Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
25. desas desus


__ADS_3

seperti biasa kalau istirahat biasanya Kai dan sahabatnya pasti akan pergi ke kantin.


" kamu mau makan apa sar." tanya gina.


" aku mau ngambil jatah sarapan aja." ucap Sarah.


" iya aku juga." timpal nada


" berarti aku juga deh." ucap gina.


" gimana kalau hari ini aku yang traktir makan di kantin." ucap Kai.


" nggak ah Ning, maksudnya nggak nolak." canda Sarah.


" dasar Sarah." ucap nada.


kami pun tertawa karena ulah sarah.


sampai kantin " kalian mau beli apa?." tanya Kai.


" terserah Ning kai aja."


" iya."


" iya Sarah mah apa aja yang penting gratis." ucap Sarah.


" siomay aja ya." ucap Kai


" oke." jawab mereka serempak.


" bi Sumi siomay komplit empat sama es teh nya juga. dan ini uangnya bi." ucap Kai.


" iya Ning." bi Sumi pun memberikan kami siomay pesanan kami.

__ADS_1


setelah mendapat siomay pesanan kami langsung mencari meja yang kosong


" kita makan di sana aja ya." tunjuk Sarah dan kita mengiyakan.


ketika kita sedang menikmati siomay santri sedang bicara ke sesama santri. karena mereka bicara lumayan keras mereka berada di samping meja Kai dan Sahabatnya.


" eh.. tahu nggak ustad Gibran mau nikah tahu."


" kata siapa kamu."


" serius aku nggak sengaja dengar ustad Gibran lagi ngobrol dengan ustad Zaki. ustad Gibran bilang tenang aja dua bulan setelah ustad Zaki dirinya yang bakal nikah."


huk...huk..huk


Kai yang sedang minum tersedak mendengar ucap santri tersebut


" Ning khayra nggak apa-apa?." tanya nada.


" aku nggak apa-apa kok nad." ucap Kai.


" serius kamu."


" kira-kira ustad Gibran nikah sama siapa ya?."


" iya ya, walaupun ustad Gibran dingin tapi ganteng."


" ngapain sih mereka membicarakan ustad Gibran bikin kesel aja." gumam Kai dalam hati.


" dari obrolan ustad Gibran dan ustad Zaki mereka bilang kalau mereka nggak nyangka bakal jadi mantu keluarga Abah yai gitu."


" kira-kira siapa ya?."


" iya ya.'

__ADS_1


" kalau ustad Zaki sudah pasti dengan Ning Aisyah. kalau ustad Gibran."


" iya ya, Abah yai punya anak tiga Abi yai, Gus Zidan dan Ning Aisyah. terus ustad Gibran nikah sama siapa?"


" sama anaknya Abi yai yang pertama kali."


" bisa jadi."


" anak Abi yai yang pertama cowok tahu."


" berarti dengan Ning khayra dong." ucapan santri tersebut terhenti saat di senggol dan di kode temannya bahwa ada Kai di sana.


" Ning khayra maaf Ning." ucap mereka.


Kai hanya tersenyum saat mereka minta maaf.


" Ning yang mereka bilang benar atau nggak?." tanya nada.


" iya Ning kita juga jadi kepo." ucap Sarah.


Kai hanya mengangguk


" siapa Ning?." tanya Sarah.


" hari ini kita cuma sampai shalat Dzuhur aja kan terus pulang. di asrama ada kegiatan ga?." tanya Kai.


" nggak ada Ning habis Dzuhur kita bebas baru nanti malam kita ada ngaji dengan ustadzah Jasmine." ucap nada.


" habis Dzuhur kalian ke rumah aku nanti makan siang di rumah aku aja. nanti aku ceritain." ucap Kai pelan. dia berpikir sahabatnya harus tahu tentang hubungannya dengan ustad Gibran.


" oke Ning." jawab mereka.


" ya udah kita kembali ke kelas dikit lagi bel masuk." ucap Kai.

__ADS_1


dan mereka pun kembali ke kelas Sampai kelas bel masuk berbunyi dan mereka melanjutkan pelajaran hingga bel pulang berbunyi


__ADS_2