
siang ini ustad Alif mendatangi kantor ustad Gibran semalam mereka janjian untuk bertemu di kantor ustad Gibran.
" permisi mbak saya mau ketemu dengan pak Gibran ada." tanya ustad Alif ke resepsionis.
" mohon maaf bapak sudah ada janji." tanya resepsionis.
" saya Alif pak Gibran sendiri yang menyuruh saya ke sini.' ucap ustad Alif.
" oh pak Alif sudah di tunggu oleh pak Gibran di ruangannya. bapak silahkan naik lift ke lantai dua puluh tujuh nanti ruangan pak Gibran ada di sebelah kiri begitu keluar lift." jelas sang resepsionis ramah.
" makasih mbak." ucap ustad Alif.
ustad Alif pun menaiki lift menuju lantai dua puluh tujuh. keluar lift ustad Alif pun berjalan sesuai petunjuk sang resepsionis tapi ustad Alif binggung ruangannya yang mana.
" Alif." panggil kak Hilman ketika keluar dari ruangannya.
" eh kak Hilman apa kabar?."
" baik lift, mau ketemu gibran.'
" iya."
" ayo , saya juga mau ke ruangannya." ajak kak hilman dan ustad Alif hanya mengikuti kak Hilman karena baru pertama kali dia datang ke kantor ustad Gibran.
ceklek...
" bran ada Alif, ayo lif masuk."
" assalamualaikum Gus gibran." ucap ustad Alif
" walaikum salam ayo lif silahkan duduk." ajak ustad Gibran.
ustad Alif pun duduk di sofa yang ada di ruangan ustad Gibran.
" apa kabar lif?." sapa ustad Gibran.
" baik Gus."
" nggak usah manggil gus kalau lagi di luar pesantren panggil aja Abang atau kak."
" iya bang."
" kamu lagi libur kan nggak ada jadwal di pesantren." tanya ustad Gibran.
__ADS_1
" nggak ada bang, memang senggaja libur mau ketemu Abang."
" ya udah kamu tunggu sebentar ya lif."
" iya bang."
ustad Gibran dan kak Hilman pun membicarakan pekerjaan sebentar. setelah itu ustad Gibran dan kak Hilman mau ketemuan dengan klien sekalian makan siang.
" lif kamu ikut kita ya. kita mau ketemuan sama klien sekalian makan siang."
" apa nggak ngerepotin Abang."
" santai aja lif. ayo."
ustad Gibran, kak Hilman dan ustad Alif pun pergi meninggalkan kantor menuju restoran tempat ustad Gibran janjian dengan kliennya. mereka pun pergi mengendarai mobil ustad Gibran yang di supirin oleh kak Hilman.
" oh iya lif kamu nggak kerja tambahan selain ngajar di pesantren.' tanya ustad Gibran.
" mau sih bang, rencananya Alif mau buka usaha gitu bang tapi masih ngumpulin modal. Abang tahu sendiri alifkan tulang punggung keluarga. harus menghidupi ibu dan dua adik Alif bang belum lagi bayar kontrakan rumah Sama sekolah adik-adik Alif."
" umur kamu emang berapa lif." tanya kak Hilman.
" umur Alif jalan dua puluh lima tahun kak " jawab ustad Alif.
" jujur bang Alif nggak bisa ninggalin profesi Alif sebagai pengajar karena itu sudah cita-cita Alif. kalau gabung dengan Abang sudah pasti akan mengikuti jam kantor gitu."
" gimana kamu gabung sama Kai, dia mau bangun supermarket atau grosir supermarket deh. nggak jauh dari pesantren, dia lagi cari orang yang bisa mengawasi usahanya itu. soalnya kan Kai nggak mungkin bisa datang setiap hari jadi dia butuh orang yang bisa mengawasi semua itu. nanti coba saya bilang ke Kai dulu. jam kerjanya flexible kok."
" kalau gak mengganggu jam mengajar Alif, Alif mau banget."
" nanti coba saya bilang ke Kai."
akhirnya mereka pun sampai ke restoran tempat ustad Gibran janjian dengan kliennya. mereka pun memesan ruangan VVIP untuk mereka makan dan meeting agar tak terganggu dengan pengunjung yang lainnya.
" ayo lif mau pesan apa?." tanya ustad Gibran.
" Alif apa saja bang."
" ya udah kalau gitu samain sama Abang aja ya."
mereka pun memesan makanan, setelah memesan datanglah klien ustad Gibran yang juga temannya waktu kuliah dulu.
" assalamualaikum."
__ADS_1
" walaikum salam, mari silahkan duduk bar."
" sendiri bar." tanya kakak Hilman.
" iya habis ini soalnya mau langsung terbang ke Belanda nemuin anak dan istri."
" Lo mau pesan apa bar."
" gue tadi udah pesan minum soalnya gue nggak bisa lama-lama."
" oh iya kenalin ini Alif, guru di pesantren milik keluarga mertua gue. Alif kenalin ini Akbar klien sekaligus teman kuliah saya dulu."
" Alif."
" Akbar."
" oh iya jadi gimana soal tawaran gue bran." ucap Akbar.
" gue udah baca tawaran lo, dan gue setuju."
" ya udah kalau lo setuju. nanti gue kirim kontrak kerjasamanya.sorry ya bran, man, sama Alif gue mesti pamit."
" oh ya udah kalau gitu salam buat anggun " ucap ustad Gibran. anggun adalah istri Akbar.
" sip gue pamit dulu, assalamualaikum."
" walaikum salam."
akhirnya makanan mereka sudah datang dan mereka pun menikmati makanan mereka sambil berbincang.
" sebenarnya kamu mau ngomong apa lif?." tanya ustad Gibran.
" gini bang Alif butuh pendapat Abang. jadi Alif lagi menaruh hati sama seseorang tapi perbedaan umur kami jauh bang dan juga perbedaan status bang dia anak seorang yang berkecukupan sedangkan Alif hanya seorang pengajar aja dan masih harus menghidupi ibu dan adik-adik Alif. menurut Abang." cerita ustad Alif.
" memang kenapa dengan perbedaan umur, saya dengan Kai itu perbedaan umurnya delapan tahun. tapi Kai menerima saya untuk jadi pendamping hidupnya. kamu sudah shalat istikharah." ucap ustad Gibran.
" sudah bang, sudah berapa kali Alif shalat istikharah dan selalu wanita itu yang hadir dalam mimpi Alif bang. dalam mimpi Alif berada di taman yang indah di tumbuhi aneka bunga-bunga dia terus menggenggam tangan Alif bang "
" ya sudah kalau sudah ada jawaban, segeralah bicara dengan keluarga bahwa kamu mau ta'aruf atau langsung mengkhitbah wanita itu."
" tapi dia masih sekolah kelas satu SMA, nggak mungkin Alif langsung mengkhitbah dia."
" kamu juga lupa istri gibran aja nikah dengan dia masih sekolah. jadi nggak ada yang nggak mungkin lif ."
__ADS_1
" betul lif, sebenarnya siapa wanita itu " tanya ustad Gibran.