
" sayang mau kemana?." tanya ustad Gibran.
" mau ke dapur mau bikin Sarapan."
" sini deh." panggil ustad Gibran.
khayra yang di panggil langsung menghampiri ustad Gibran.
" apa sih mas."
" sayang besok kamu kan sudah mulai masuk sekolah. gimana kalau seharian ini kamu temani mas aja."
" mas aneh deh, dari kemarin juga Kai selalu Nemani mas."
" iya kemarin itu memang kamu Nemani mas, tapi yang ini beda."
" beda gimana sih mas, udah deh jangan berbelit-belit Kai jadi pusing."
" kai kalau sudah masuk sekolah jatah mas masih sama nggak."
" kalau mas tega sama aku, mas tuh kalau sudah menyangkut yang itu nggak bisa cuma sekali pasti lebih yang ada Kai bisa ketiduran di kelas karena kelelahan."
" mana ada kaya gitu."
" semalam aja mas berapa kali nambah jam setelah tiga Kai baru tidur dan jam empat sudah bangun lagi. cuma satu setengah jam mas Kai tidur. " ustad gibran hanya terkekeh.
" sekarang mau mas apa?." karena khayra mulai paham maksud suaminya.
__ADS_1
" makanya mumpung kamu masih libur sayang."
" oke, tapi kalau sudah Kai sekolah mas boleh minta jatahnya satu Minggu aja." ucap Khayra pasrah karena percuma kalau di nolak suaminya punya seribu cara buat menaklukkan khayra.
" sayang masa Sabtu Minggu aja sih mas mana tahan sayang."
" terserah."
" jangan dong sayang."
" ya udah Minggu tiga kali."
" ya, tetep setiap hari dong sayang mas janji paling cuma dua ronde.'
" nggak ada, terserah mas setiap hari tapi cuma satu ronde. kalau nggak mau ya udah."
" oke-oke mas setuju, tapi kalau mas nggak lupa."
" udah ya debatnya jangan ngambek ini kapan mas bisa mulai kalau kamu ngomong melulu." tanpa menunggu persetujuan khayra ustad Gibran mulai melancarkan aksinya.
karena pertempuran subuh tadi khayra baru bangun pukul sepuluh pagi. khayra mulai mengangkat tangan ustad Gibran dari pinggangnya pelan-pelan agar ustad Gibran tidak terbangun. setelah berhasil mengangkat tangan ustad Gibran, khayra pun langsung bergegas ke kamar mandi.
tiga puluh menit sudah akhirnya khayra menyudahi mandi nya. khayra langsung memakai baju ganti yang ia bawa terus dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer setelah kering khayra pun keluar kamar menuju lantai bawah sebelum ke dapur Khayra lebih dulu membuka semua gorden agar cahaya bisa masuk. setelah itu dia menuju ke dapur dia berencana akan membuat roti saja karena perutnya sudah cukup lapar. saat khayra sedang mengoles selai ke roti tiba-tiba ada tangan kekar merangkul pinggang Khayra dan merapat tubuhnya memeluk Khayra.
" sayang kenapa nggak bangunin mas, kenapa mandi duluan.' ucap ustad Gibran dengan suara serak khas bangun tidur.
" mas mandi dulu ah."
__ADS_1
" mandiin sayang."
" mas jangan rese deh. cepetan mandi nanti mau di buatin sarapan apa?."
" mas mau sarapan kamu."
" jangan aneh deh mas."
" roti aja sayang."
" ya udah sana mas mandi." usir khayra.
' morning kiss dulu baru mas mandi."
cup...
khayra mencium pipi ustad Gibran.
" masa yang kiri aja sih yang, yang kanan iri loh "
cup
'" ya ini belum yang." tunjuk ustad Gibran ke bibirnya.
khayra yang mulai jengah kelakuan suaminya langsung mencium seluruh wajah.
" yang kalau kaya gitu mas bukannya mandi malah ngajak kamu tempur lagi."
__ADS_1
" astaghfirullahaladzim, kalau mas kaya gini Kai mendingan main ke asrama teman Kai dan nginap di sana.' ancam Khayra
" jangan dong sayang, iya ini mas mandi.' ustad Gibran pun melesat naik keatas.