinya. sampai mereka melihat orang yang mereka kenal sedang makan dan orang itu makan sedikit mojok.


" assalamualaikum, wah kayanya pacaran terus nih." ucap ustad Gibran menghampiri mereka.

__ADS_1


__ADS_2