Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
248.


__ADS_3

Sehabis shalat subuh Bagas lebih dulu pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Tak lama Luna nyusul ke dapur begitu juga Zafran.


" Fira belum bangun." Tanya Zafran.


" Nggak tahu belum keluar kamar." Jawab Bagas.


" Coba aku lihat dulu." Ucap Zafran yang berlalu pergi dari dapur.


Tok...tok...tok...


" Dek...Buka dek pintunya." teriak Zafran.


Berkali-kali di ketuk Zafira tak kunjung membukakan pintunya. Akhirnya Zafran pun membuka pintu kamar Zafira.


Mata Zafran membulat sempurna saat melihat Zafira tergeletak dengan masih memakai mukena.


Zafran pun segera menghampiri saat mencoba membangunkan Zafira dengan menepuk pipinya. Betapa kagetnya Zafran pipinya Zafira panas banget. Zafran pun memegang dahi dan juga tangan Zafira dan sama panas.


Zafran pun segera mengangkat tubuh kembarannya itu untuk di pindahkan ke tempat tidur.


Setelah itu Zafran pun ke kamar mandi untuk mengambil air hangat untuk mengompres Zafira. Zafran pun kembali membawa air dan juga handuk kecil untuk mengompres.


Zafran pun membuka mukena Zafira dan Menghampiri mukena nya di kepala Zafira untuk menutupi rambut kembarnya. Setelah itu Zafran menyelupkan handuk kecil lalu dia peras dan di tempelkan di kening Zafira.


Zafran keluar kamar menghampiri Bagas dan Luna yang sedang membuat sarapan.


" Lun... Luna kamu tahu termometer dimana?." Tanya Zafran begitu masuk ke dalam dapur dengan wajah panik.


Bagas yang melihat wajah panik Zafran langsung berlari ke kamar Zafira.


Zafran dan Luna melongo.


" Ada apa sih mas Bagas sampai lari begitu?." Tanya Luna


" Kan aku belum bilang kalau badan Fira panas."

__ADS_1


" Oh iya dimana termometer nya." Tanya Zafran.


" Di tempat obat." Jawab Luna yang juga pergi ke kamar Zafira.


***


Deg...


Bagas pun berlari ke kamar Zafira saat tahu Zafira sakit. Sampai kamar Zafira Bagas melihat Zafira terbaring lemah dengan wajah yang pucat.


Bagas pun menyentuh pipi Zafira dan terasa panas.


" Ya Allah kok kamu bisa sampai kaya gini sih." lirih Bagas sedih.


Zafran datang dan langsung mengecek suhu badannya.


" Allah Akbar suhunya 39 derajat mas." seru Zafran.


" Astaghfirullahaladzim, Kita harus bawa Fira ke rumah sakit." ucap Bagas.


Zafran dan Bagas pun ganti baju, Setelah ganti baju Zafran pun segera mengendong tubuh Zafira.


Luna yang melihat Zafran mengendong zafira pun kaget.


" Fira kenapa?." Tanya Luna.


" Kita mau bawa Fira ke rumah sakit, kamu di rumah aja kalau mau ke kampus naik minta antar supir." Pesan Bagas.


Luna hanya mengangguk.


Sampai di rumah sakit Zafira pun di bawa ke UGD untuk di periksa. setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter memberi tahu kalau Zafira terkena tifus dan Harus di rawat.


" Fran, mas Bagas urus administrasinya dulu ya." Ucap Bagas.


" Iya mas."

__ADS_1


Setelah mengurus administrasi Zafira pun di pindahkan ke rawat inap dan Bagas pun meminta ruang rawat VVIP.


" Mas Bagas kalau mau ke kantor silahkan aja biar Fira Zafran yang jaga." ucap Zafran.


" Mas Bagas sih gampang bisa ngerjain pekerjaan mas Bagas bari sini. Lebih baik kamu yang berangkat ke kampus Zafira aman sama mas Bagas nanti pulang kuliah baru gantian jaga. Lagi pula kamu juga harus ngasih tahu pihak kampus kalau Zafira masuk rumah sakit." jelas Bagas.


" Iya sih hari ini ada kuis.'


" Nah mendingan kamu ke kampus."


" Ya udah aku telpon Luna buat bawain tas aku dan sekalian jemput aku ke sini." ucap Zafran.


" Sekalian bilang Luna bawain baju Fira sama mukena dan juga minta Fira sekalian bawain laptop mas Bagas."


Zafran pun menelpon Luna.


" Assalamualaikum lun." Ucap Zafran ketika telpon tersambung.


" ........"


" Zafira kena tifus dan harus di rawat."


" ....... "


" Aku boleh minta tolong nanti kamu kuliah di antar supir kan."


" ......"


" Aku minta tolong bawain tas aku, Sudah tinggal bawa aja. Sama mas Bagas minta bawain laptop sama baju ganti serta mukena untuk zafira. "


" ......"


" walaikum salam."


Setelah menutup telpon Zafran pun kembali menghampiri Bagas yang setia duduk di samping brankar Zafira.

__ADS_1


" Fran kamu lebih baik kamu telpon Deddy deh kasih tahu kalau Fira masuk rumah sakit. Takutnya kita nanti kesalahan nggak ngasih tahu." Ucap Bagas.


__ADS_2