Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
229. Belum mengerti


__ADS_3

Sebelum mengobrol banyak dengan ustadzah Jasmine dan ustadzah Mila Khayra mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu.


Setelah selesai makan baru lah ustadzah Jasmine dan Ustadzah Mila bercerita.


" Maaf Lo Ning saya mengajak ketemuan di luar dan maaf juga saya mengajak ustadzah Mila." Ucap ustadzah Jasmine.


" Nggak apa-apa kok ustadzah Jasmine."


" Begini Ning saya bingung mau mulai dari mana? Yang jelas Ning kai harus coba selidiki ustadzah Susan deh." ucap ustadzah Jasmine.


" Memang kenapa dengan ustadzah Susan ?." Tanya Khayra pura-pura tidak tahu maksud perkataan ustadzah Jasmine.


" Saya nggak tahu Ning sebelum masuk dan mengajar di pesantren apakah ustadzah Susan mengenal Luna dan kakak-kakaknya. Soalnya dari awal ustadzah Susan memang tidak menyukai Luna Ning." Kata ustadzah Jasmine.


" Masa sih." ucap Khayra masih tetap pura-pura tidak mengerti.


" Betul Ning, Saya bahkan pernah menegur ustadzah Susan mengapa dia tidak menyukai Luna. Jawaban ustadzah Susan karena nggak suka aja." kali ini ustadzah Mila yang berbicara.


" Saya pernah nggak sengaja mendengar ustadzah Susan sedang menelepon seseorang. Ustadzah Susan bilang kamu tenang aja aku bakal mereka di pecat jadi anak angkatnya. Aku juga bakal bikin Luna ketakutan aku akan melakukan berbagai cara untuk menekan dia. Tugas kamu tetap pengaruhi Rudi dan cepat cari cara agar bisa mengusai hartanya. Itu yang aku dengar Ning." Lanjut ustadzah Mila.


" Sebenarnya Ning , kyai Azzam langsung meminta saya menyelidiki ustadzah Susan karena kyai geram dengan sikap ustadzah Susan yang membiarkan cucunya terluka dan tak mengizinkan Luna di bawa ke klinik. Tapi karena sekarang Ning Kai sudah tahu jadi saya di suruh langsung berbicara ke Ning Kai." ucap ustadzah Jasmine.


" Apa yang ustadzah tahu?." tanya Khayra.


" Ternyata Rino dan Rina itu keponakan ustadzah Susan. Tapi yang belum saya tahu apa hubungannya dengan luna dan Kakak-kakaknya. Dan ini silsilah keluarga ustadzah Susan mungkin Ning Kai mengenal salah satu nama yang berhubungan dengan Luna dan keluarganya." ustadzah Jasmine memberikan sebuah map kepada Khayra.

__ADS_1


" Terima kasih ustadzah Jasmine dan ustadzah Mila sudah mau membantu Luna. Sejujurnya saya juga sudah curiga dengan ustadzah Susan karena kemarin dia begitu ngotot untuk saya tidak memfasilitasi mereka dan untuk tidak membiarkan mereka hidup enak. Sampai menantu saya ustad Khalid begitu tersinggung dan marah dengan ustadzah Susan."


" Nggak usah ustad Khalid Ning, saya saja kesal." ucap ustadzah Mila.


" Ya sudah terima kasih banyak ya informasinya. Saya juga sudah menyuruh orang untuk mencari tahu apa hubungannya Luna dengan ustadzah Susan."


Setelah itu ustadzah Jasmine dan ustadzah Mila pun pamit pulang.


Sedangkan Khayra langsung pulang dan Khayra juga meminta Jihan untuk pulang ke rumahnya karena ada yang ingin Khayra tanyakan.


****


Malam hari setelah makan malam Khayra, ustad Gibran, mama, papa, Bagas dan Jihan sedang berkumpul di ruang kerja ustad Gibran.


" Jihan dan Bagas boleh Mommy bertanya dengan kalian." tanya Khayra menatap kedua anak angkatnya.


" Nama orang tua kamu?." pertanyaan bodoh memang harusnya Khayra sudah tahu saat mengadopsi mereka. Tapi Khayra ingin memastikan kebenarannya.


" Ayah aku bernama Rudi Anggoro dan bunda bernama Evi Riana Tanu." jawab Jihan.


" Nama perusahaan orang tua kamu?." tanya Khayra lagi.


" TNT corp." jawab Jihan lagi.


" Tanu dan tania corp, itulah kepanjangannya dan di singkat menjadi TNT corp. Tanu dan tania adalah orang tua dari Evi bundanya mereka. Tanu dan tania membangun perusahaan tersebut dari nol. Dan menjadi perusahaan yang cukup besar . Sampai akhirnya perusahaan itu di wariskan ke Evi sebagai anak tunggal. Dan Evi sempat mengelolanya saat dia menikah dan mempunyai anak. Rudi lah yang di minta untuk menggantikan Evi tapi masih tetap Evi lah yang berkuasa." Kata papa yang memang mengenal Tanu kakeknya Jihan.

__ADS_1


" Apa benar ayah kamu menikah dengan wanita yang bernama Hena?."


Jihan mengangguk


" Ya sudah kalian kembali ke kamar kalian." ucap papa menyuruh Jihan dan Bagas kembali ke kamarnya.


Setelah Jihan dan Bagas keluar dari ruangan kerja ustad Gibran. Papa memberikan kami map untuk kami baca.


Khayra, ustad Gibran dan mama langsung membuka dan membaca isi map tersebut.


Ustad Gibran, Khayra dan mama sungguh sangat kaget melihat bukti-bukti dan juga kebenaran yang ada.


" Pah ini beneran pah?." Tanya Khayra tak percaya.


Papa pun mengangguk.


Karena penasaran Khayra pun mencoba membacanya sekali lagi untuk meyakinkan hatinya.


" Papa dapat dari mana ?." Tanya Khayra.


" Sebenarnya saat kalian mengadopsi mereka papa melihat nama orang tua mereka. Terutama nama ibu mereka yang memiliki nama belakang Tanu."


" Dan itu yang membuat papa penasaran dan mencari tahu. Dan benar ibu mereka adalah putri tunggal tuan Tanu Nyonya Tania." papa memandangi kami semua.


" Dan papa mulai menyelidiki semuanya dan mengapa Jihan dan adik-adiknya bisa di usir oleh ayah kandungnya sendiri. Sebenarnya ada satu hal yang membuat ayahnya mengusir mereka dan yang pastinya itu demi kebaikan mereka." jelas papa.

__ADS_1


" Bagaimana dengan kebaikan mereka pah?." tanya Khayra yang masih belum mengerti.


Sedangkan ustad Gibran dan mama hanya diam tapi sama seperti Khayra mereka juga tidak mengerti apa yang di maksud oleh papanya.


__ADS_2