
Khayra pun turun ke bawah menuju kantin sampai kantin sudah lumayan ramai karena ada beberapa karyawan yang sedang makan siang.
Saat khayra masuk ke dalam kantin semua orang langsung menatapnya. Karena mereka heran istri bosnya masuk ke dalam kantin karyawan. Sedangkan khayra langsung melihat satu persatu gerai makanan yang ada di kantin. Mata khayra langsung berbinar kala melihat ada yang menjual es teler. Tak lama khayra pun langsung memesan.
" Siang Bu, silahkan duluan saja." ucap salah satu karyawan yang sedang mengantri.
" Nggak apa-apa sesuai antrian saja."
" Tapi Bu."
" Nggak apa-apa, kalau nggak saya pesan dulu deh Bu tapi buatkan sesuai antrian kasihan yang sudah antri lebih dulu. Saya mau es teler 1 ya Bu saya ke tempat empek-empek dulu " ucap Khayra.
Khayra pun pergi ke tempat yang menjual empek-empek setelah memesan khayra pun duduk di salah satu meja yang ada di sana. Tak lama pesanan khayra pun datang Khayra pun langsung menikmati.
Sedangkan ibu penjual es teler yang baru melihat khayra langsung bertanya ke karyawan yang tadi ngajak ngomong Kai.
" Itu karyawan baru ya." tanya ibu penjual es teler.
" Oh yang tadi Bu, itu istrinya pak Gibran."
" Masya Allah cantiknya istri pak Gibran. udah cantik, baik, sopan dan Soleha lagi."
" Iya Bu, ramah dan nggak sombong."
**********
Sedangkan ustad gibran masuk ke ruangannya tapi tak mendapati istrinya di sana.
" Man Kai kemana?." tanya ustad Gibran ke kak Hilman yang memang ikut ustad Gibran ke ruangannya.
" Mungkin di kamar pribadi Lo kali Kai kecapean terus istirahat di sana." jawab kak Hilman.
Ustad Gibran pun masuk ke kamar pribadinya yang ada di kantor tapi gak ada. Ustad Gibran makin panik karena nggak menemukan istrinya di sana. ustad Gibran mencari keberadaan istrinya di seluruh ruangannya tapi tak menemukan istrinya.
" maaf pak, bapak cari ibu Kai." tanya cindi saat ustad Gibran keluar ruangannya dengan wajah panik.
" iya cin, kamu lihat istri saya."
" Bu Kai ada di kantin pak." jawab cindi.
ustad Gibran langsung berlari masuk lift di ikuti oleh kak Hilman. keluar dari lift ustad Gibran langsung berlari ke arah kantin. sampai semua karyawan heran kenapa atasannya lari-larian.
sampai kantin ustad Gibran langsung mencari keberadaan istrinya.
" itu Kai ." tunjuk kak Hilman
ustad Gibran pun langsung menghampiri khayra yang sedang asik makan.
" sayang mas cariin kamu tahu." ucap ustad Gibran langsung duduk di sebelah Khayra dan langsung memeluk Khayra.
Khayra menatap bingung sang suaminya yang tiba-tiba memeluknya, di tambah nafas ustad gibran ngos-ngosan seperti habis lari maraton begitu kak Hilman.
__ADS_1
" kalian berdua kenapa ngos-ngosan begitu ." tanya Khayra tanpa dosa karena melihat ustad Gibran dan kak Hilman ngos-ngosan
ustad Gibran yang mendengar pertanyaan khayra langsung melepas pelukannya dan menatap istrinya tajam.
" kenapa sih mas ngelihatin Kai kaya gitu?."
" kenapa pergi nggak bilang mas?." dengan suara sedikit meninggi.
khayra langsung tertunduk sedih.
" maaf Kai nggak mau mas Gibran meeting, Kai udah bilang ke mbak cindi." ucap Khayra pelan karena takut dengan ustad Gibran
" tapi tetap aja sayang mas tuh khawatir tahu kamu pergi sendirian nggak ada yang nemani, kenap nggak suruh ob aja sih. tadi kan mas sudah pesan kalau mau apa-apa minta ke ob." ucap ustad Gibran yang masih kesal karena khayra pergi tanpa pamit kepadanya.
khayra yang melihat suaminya marah hanya diam tak berkata.
" udahlah bran, toh Kai nggak kenapa-kenapa dia cuma pergi cari makan." ucap kak Hilman yang nggak tega melihat khayra di marahi ustad gibran.
ustad Gibran membuang nafas kasar lalu memeluk Khayra.
" maafin mas ya, mas cuma takut kamu sama baby kita kenapa-kenapa?." ucap ustad Gibran lembut
" maafin Kai juga."
" ya udah, kita kembali ke ruangan mas ya." ucap ustad Gibran.
" mas nggak mau makan siang dulu. ini kan jam makan siang."
" disini aja Kai mau makan gado-gado buat makan siangnya." rengek khayra
" tadi kamu belum makan Kai terus itu bekas apa?." tanya kak Hilman yang melihat di depan Kai ada mangkuk bekas es teler dan piring bekas empek-empek.
" hehehe. kalau ini kan cuma ngemil kak Hilman."
"Astaghfirullahaladzim Kai nggak salah." ucap kak hilman
" nggak lah kak kan aku makan buat dua orang buat aku sama baby aku." ucap Khayra
" ya udah mas pesan gado-gado dulu ya." ustad Gibran dan kak Hilman beranjak dari duduknya.
baru beberapa langkah khayra udah manggil.
" mas Gibran." panggil khayra.
" apa." jawab ustad Gibran sambil berbalik menghadap Khayra
" jangan lupa bayar sekalian es teler sama empek-empek Kai tadi." ucap Khayra.
ustad Gibran hanya mengangguk.
sedangkan para karyawan banyak yang berbisik-bisik karena selama ustad Gibran bergabung di perusahaan ustad Gibran nggak pernah makan di kantin. dan hari ini bos mereka makan di kantin karena istrinya sedang berada di kantin.
__ADS_1
" oh itu istrinya pak Gibran toh, Masya Allah cantik banget dan mau makan di kantin karyawan lagi." ucap salah satu karyawan.
" iya ya kalau bukan istrinya ada di sini nggak mungkin si bos makan di sini."
" iya ya."
" si bos kayanya sayang banget sama istrinya."
" iya lihat aja tadi pas datang kayanya panik banget pas lihat ada istrinya di sini kaya bernafas lega gitu."
" mungkin nggak bilang kali soalnya kan tadi pak Gibran ada meeting."
" iya mungkin soalnya istrinya lagi hamil makanya pak Gibran khawatir."
" jadi iri."
" iya jadi pengen."
itulah obrolan para karyawan di kantin.
ustad Gibran dan kak Hilman kembali duduk sambil menunggu pesanan mereka.
" mas pesan apa?" tanya Khayra sambil bergelayut manja di lengan ustad Gibran.
" mas pesan soto Betawi kenapa mau?." jawab ustad Gibran sambil mencium kening Khayra.
perlakuan ustad Gibran yang mencium kening Khayra membuat para karyawan heboh.
" bisa nggak Lo kalau mau mesra-mesraan lihat tempat." ucap kak Hilman yang melihat kehebohan para karyawan.
" kenapa lo iri?."
" bukan iri, tapi Lo nggak lihat karyawan Lo heboh. Lo datang ke kantin aja udah bikin heboh di tambah Lo pamer kemesraan makin heboh." ucap kak Hilman yang kesel sama ustad Gibran karena kalau udah sama khayra bucin akut.
khayra yang mendengar omongan kak Hilman langsung melepas tangannya yang bergelayutan di lengan ustad Gibran.
" jadi mas Gibran gak pernah makan di kantin." tanya khayra.
" nggak mungkin dia ke kantin Kai manusia es begitu gabung di perusahaan dia hanya datang sekali doang karena dia udah bucin sama kamu. dia rela ngajar di pesantren biar bisa dekat dengan keluarga besar kamu.." jelas kak Hilman.
" bisa diem gak sih Lo." ucap ustad Gibran ketus.
sedangkan kak Hilman tertawa karena berhasil membuat ustad Gibran kesal.
" lanjut kak?."
" sayang." panggil ustad Gibran saat istri sangat antusias ingin tahu cerita kak Hilman.
" lanjut kak jangan pedulikan mas Gibran.". ucap Khayra yang tertarik dengan cerita kak Hilman
" yang kamu tuh ya, jangan salahi mas kalau kamu mas makan di sini." ucap ustad Gibran
__ADS_1
" mesum."