
Dari ruangan Sakti Khayra melanjutkan ke ruangan putranya yang lain yaitu Rayyan.
Sama seperti tadi Khayra juga memberikan sekretaris Rayyan makan siang. Dan Khayra juga menitipkan makan siang untuk Faisal ke sekretaris Rayyan karena asisten anaknya itu sedang ada di ruangannya.
Ceklek...
Rayyan yang sedang mempelajari berkas-berkas langsung mengangkat wajahnya saat mendengar pintu ruangannya ada yang buka.
" Mommy...." seru Rayyan saat tahu yang membuka pintu ruangannya adalah Mommy nya.
" Assalamualaikum sayang gimana hari pertama kerja?." tanya Khayra.
" Walaikum salam, lumayan pusing Mom banyak yang harus Ray kerjakan." Jawab Rayyan.
" Santai aja sayang jangan di paksakan, Mommy nggak mau anak Mommy sakit."
" Mommy tenang aja, Mommy ke sini ada perlu apa ?."
" Oh iya Mommy sampai lupa? Mommy bawain kamu makan siang di makan loh sayang." ucap Khayra sambil mengeluarkan kotak makan untuk anaknya.
" Mommy memang the best tahu aja anaknya sudah lapar."
" Sudah dimakan mommy mau ke ruangan Deddy dulu."
Khayra pun meninggalkan ruangan anaknya menuju ruangan suaminya. Seperti yang sudah Khayra juga memberikan makan siang ke sekretaris dan asisten suaminya.
ceklek...
" Assalamualaikum sayang." Khayra langsung masuk ke ruangan sang suami.
" Walaikum salam sayang, Pasti bawain makan siang ya." ucap ustad Gibran yang langsung bangun dari duduknya dan berjalan menuju sofa dimana istrinya duduk sambil membuka kotak makannya.
" Kamu bawa cuma segini aja sayang."
" Ya nggak lah, anak-anak sudah aku kasih kok sebelum ke sini."
" Oh ya udah ayo kita makan aku udah lapar sayang."
Khayra dan ustad Gibran pun menikmati makan siang mereka sambil membicarakan banyak hal.
Selesai makan siang dengan suaminya Khayra pun pamit pulang. Tapi khayra tidak pulang ke rumah tapi Khayra memutuskan untuk pergi ke panti asuhan.
Khayra sudah janji dengan anak-anak panti akan membawakan mereka alat tulis dan juga buku cerita.
__ADS_1
Sebelum ke panti Khayra pun memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke toko buku.
" Pak nanti mampir dulu ke toko buku yang biasa ya setelah itu mampir ke toko kue baru ke panti asuhan." Ucap Khayra saat mobil meninggalkan perusahaan suaminya.
" Baik Bu."
Hanya memakan waktu sepuluh menit Khayra sudah sampai di toko buku langganannya.
Khayra pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam toko.
" Selamat siang Bu Khayra bisa saya bantu." Ucap salah satu pegawai toko tersebut yang sudah mengenali Khayra.
" Siang juga mbak, saya perlu alat-alat tulis dan ini sudah saya catat." Ucap Khayra memberikan selembar kertas berisikan catatan yang mau dia beli ke pegawai toko buku tersebut.
" Baik Bu saya siapkan dulu."
" Iya tapi saya keliling dulu mau mencari buku cerita." ucap Khayra.
" Mau di temani Bu."
" Nggak usah mbak saya sendiri aja, Mbak lanjutkan saja kerjanya. Nanti kalau saya butuh bantuan mbak saya akan panggil."
" Baik Bu kalau begitu saya permisi dulu." Pegawai tersebut pun pergi.
Setelah memutari toko buku kurang lebih tiga puluh menit akhirnya khayra pun langsung menuju ke kasir.
Sampai kasir pegawai kasir pun langsung menghitung belanjaan Khayra. Setelah membayar Khayra pun meminta pegawai toko tersebut untuk membawa belanjaan Khayra ke mobil.
" Mas ini buat beli es." ucap Khayra memberikan uang tip kepada pegawai toko buku yang sudah membantu Khayra membawakan belanjaan.
" Terima kasih Bu ." Ucap pegawai tersebut.
" Sama-sama." Jawab Khayra dan langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah dari toko buku Khayra melanjutkan perjalanan ke toko kue tersebut. Khayra pun langsung menuju toko kue tersebut untuk mengambil kue pesanannya.
Begitu masuk pelayan toko kue tersebut langsung menyambut Khayra.
" Silahkan Bu Khayra, Mohon di tunggu sebentar." Ucap pegawai tersebut.
" Iya mbak."
Khayra pun berdiri di dekat kasir karena Khayra hanya tinggal mengambil kue saja karena sudah di bayar.
__ADS_1
" Susah ya mentang-mentang orang kaya seenaknya aja nyelak ngantri Woi." Tiba-tiba saja ada seseorang yang berbicara dengan nada tinggi seakan ingin memalukan Khayra.
Khayra yang mendengar langsung menengok ke orang tersebut dan ternyata orang tersebut adalah Sandra Tante kandungnya Chantika.
" Memang nya kenapa kalau saya nggak ngantri." Bukan Khayra yang jawab tapi orang yang berada di depan khayra yang menjawab.
" Kenapa anda nyolot emang saya ngomong sama kamu." Ucap Sandra.
" Kalau bukan ke saya kamu ngomong ke siapa." Tanya orang itu.
" Ke wanita ini yang sok alim" Tunjuk Sandra ke Khayra.
Khayra yang di tunjuk hanya diam saja karena dia merasa nggak salah.
" Permisi ada apa ya ribut-ribut." Ucap pegawai toko kue.
" Ini mbak perempuan ini mentang-mentang orang kaya nggak mau ngantri." Ucap Sandra sewot.
" Maaf Bu, Mereka memang nggak perlu mengantri Bu Khayra dan Bu Lasmi ( wanita yang di depan khayra ) mereka hanya tinggal mengambil pesanan mereka saja karena semua pembayarannya sudah dilunasi sebelumnya." Jawab pegawai tersebut.
" Nggak bisa begitu dong mbak." Ucap Sandra nggak mau kalah.
" Ibu ini gimana sih? Ibu ini kan ngantri mau bayar sedangkan mereka berdua nggak ada yang harus di bayar mengapa harus antri." ucap pegawai itu yang bingung.
" Tapi mbak."
" Maaf ya anda kalau ribut mendingan keluar aja deh bikin lama." Ucap orang yang di belakang Sandra.
" Iya bikin lama aja, baru pertama beli kue di sini ya mbak. makanya nggak tahu." Ucap pembeli lainnya.
" Makanya mbak kalau nggak mau ngantri belinya yang banyak terus bayarnya langsung transfer." Ucap yang lainnya.
Sandra pun langsung diam menahan kesal padahal niat hati ingin memalukan Khayra malah dia yang malu.
Tak menunggu lama pesanan Khayra pun sudah siap. Khayra pun mengambil pesanannya dan pergi meninggalkan toko kue tersebut tanpa menghiraukan Sandra.
Khayra juga tidak mengerti dengan dia kenapa begitu membenci keluarga besarnya. Padahal adiknya sudah merawat dan membesarkan Chantika keponakan kandungnya.
Khayra pun tak mau memusingkan kejadian yang terjadi di toko kue tersebut. Khayra pun melanjutkan perjalanan ke panti asuhan tujuannya saat ini.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Maaf ya 🙏 berapa hari nggak up soalnya sedang kurang enak badan tapi hari ini bakal triple up
__ADS_1