
Selesai makan malam Khayra dan ustad Gibran mengajak bicara Dania. Sedangkan Dania tampak was-was karena nggak biasanya Mommy dan Deddy nya mengajak bicara bertiga.
Di dalam ruang kerja Deddy mereka duduk di sofa yang ada di sana. Dania menatap kedua orang tua angkatnya yang dia sayangi dan hormati.
" Nak Kamu tahu Mommy dan Deddy mu menikah saat itu Mommy mu masih kelas tiga SMA." Ustad Gibran membuka pembicaraan.
" Iya, Kan Mommy dan Deddy pernah bercerita."
" Kamu Tahu kenapa kami memutuskan untuk menikah padahal Mommy mu masih sekolah."
" Karena Deddy sudah mencintai Mommy dari lama dan juga menghindari Khilaf dan dosa-dosa yang lain karena Mommy dan Deddy berada di lingkungan yang sama."
" Dania kalau apa yang kami alami itu terjadi sama kamu apa kamu akan menerima seperti Mommy mu." Tanya ustad Gibran.
" Dania boleh tanya ke Mommy kenapa Mommy menerima Deddy." Tanya Dania ke Khayra.
" Kamu tahu sendiri kan Nia Deddy kamu ini kaku , dingin dan datar. "
" Tapi ganteng kan." Potong ustad Gibran.
Sedangkan Dania hanya tersenyum Dania selalu berdoa semoga kelak dia mempunyai suami seperti Deddy nya. Dania selalu melihat bagaimana Deddy nya begitu mencintai Mommy nya.
" Awalnya Deddy adalah ustad yang paling nyebelin menurut Mommy. " ucapan Khayra langsung mendapatkan plototan dari ustad Gibran.
" Tapi malam itu malam dimana Mommy menyelamatkan Oma dan opa. Saat Deddy mu datang tiba-tiba aja jantung Mommy berdegup kencang. Padahal sebelumnya jantung Mommy biasa aja kalau bertemu Deddy. Saat Mommy pulang ke rumah Mommy di tanya kalau ada yang melamar kamu apa kamu mau menerima."
" Terus Mommy jawab apa?." Tanya Dania.
" Jelas langsung mau lah buktinya Deddy nikahi Mommy." jawab Ustad Gibran.
" Saat itu Mommy tanya ke kakek dan nenek kamu apa menurut mereka laki-laki yang melamar Mommy itu Laki-laki yang terbaik untuk Mommy. Dan ternyata mereka bilang dia laki-laki yang terbaik untuk Mommy. Dan Mommy langsung bilang akan menerima lamarannya. Setelah itu baru Mommy tahu kalau Deddy yang melamar. Dan 4 bulan kemudian kami menikah deh."
" Dan sampai sekarang Deddy bucin deh sama Mommy." Ucap Dania pelan sambil tertawa.
" Yup, Dan ternyata pilihan Mommy untuk menerima dan menikah muda nggak salah. Alhamdulillah sampai saat ini kami masih bersama. Mudah-mudahan sampai akhir hayat.' ucap Khayra.
__ADS_1
" Nak besok ada seorang laki-laki yang akan mengkhitbah kamu." Ucap ustad Gibran.
Dania yang mendengarnya langsung kaget.
" Kami nggak akan memaksa kamu nak, Walaupun Mommy dulu menikah dengan Deddy kamu status Mommy masih pelajar. Tapi Mommy juga tidak menginginkan itu terjadi kepada anak-anak Mommy. Namun itu kan hanya keinginan Mommy tapi kalau Allah memberikan kamu jodoh secepatnya. Mommy bisa apa selain merestui apa pun keinginan anaknya." ucap Khayra lembut.
" Awalnya dia mau menunggu kamu sampai lulus sekolah tapi karena kalian sering bertemu dan selalu memperhatikan kamu. Makanya dia nggak mau bertambah dosa maka dia segera mengkhitbah kamu. Dan Deddy sangat paham apa yang dia rasakan." ucap ustad Gibran.
" Apakah Deddy sama Mommy mengenalnya? " Tanya Dania.
" Sudah pasti kami mengenalnya nak, Karena dia ustad di pesantren kakek kamu."
"Hah...Siapa?."
" Ustad Khalid."
Dania terdiam.
" Kembalilah ke kamar nak pikirkan dan coba shalat istikharah kalau kamu ragu." Ucap ustad Gibran.
" Mas Sakti."
" Deddy sama mommy sudah bicara dengan Mas Sakti dan mas Sakti akan menyetujui apa pun yang menjadi keputusan kamu."
" Sudah kembali ke kamar mu nak sudah malam." ucap ustad Gibran.
" Iya Ded, Mom Dania ke kamar dulu."
Di dalam kamar Dania benar-benar terus memikirkannya. Besok dirinya akan di lamar oleh ustad Khalid. Dania benar-benar bingung padahal dia ingin sekolah yang baik lulus dengan nilai tertinggi dan Masuk kuliah kedokteran seperti neneknya.
Entah mungkin ikatan batin saat Dania sedang bingung dan gelisah.
Tiba-tiba Sakti menelponnya.
" Assalamualaikum dek."
__ADS_1
" Walaikum salam mas." Jawab Dania lesu.
" Kamu kenapa dek? Kamu nggak sedang sakit kan." Tanya Sakti Khawatir.
" Mas Dania bingung."
" Bingung kenapa?"
" Tadi Dania di panggil sama Mommy dan Deddy ke ruang kerjanya Deddy. Terus mereka bilang kalau besok ada yang mau datang mengkhitbah Dania mas."
" Terus." tanya Sakti
" Ya Dania bingung."
" Memang siapa yang mau melamar kamu." Tanya Sakti lagi pura-pura tidak tahu.
" Mas Sakti nggak usah sok nggak tahu deh, Mommy sama Deddy udah bilang kan ke mas Sakti." Ucap Dania kesal.
" Hahaha...Maaf."
" Dek kamu bersekolah di pesantren sudah satu tahun kan dan kamu sudah tahu kan Ustad Khalid itu seperti apa?." Tanya sakti.
" Ustad Khalid Baik , Soleh, Pintar dan....."
" Ganteng." potong Sakti.
" Apa sih mas sakti, Orang Dania mau bilang suaranya bagus kalau lagi ngaji."
" Dek dengerin mas, Kamu itu sudah 17 Tahun, Sudah mau naik kelas 3 sebentar lagi lulus. Mommy juga kan menikah dengan Deddy saat Mommy kelas 3 juga. Dan kamu lihat sekarang Mommy dan Deddy langgeng sampai sekarang. Dan insyaallah hingga maut memisahkan mereka."
" Nggak cuma Mommy dan Deddy tapi juga Tante Zafra dan om Alif. Malah saat itu Tante Zafra masih kelas 2 SMA. coba kamu lihat sekarang."
" Jujur mas Sakti lega ternyata ustad Khalid yang melamar kamu dek. Nggak Tahu kenapa Mas Sakti yakin Ustad Khalid bakal membahagiakan kamu. Tapi tetap keputusan ada di kamu. Udah dulu ya dek, Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
__ADS_1