
Zafra, Shema dan umi Zafra pergi ke rumah sakit di antar supir pesantren. Sampai rumah sakit mereka pun langsung menuju ruang rawat Ustad Alif.
" Assalamualaikum." Zafra, Shema dan umi masuk ke dalam ruang rawat ustad Alif.
" Walaikum salam." Ustad Alif wajahnya langsung berseri saat mengetahui siapa yang datang.
" Bagaimana ustad Alif sudah mendingan?." Tanya umi
" Alhamdulillah umi sudah lebih baik."
" Syukurlah kalau begitu setidaknya tidak bikin anak umi susah tidur." goda umi.
" Umi..." ucap Zafra cemberut karena di goda oleh umi nya.
Ustad Alif gemas melihat Zafra yang cemberut karena di goda oleh uminya.
" Allah gemesnya dek Zafra kalau lagi cemberut. Tahan lif masih setahun lagi." gumam ustad Alif dalam hati.
" Udah jangan di lihatin terus anak umi lif." celetuk umi.
Ustad Alif yang langsung membuang pandangannya saat digoda oleh calon mertuanya.
" Ya udah umi nitip anak umi ya. Umi mau kerja dulu."
" Iya umi."
" Zafra nanti kamu kalau mau pulang telpon supir aja ya."
" Iya umi."
" Bu Nuri saya permisi dulu, soalnya harus praktek." pamit umi ke Bu Nuri.
" Iya umi yai, makasih sudah di jengukin Alif nya."
" Sama-sama, Assalamualaikum."
__ADS_1
" Walaikum salam."
Kini Zafra duduk di dekat drankar ustad Alif.
" Kenapa bolos?." tanya ustad Alif.
" Siapa yang bolos?. Kak Alif sok tahu deh. " Ucap Zafra mengelak.
" Ya kamulah dek, Jam segini bukannya masih jam sekolah."
" Hehehe.., tadi izin pulang cepat."
" Ya Allah dek, kenapa mesti izin. Nanti ketinggalan pelajaran loh."
" Jadi kak Alif nggak suka Zafra jenguk, ya udah kalau gitu Zafra pulang aja." ucap Zafra ngambek.
" Ya jangan lah kan udah di sini. Tapi lain kali jangan."
" Iya."
Sedangkan di kantor polisi Syifa bertemu dengan keluarganya.
Kyai Salman hanya diam saja sedangkan sang istri hanya bisa menangis di pelukkan anak bungsunya.
" Kak Lo bisa nggak sih nggak bikin masalah terus." kesal sang adik.
" Diem Lo berisik."
" Abi ayo dong bi bantuin Syifa keluar dari sini. Kan Abi punya teman Abi yang punya perkebunan minta bantuannya bi. keluarin Syifa dari sini dan kita tuntut balik mereka yang sudah terlibat bikin Syifa masuk penjara. Dan bi..."
" Bisa diam nggak kamu Syifa." Potong kyai Salman yang geram dengan anaknya.
Kyai Salman yang sudah sejak keluar dari pesantren Al hikmah terus memikirkan nasibnya. Karena selama ini dia dan keluarganya bisa hidup berkecukupan karena bantuan pak Khairul. kalau sampai perkebunan dan pesantren diambil alih dan mereka di depak dari sana. Habis sudah harga dirinya yang selama ini orang-orang pada hormat dengannya.
" Ya nggak bisalah bi. Pokoknya Abi harus telpon teman Abi yang punya perkebunan sekarang. Kalau dia nggak mau bantu ancam aja kalau kita bakal rusak perkebunan. Pasti dia nggak akan mau rugi jadi dia udah pasti bantu kita bi. cepetan telpon bi."
__ADS_1
Kyai Salman menarik nafasnya
" Syifa dengerin Abi sudah cukup Abi udah nggak bisa bantu kamu resikonya berat."
" Maksud Abi?."
" Kalau Abi bantu kamu yang ada kita bakal tidur di jalanan."
" Abi ngaco deh mana ada cuma gara-gara bantu Syifa kita tidur di jalanan."
" Mau tahu siapa mereka, Harusnya umi lebih tegas sama kamu dan sama Abi. Umi sudah bilang sama kamu berhenti ganggu keluarga Ibrahim. Tapi kalian nggak mau mendengarkan umi. Sekarang kamu terima aja hasil dari perbuatan kamu." kesal uminya Syifa.
" Maksud umi, umi tega biarin Syifa di penjara, ibu macam apa yang ngebiarin anaknya di penjara." teriak Syifa marah.
" Kamu tahu siapa ustad Gibran, kamu tahu siapa keluarga kyai Ibrahim dan kamu tahu Syifa ustad Alif. Umi kasih tahu Ustad Gibran anak dari pemilik perkebunan dan pesantren, Kyai Ibrahim adalah besannya dan asal kamu tahu Kyai Ibrahim lagi dulu yang mempertemukan Abi nya umi dengan pak Khairul. Dan kyai Ibrahim lah yang minta pak Khairul untuk membantu Abi nya umi. Dan siapa ustad Alif dia adalah anak angkatnya pak Khairul." tegas umi.
" Kamu sudah salah memilih target dan Abi nggak mau ngambil resiko. Saat ini Kami pun nggak tahu nasib kami seperti apa? gara-gara perbuatan kamu. dan Pak Khairul adalah tipe orang yang akan menjadi orang kejam apabila ada yang menyakiti keluarganya. Jadi kamu Jalani aja hukumannya karena kami juga sedang berdoa agar fasilitas yang kami dapati dari pak Khairul tidak di tarik dan tidak membuat kami harus tidur di jalanan."
" Abi nggak bisa begitu Syifa nggak mau."
" Ayo mi, kita pergi dari sini." ajak kyai Salman
Mereka pun meninggalkan kantor polisi
" Orang tua sialan kalian lebih takut tinggal di jalanan dari pada anak kalian." teriak Syifa saat orang tua dan adiknya pergi.
" Berisik..." bentak salah satu polisi dan langsung membawa Syifa kembali ke dalam sel.
Di dalam sel Syifa terus mengumpat keluarganya, keluarga kyai Ibrahim dan juga keluarga ustad Alif. Sampai akhirnya Syifa diam saat dia di tarik dan di dorong ke tembok oleh salah satu tahanan di sana.
" Mulut Lo bisa diam nggak kalau nggak bisa diam. mulut Lo gue robek." ucap tahanan tersebut sambil mencekik leher Syifa.
Nyali Syifa langsung menciut ketakutan dia hanya mengangguk-angguk saja. Setelah itu orang itu pun melepaskan tangannya dari leher Syifa.
" Lo berisik lagi awas Lo."
__ADS_1
" I.. i...iya."
Syifa pun langsung duduk di pojokan dan menangis ketekutan.