Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
155. menolong Gina


__ADS_3

Khayra pun berjalan menuju Kamar rawat anaknya Gina. Depan kamar tersebut Khayra melihat Gina sedang berdiri menggendong bayi nya dan di dekatnya ada seorang pria berumur kira-kira sekitar lima puluh tahunan.


" Assalamualaikum." Khayra pun masuk ke dalam ruangan rawat anaknya Gina.


" Walaikum salam."


" Ya Allah Ning Khayra kok tahu aku ada di sini." Ucap Gina yang air matanya langsung menetes.


" Iya aku nyari kamu nggak ada terus aku nanya sama Miss nya anak-anak. Katanya anak kamu sakit dan harus di rawat di sini."


" Iya Ning, terimakasih udah mau jenguk, Oh iya kenalin ini suami aku namanya Hendra." ucap Gina memperkenalkan suaminya.


" Oh iya salam kenal saya Khayra temannya Gina." ucap Khayra sambil menyatukan kedua tangannya di dada.


" Saya Hendra suaminya Gina."


" Pak, Ning Khayra ini cucu pemilik pesantren tempat aku dulu sekolah." Suaminya Gina hanya mengangguk.


" Oh iya Gina anak kamu sakit apa?." Tanya Khayra.


" Anak aku terkena tumor otak Ning dan harus di operasi."


" Terus kapan di operasi nya."


" Aku nggak punya biayanya Ning." Jawab Gina sambil menggeleng lemah.


" Sebenarnya Aku udah tahu, aku ke sini mau nawarin untuk bawa putri kamu ke rumah sakit."


" Tapi Ning Aku nggak punya biayanya."


" Nggak usah mikirin biayanya yang terpenting kesembuhan anak kamu yang utama."


" Terima kasih Ning." Gina dan suaminya nggak bisa membendung air matanya.


" Tunggu sebentar ya aku telpon umi aku dulu." Ucap Khayra berjalan keluar .


Selesai menelpon umi nya Khayra pun kembali ke kamar rawat Anaknya Gina. Tapi sebelum itu Khayra membereskan biaya administrasi.


" Aku udah bilang sama umi dan aku juga udah bilang sama pihak puskesmas untuk membawa anak kamu ke rumah sakit. Kalian beres-beres aja."


" Sekali lagi terima kasih Ning."


Setelah Beres khayra Langsung mengajak Gina dan suaminya ke mobil dan langsung menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit sudah ada umi dan juga Dokter Fachri menunggu.


" Assalamualaikum umi." Ucap Gina sambil mencium tangan umi.


" Walaikum salam, Kenapa kamu nggak langsung bawa anak kamu ke sini untuk menemui umi."


" Gina nggak enak umi."


" Ya udah anak kamu tahu brankar dulu untuk di periksa kembali."


Anaknya Gina pun di bawa ke IGD untuk pemeriksaan lagi.

__ADS_1


" Sudah berapa lama kamu tahu anak kamu terkena tumor nak."


" Tiga bulan yang lalu umi."


" Ya Allah nak,."


" Oh iya umi kenalin ini Suami Gina."


" Hendra."


" Siti Khodijah, umi nya Khayra."


Tak lama dokter Fachri menghampiri kami.


" Umi, Fachri harus siap-siap mau operasi pasien. Nanti tinggal kasih tahu aja kapan operasinya."


" Iya nak lakukan tugas kamu, nanti umi kasih tahu."


" iya umi, kak Kai aku tinggal dulu."


" Iya RI."


" Itu siapa Ning, umi." tanya Gina.


" Oh itu menantu umi, suaminya Zahra."


" Zahra sudah menikah umi."


" Alhamdulillah, Sudah dan sudah punya anak satu perempuan."


" Alhamdulillah anak umi semuanya sudah menikah, Zafra juga sudah menikah dengan ustad Alif. "


" Ustad Alif." Ucap Gina kaget.


" Iya kenapa memangnya, kaget karena kamu tahunya ustad Alif pernah menyukai Kai kan." Tebakan umi.


" Itu cerita lalu Gina, Sekarang tuh dia sudah bucin banget sama Zafra."


Setelah pemeriksaan Anaknya Gina pun di bawa ke ruang rawat.


" ya Allah nih kenapa nggak di ruangan biasa aja sih." ucap Gina saat mereka masuk ke ruang rawat VIP.


" Biar kamu dan suami kamu nungguin anak kamu nyaman pokoknya nggak usah mikirin apa-apa fokus kesembuhan anak kamu aja."


" terima kasih Ning. "


" Aku pamit pulang ya anak ku udah pada nanyain. Oh iya ini buat kamu pakai untuk kebutuhan kamu selama di rumah sakit buat beli makan dan kebutuhan yang lain." Ucap Khayra memberikan amplop berisi uang.


" Ya Allah Ning nggak usah."


" Udah terima aja, Aku bakal marah kalau kamu nggak mau menerima."


" Terima kasih Ning."


" Oh iya nanti aku bakal aja Nada dan Sarah buat ke sini. Aku pamit ya assalamualaikum."

__ADS_1


" Walaikum salam."


********


Setelah Khayra meninggalkan ruangan rawat anaknya Gina. Suaminya Gina mulai bertanya tentang sahabat Istrinya.


" Bu itu tadi sahabat ibu." tanya suami Gina ke Gina.


" Iya pak, dia cucunya pemilik pesantren. Ibu bersahabat dengan Ning Khayra pas kelas dua SMA. Karena Ning Khayra baru pindah ke pesantren sebelumnya dia dan keluarganya tinggal di Australia. Walaupun jarang main hanya ketemu saat sekolah saja tapi kami cukup dekat. Sebelum nikah Ning Khayra sering menyambangi kamar kita buat main. Tapi setelah menikah hanya bertemu di sekolah. "


" Masih sekolah sudah menikah."


" Iya pak, Dia menikah dengan ustad di pesantren."


" Orang kaya ya Bu."


" Iya pak, selain kakeknya punya pesantren, rumah sakit ini juga punya kakeknya."


" Jadi rumah sakit ini punya keluarganya Bu. Pantesan kok nggak ngurus ini itu."


" Iya pak, Asal bapak tahu cafe samping rumah sakit ini itu punya Ning khayra yang kerjasama dengan Om nya."


" Cafe sebelah ini Bu."


" Iya pak, Bapak tahu restoran besar yang di dekat alun-alun itu."


" Iya yang kata Daru di dalam restorannya itu ada kolam ikannya." Daru adalah suami anak tirinya Gina.


" Itu juga punya Ning Khayra juga pak dulu pas baru buka kita para sahabatnya di undang makan ke sana. "


" Berarti masih SMA sudah punya usaha sebesar itu."


" Hebat ya pak, Sebelum pindah ke sini. Di Australia juga Ning Khayra punya usaha bareng abangnya."


Suami Gina melongo mendengarnya.


" Bingung ya pak."


" Iya Bu,"


Nanti kalau Ninda sudah sembuh ibu ajak bapak ke pesantren tempat ibu sekolah dulu.


" Pak ini amplop yang Ning Khayra kasih bapak pegang aja takut mau beli apa?." ucap Gina.


" kamu aja yang pegang paling nanti bapak minta ongkos buat pulang dulu ambil baju ganti. Soalnya uang bapak tinggal sepuluh ribu."


" Ibu buka ya pak?." Gina pun membuka amplopnya dan di hitung uang yang ada di dalamnya.


" Ada lima juta pak."


" Ya Allah sahabat ibu baik banget."


" Iya pak ini buat bapak pegang." Gina memberikan uang pecahan merah sebanyak sepuluh lembar.


" Bapak ambil dua ratus ribu aja. Buat nanti pulang bapak mau beliin makanan untuk anak-anak."

__ADS_1


" Iya pak, Sama nanti bapak mampir beliin Nando Martabak manis pak. Soalnya lagi itu Nando dikasih martabak sama guru . terus dia suka minta di beliin lagi cuma mahal pak jadi belum kesampean. ini ibu kasih seratus ribu lagi buat beli martabak." Nando adalah anak pertama Gina dan suaminya.


__ADS_2